Selasa, 19 Juli 2011

Logikakah Masjid Agung Tak Bermenara Telah Menghabiskan Dana Lebih Dari Rp 17 Milyar?

TELUKKUANTAN-Mesjid Agung Kuantan Singingi di Sungai Jering dan Masjid di Tanjung Pauh Kecamatan Singingi Hilir, keduanya sama-sama masjid yang cukup mewah. Namun terjadi perbedaan yang mencolok tentang dana pembangunan masjid ini, kalau Masjid Agung menghabiskan dana lebih dari Rp 17 milyar dari rencana Rp 56 milyar, masjid di Tanjung Pauh kecil dari Rp 1 milyar.

Jadi bisa menjadi pertanyaan yang harus dijawab, logikakah, Masjid Agung Kabupaten Kuantan Singingi telah menghabiskan dana lebih dari Rp 17 milyar?, atau habis kemana dana pembangunan ini?.

Menara Masjid Agung sampai saat ini sedang terhenti pengerjaannya, tidak diketahui secara pasti apa alasan tidak dilanjutkannya pembangunan menara masjid ini, secara meraba-meraba, berkemungkinan terkait tidak serdiaanya dana segar.

Dana yang dipergunakan sebelumnya dalam dua tahun, Pemkab Kuansing menganggarkan melalui APBD secara bertahap, pertama Rp 2 milyar, kedua Rp 15 milyar dalam bentuk hibbah.

Mengapa bisa demikian?, itulah hebatnya Kuansing, apa yang tidak dibuat oleh daerah lain, dilakukan oleh Kuansing, kalau biasanya pemkab lainnya melaksanakan hibbah dalam bentuk barang kepada yuyasan untuk dikelola, tapi di Kuansing hibbah dalam bentuk uang Rp 17 milyar kepada yayasan.

Maka demikian bisa ditarik jawaban, kalau Masjid Agung Kabupaten Kuantan Singingi tidak logika menghabiskan dana sedemikian rupa, jika dibandingkan dengan masjid di Tanjung Pauh, yang malah kalau sepintar hampir sama. (noprio sandi)

Rumah Dinas Hanya Untuk Pesta Anak Bupati

TELUKKUANTAN-Semakin hari perangai Sukarmis semakin menjadi-jadi, ditengah sibuknya beberapa pihak melaksanakan demonstrasi di Kejaksaan Tinggi Riau atas dugaan korupsi pembangunan rumah dinas, malah Sukarmis menjadikan rumah dinas tersebut sebagai tempat pesta anaknya.

Sejumlah tenda terlihat telah terpasang disekitar pendopo dan halaman rumah dinas bupati, rumah dinas yang tak kunjung ditempati ini ternyata direncanakan sebagai tempat pelaksanaan pesta anak bupati.

Berbagai fasilitas daerah terlihat dipakai, termasuk sejumlah pegawai dilibatkan dalam kesuksesan acara ini, apakah ini termasuk dianggarkan belanja rumah tangga daerah, belum jelas keberadaannya.

Diperkirakan ribuan undangan dari Kuansing dan luar Kuansing akan hadir ditempat ini, tamu yang hadir akan beranggapan, mewahnya pesta anak bupati, dan juga menjadi pemutus perawan penggunaan rumah dinas tersebut, apakah juga akan digunakan untuk bulan madu, belum diketahui secara pasti.

Rumah dinas ini sempat menjadi sorotan DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, namun sampai saat ini tanda-tanda rumah dinas itu akan ditempati secara permanent oleh pejabat bersangkutan belum terlihat. (noprio sandi)

Untuk Apa Mobil Mewah Pemkab Kuansing?

TELUKKUANTAN-Sejumlah mobil mewah Pemkab Kuansing yang dibeli dari uang rakyat sampai sekarang tak jelas peruntukannya. Mobil tersebut apakah digunakan untuk tamu, atau untuk artis, sampai sekarang belum diketahui secara pasti, bahkan keberadaan sejumlah mobil mewah itu tak terlihat.

Kuansing yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) paling kecil di Provinsi Riau malah tergolong memiliki mobil mewah yang cukup banyak, pemkabnya.

Mulai dari Range Rover, mobil merek ini digunakan sebagai kendaraan pengiring perkawinan besar kerajaan Inggris Pangean William-Kit, termasuk merek yang sama digunakan Ratu Inggris berkunjung ke Irlandia, negara tetangganya yang telah puluhan tahun tak dikunjungi.

Range Rover ini menjadi kendaraan sehari-hari Bupati Kuansing H. Sukarmis, dengan plat BM 1 K, seperti apa kemewahan mobil ini, tak banyak tahu, karena sangat terbatas orang yang bisa naik mobil ini.

Beberapa mobil mewah lainnya juga telah dibeli, namun sampai sekarang peruntukan mobil itu tak jelas, ada yang alasan untuk tamu, tapi yang datang juga biasanya membawa mobil mewah, atau tamu special, kurang diketahui secara pasti.

Bupati yang suka mengkoleksi mobil mewah ditengah miskinnya masyarakat Kuansing ini ternyata juga diiringi Wakil Bupati Drs. H. Zulkifli, dimana mobil yang dipakai oleh mantan wakil bupati Drs. H. Mursini tidak mau dia memakainnya, melainkan sekarang plat kendaraan BM 5 K itu telah tertempel di mobil Pajero Sport baru.(noprio sandi)

Sukarmis-Zulkifli Kurang Dapat Legitimasi

TELUKKUANTAN-Pemerintahan Pemkab Kuansing dibawah Sukarmis-Zulkifli kurang mendapatkan legitimasi (pengakuan, red) dari masyarakat. Pasalnya, banyak acara besar sekelas pacu jalur di kecamatan, panitia malah mengundang Mursini (calon bupati kalah, red) untuk hadir, bukan bupati yang menang, Sukarmis atau Zulkifli.

Memang Mahkamah Konstitusi (MK) telah memenangkan pasangan Sukarmis-Zulkifli untuk memimpin Kuansing, dan dari rekomendasi terus ke Mendagri, mereka dilantik oleh Presiden RI diwakili Gubernur Riau H.H. Rusli Zainal, namun apakah pelantikan itu bersarang dihati rakyat?, ingin menjawab? jawab sendiri.

Pertama dihembuskan, Sukarmis-Zulkifli bupati transmigrasi, Mursini-Gumpita bupati pilihan rakyat Kuantan, itulah yang keluar dari sejumlah mulut masyarakat yang tidak puas dengan proses demokrasi di Kuansing.

Ternyata ada benarnya, sejumlah acara syukuran, Pemkab Kuansing saat ini telah memfokuskan ke arah kawasan ekstransmigrasi, sementara kawasan sungai Kuantan keberadaan Sukarmis-Zulkifli kurang mendapatkan respon dari masyarakat, kecuali pada kawasan basis-basis tertentu.

Terbukti dengan berbagai acara yang digelar oleh ninik mamak, pertama di Kecamatan Pangean, ninik mamak membuat acara pacu jalur, yang diundang dalam acara tersebut Mursini (mantan calon bupati kalah, red), tapi bupati yang resmi malah tidak mendapatkan respon dari masyarakat, akibatnya tidak lama ketika kedatangannya, Sukarmis berlalu, untuk mengikuti acara lain ke Cerenti, terus ke TBS.

Kondisi yang sama juga terjadi ketika acara pacu jalur di Kecamatan Kuantan Hilir, di tepian Lubuak Sobae Baserah (15/7), Mursini juga diundang masyarakat, bahkan Mursini berrsama sejumlah rekan telah duduk enak di pancang finis.

Pemkab Kuansing yang diwakili Wakil Bupati Drs. H. Zulkifli, M.Si pada awalnya tidak direncanakan akan membuka pacu jalur tersebut, melainkan hanya dibuka oleh ninik mamak setempat, tapi entah bagaimana tiba-tiba saja, Zulkifli telah datang untuk membuka acara tersebut.

Kedatangan yang kurang diterima masyarakat tersebut ternyata masih bisa diredam, dan wakil bupati resmi pemerintah tersebut memang sempat pergi ke pancang star untuk melepas, ya mereka awalnya lega.

Tidak lama berselang, ternyata rombongan Zulkifli pergi ke pancang finis, dengan maksud menonton pacu, ternyata di pancang finis, semua tempat duduk telah penuh, undangan lain yang hadir tidak mempersilahkan sejumlah pejabat yang hadir untuk duduk, melainkan hanya untuk Zulkifli, satu kursi diantara Mursini dan Musadeq (tokoh masyararakat Kuantan Hilir di Jakarta, red).

Ternyata kondisi ini kembali menjadi penghinaan yang amat dahsyat terhadap pemerintahan resmi, karena masyarakat ternyata tidak menginginkan wakil bupati resmi datang, melainkan sangat mendambakan kedatangan Mursini (calon bupati kalah, red).

Hanya beberapa kali hilir, Zulkifli bersama sejumlah pejabat teras Kuansing lainnya meninggalkan tempat acara, kepergian ini ternyata berdampak kepada sang camat, Yuhendra, S.Sos, yang pada gilirannya dicopot dari jabatannya sebagai camat.

Keesokan harinya, sejumlah panitia dan masyarakat bertengkar, pertengkaran ini mempertanyakan siapa yang mengundang Zulkifli dalam acara pacu jalur tersebut, padahal dalam rencana awal, pemerintahan resmi tidak diundang. (noprio sandi)