Minggu, 30 Oktober 2011

Ormas Penunjang Pembangunan

Organisasi kemasyarakatan yang dibentuk oleh anggota masyarakat secara suka rela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Demikian penjelasan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Drs. Yasriadi, MM dalam seminar yang diselenggarakan instansi tersebut, Rabu (26/10) di Gedung Narosa Teluk Kuantan.

Peran organisasi kemasyarakatan (ormas) tersebut katanya tidak terlepas dari adanya ormas yang baik, dengan cirri memenuhi segala administrasi, tidak ada konflik kepengurusan, mengkhususkan diri pada bidang-bidang peminatan tertentu, melaksanakan kegiatan/program sesuai dengan peraturan perundang-undangan, mandiri dalam pendanaan dan kalau melakukan kerjasama bersifat transparan.

Ormas teryata juga bisa dibekukan kepengurusannya, bila melakukan kegiatan mengganggu keamanan dan ketertiban umum, menerima bantuan dari pihak asing tanpa persetujuan pemerintah, memberi bantuan kepada pihak asing yang merugikan kepentingan bangsa dan negara.

Namun bila bila kepengurusan dibekukan dan masih tetap melakukan pelanggaran, maka Ormas kata Yusriadi bisa dibubarkan, atau pembubaran juga bisa dilakukan bila menganut, mengembangkan, dan menyebarkan paham atau ajaran-ajaran lain yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam segala bentuk dan perwujudan.

Yasriadi juga menyampaikan, jika ada masyarakat yang ingin mendaftarkan ormasnya, dengan syarat akte notaries, AD/ART, susunan kepengurusan, program kerja, photo copy KTP pengurus, pas photo pengurus (ketua, sekretaris, bendahara). (noprio sandi)

Dua Alat e-KTP Hulu Kuantan Rusak

Dua buah alat e-KTP di Kecamatan Hulu Kuantan rusak. Akibatnya pembuatan e-KTP di daerah tersebut belum bisa diterapkan. Kalau masyarakat butuh KTP, masih menerapkan KTP nasional.

Demikian dikatakan Camat Hulu Kuantan, Senin (24/10) ketika dijumpai di acara MTQ X tingkat Kabupaten Kuantan Singingi di Gunung Toar. “Dua alat rusak, itu alat untuk tanda tangan,” katanya.

Akibat kerusakan itu, masyarakat Hulu Kuantan katanya harus rela tertunda dalam pembuatan e-KTP. Penundaan itu belum diketahui batas waktunya, karena masih menunggu pihak yang bertanggung jawab dalam perbaikan alat tersebut datang.

Kerusakan itu katanya telah dilaporkan kepada pihak kabupaten, dan pihak kabupaten telah melaporkan keadaan itu kepada pihak yang semestinya, namun sampai saat ini belum datang teknisi yang memperbaikinya.

Sehingga sampai sekarang belum diketahui secara pasti kapan alat e-KTP yang rusak itu akan diperbaiki, dan untuk pembuatan KTP masyarakat sementara memanfaatkan fasilitas di kecamatan sebelahnya, dan jika sedang sibuk, dilarikan ke kabupaten, itupun hanya KTP nasional. (noprio sandi)

Dermaga Batang Koban Rusak

Fasilitas dermaga objek wisata Batang Koban di Kecamatan Hulu Kuantan rusak. Kerusakan itu diakibatkan oleh hantaman air, namun tidak menganggung kunjungan wisatawan, karena ada jalan alternative.

Kerusakan itu diungkapkan Camat Hulu Kuantan Ahyan Armofis, S.Sos, Senin (24/10) disela-sela acara pembukaan MTQ X di Gunung Toar. Kerusakan itu katanya baru saja terjadi.

Diketahuinya kerusakan itu menurut Ahyan, setelah mendapat laporan dari masyarakat, sementara pihak belum mengecek langsung ke lapangan. “Nanti akan kita cek langsung ke lapangan.” tegas Ahyan.

Dari laporan itu, diketahui kalau salah satu dermaga rusak dihantam air termasuk beberapa bagian dermaga telah hanyut. “Kerusakan itu akibat hantaman air,” tambahnya.

Setelah nanti mengecek langsung ke lapangan, pihaknya tambah Ahyan akan melaporakan kondisi itu ke tingkat kabupaten, dengan harapan nantinya akan ada perbaikan.

Akibat kerusakan itu tidak menganggung wisatawan yang datang, karena masih ada jalan alternatif dimanfaatkan pengunjung dan sopir boad yang mengantarkan wisatawan. ‘Tidak menganggung jalannya wisatawan,” tambahnya.

Sementara kunjungan wisata untuk wilayah ini tambahnya setiap hari libur mencapai 100 orang dan telah diterapkan system tiket terhadap pengunjung yang datang bekerja sama dengan pengelola boad.

Dari tiket yang dipunggut, disana ada bagian untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuantan Singingi dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuantan Singingi. “Untuk PAD itu,” tambahnya. (noprio sandi)

Sukarmis Buka MTQ Kuansing X

Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil  Qur’an X tingkat kabupaten di Gunung Toar. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan pelantikan dewan hakim.

Untuk pelantikan dewan hakim, Senin (24/10), Sukarmis melantik langsung, dewan hakim yang dilantik mengenakan pakaian muslim serba putih, termasuk Sukarmis, pelantikan berlangsung singkat.

Kemudian Sukarmis memukul gong tanda dimulainya MTQ, untuk pemukulan gong, Sukarmis didampingi Ketua DPRD Muslim, S.Sos, Wakil Bupati Drs. H. Zulkifli, M.Si, Kepala Kementrian Agama Drs. Syafruddin, Camat Gunung Toar Drs Samsir Alam, Kapolres AKBP Ristiawan Bulkaini, SH, Pabung Kodim 0302 Inhu May Inf. Rio Purwanto.

Pada kesempatan tersebut, Sukarmis mengatakan perlu tekad kuat dan bersama-sama dalam menggalakkan membaca Al Qur’an karena akan menjadi modal dasar pembangunan. Termasuk ahlaq dan moral berpedoman kepada Al Qur’an, beriman, bertaqwa, menjunjung tinggi supremasi hokum dan agar mempererat tali silaturahmi.

Ditempat yang sama Kepala Kementrian Agama Kuansing Drs. Syafruddin mengatakan, pemenang MTQ kali ini akan dibawa bertanding ke MTQ tingkat Provinsi Riau di Inhu, dengan target 3 besar.

Sejumlah cabang diperlombakan dalam MTQ X tingkat Kabupaten Kuantan Singingi kali ini, namun masih ada cabang yang tidak diperlombakan karena tidak semua kecamatan bisa mengutus peserta.

Syafruddin dalam kesempatan tersebut menyarankan agar dimasa yang akan datang perlu menambah anggaran untuk pembinaan qori dan jangan besar biaya seremonial dari pada pembinaan qori.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Drs. Syamsir Alam menyatakan untuk pembiayaan MTQ X Rp 450 juta dan baru terkumpul dana lebih dari Rp 300 juta. (noprio sandi)

Teks fhoto
Gong-Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis memukul gong tanda dimulainya MTQ X tingkat kabupaten, Senin (24/10) di Gunung Toar. (noprio sandi)

Minggu, 23 Oktober 2011

Orang Gila Jaga Rumah Dinas

Tak kunjung ditempatinya rumah dinas jabatan Pemkab Kuansing dimanfaatkan orang gila. Salah satu rumah dinas yang ditempati itu pos jaga rumah Ketua DPRD. Penunggunya orang gila berjenis kelamin wanita, sehingga mulai membuat resah warga sekitar.

Berdasarkan pengamatan, Minggu (23/10), seorang wanita memakai baju kaos oblong terlihat duduk di pos jaga rumah dinas ketua DPRD. Didepan wanita ini, ada dua bungkusan yang kurang jelas isinya.

Sekali-kali, wanita ini berjalan ke samping pos jaga, entah apa yang dilakukannya, seakan dia telah merasa memiliki rumah pos jaga rumah dinas itu, karena pintunya bisa dibuka dengan mudah.

Wanita ini ketika diambil gambar, langsung mendekat, difoto beberapa kali, dia bertanya untuk apa sering-sering difoto, dari logat bahasanya, dia bukan orang asli Kuantan Singingi melainkan dari tempat lain.

Terkait adanya wanita tersebut, ketika ditanya kepada masyarakat yang ada disekitar rumah dinas itu mengatakan kalau wanita yang ada dipos jaga itu merupakan orang gila. “Itu orang gila,” ujar beberapa orang masyarakat.

Ditambahkan, orang gila tersebut telah tinggal dan memanfaatkan pos jaga itu sekitar dua bulan, dia dengan leluasa masuk pekarang rumah dinas itu karena pagar tidak dikunci sama sekali.

Ternyata, keberadaan orang gila di pos jaga rumah dinas itu mulai meresahkan masyarakat juga karena pada malam hari sering didatangi pria mabuk, sehingga mereka takut kalau orang gila diperkosa dan nantinya hamil. (noprio sandi)

Teks fhoto

Orang gila berjenis kelamin wanita terlihat santai saat diambil gambarnya dipekarangan rumah dinas Ketua DPRD Kuansing, rumah dinas dinas sampai sekarang belum ditempati pejabat, sehingga dimanfaatkan orang gila. (noprio sandi)

Jadikan PGRI Pengayom dan Pembela Kepentingan Guru, Bukan Penguasa

Keberadaan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diminta untuk menjadi pengayom dan pembela kepentingan guru, bukan penguasa, sekarang dan selamannya.

“PGRI Milik Guru, Independensi PGRI Harga Mati. Jadikan PGRI Sebagai Pengayom dan Pembela Kepentingan Guru, Bukan Penguasa, Sekarang dan Selamannya”. Inilah kalimat yang tertulis dalam sebuah spanduk berukuran 4 meter dibuat oleh  Forum Komunikasi Guru dan Insan Peduli Pendidikan Kuansing (FKGIPKS) dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PGRI di Aula SMA 1 Teluk Kuantan, Kamis (20/10).

Menanggapi hal tersebut, Ahdanan Saleh, S.Ag, M.Pd Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Pondok Pesantren KH Ahmad Dahlan menilai organisasi PGRI Kuansing tidak lagi menjadi wadah memperjuangkan aspirasi dan hak-hak guru,  tetapi sudah menjadi kepentingan penguasa.

Konferkab dinilai Ahdana hanya seremonial saja, tidak akan melahirkan pengurus yang  kredibel, yang ada hanya orang yang lata kekuasaan, tidak punya itikad baik membangun pendidikan.

Semua ini sudah terlihat dari gelagat pelaksanaan konferkab tersebut, FKGIPKS tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi ribuan guru Kuansing lainnya yang telah menjadi korban pemilihan umum kepala daerah, karena guru tersebut berbeda pilihan, sehingga dianggap tidak loyal. “Pada sisi lain kami juga mendapat bocoran calon ketua sudah dititip,” isi SMS Ahdanan.(noprio sandi)

Rabu, 19 Oktober 2011

Ranmor Gunakan Modus Baru

Pencurian kendaraan bermotor ternyata tidak menggunakan modus lama lagi. Sekarang pencurian dengan modus baru, pencuri melakukan perkenalan diri secara baik-baik, dan baru mencuri sepeda motor, dan untuk menjualnya dengan modus pura-pura pinjam uang.


Demikian dikatakan Kasat Reskrim Polres Kuansing AKP Darmawan SH belum lama ini di ruang kerjanya. “Kenal gitu aja, tidak tahu rumahnya, namanya samaran. Ada dua modus untuk curanmor ini, barang kali masyarakat harus waspada, kalau dulu pakai kunci T, itu sudah sering,” terang Darmawan.

Sekarang tambah Darmawan, orang melakukan pencurian sepeda motor dengan kenalan baik-baik bahkan ada yang pura-pura bekerja ditempat itu, bahkan sudah ikut ke rumah sekana sudah kenal dekat. “Pinjamlah motor beli rokok sebentar, kan udah percaya kan, itu hilang dibawa, dan ditanya orang yang merasa dirugikan, dimana rumahnya tidak tahu, siapa namanya ini, sebatas itu saja,’ terang Darmawan.

Kemudian kalau untuk penjualan, pencuri ini juga pura-pura kenal diantaranya teman sering nongkrong di pasar, waktu transaksi tidak membawa sepeda motor curian, melainkan membawa sepeda motor lain, kalau sudah akrab dia berpura-pura pinjam uang dengan menggadaikan sepeda motornya. “Kalau udah akrab gitu, sekali, dua kali kan, kenalan, pinjam dulu aku uang, aku perlu uang, pinjam Rp 2 juta misalnya, masak sama kawan sendiri, kamu pelit kali, berhitung kali, kalau ngak percaya, peganglah motor saya,” kata Darmawan.

Karena merasa sudah kenal dan tidak ada merasa was-was, uang dipinjamkan dengan membawa motor yang digadaikan tersebut, teryata motor yang digadaikan itu motor hasil curian dengan modus pinjam uang.

Apalagi sekarang masyarakat tambah Darmawan terlalu percaya terutama mereka yang ditinggal diperkampungan, itu sangat cepat percaya, bahkan pencuri dan penjual sepeda motor itu berkedok dengan rajin sholat. (noprio sandi)

fhoto

 
Sejumlah tersangka pencurian sepeda motor sudah diamankan Polres Kuansing. (noprio sandi)