TELUK KUANTAN ( VOKAL) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kuantan
Singingi membuat, tebing tanah di pinggir sungai batang kuantan
setinggi 10 meter roboh.
Tebing tersebut longsor akibat tergerus air sungai batang kuantan yang
naik dan menyebabkan beberapa 6.156 rumah terendam banjir. Tanah
bercampur air menimpa beberapa rumah penduduk, milik Muradif (46) dan
dua rumah lainnya terancam.
" Waktu itu kami sekeluarga sedang berkemas-kemas mempersiapkan
peralatan rumah, karena banjir telah mulai memasuki rumah. Tiba-tiba
ada suara gemuruh, setelah tebing itu terlihat roboh, kami sekeluarga
langsung meninggalkan rumah," ujarnya saat ditemui di kediamannya,
Selasa (27/12).
Untungnya tanah longsor tersebut hanya di bagian dapur rumahnya saja,
yang berukuran sekitar 10 meter, dan ini terjadi longsor yang ketiga
kalinya, karena sewaktu banjir kemarin dan tahun lalu juga terjadi
longsor dan merusak bagian belakang rumah, sebutnya.
Sementara longsor juga terjadi di Desa Sungai Alah dan Turap Tebing
Desa Tanjung Kecamatan Hulu Kuantan. Longsor di Desa Sungai Alah
sepanjang 10 meter yang hanya tinggal sekitar 25 cm dari pinggir
jalan, Ungkap Kepala Desa Sungai Alah, M. Rizal ketika dihubungi
Harian Vokal.
Bahkan dirinya meminta perhatian Pemkab Kuansing untuk memperbaiki
tebing yang longsor tersebut, kalau tidak akan dapat membahayakan
warga sekitarnya atau pengguna jalan raya, apalagi bila berjalan di
malam hari yang tidak ada penerangan lampu jalan di tempat tersebut.
“ Kami sangat berharap adanya perhatian Pemkab Kuansing melalui Dinas
Bina Marga untuk memperbaiki tebing yang longsor akibat banjir, karena
dapat membahayakan pengguna jalan dan masyarakat setempat,” paparnya.
Sementara di Desa Tanjung juga telah terjadi longsor terhadap turap
yang baru di bangun tahun lalu, dimana turap penahan tebing dibangun
sepanjang 300 meter telah tumbang sepanjang 10 meter, Kata Camat Hulu
Kuantan, Akhyan Armofis, S. Sos ketika dihubungi Harian Vokal melalui
handphone selulernya.
“ Turap tebing yang baru di bangun tahun lalu, telah tumbang sepanjang
10 meter di Desa Tanjung Hulu Kuantan, sehingga sangat perlu perhatian
dari instansi terkait,” tuturnya.
Turap penahan tebing ini merupakan penahan tebing sungai batang
kuantan, dan sangat berharap agar dilakukan perbaikan kembali,
tukasnya. ( Rep)***
Rabu, 28 Desember 2011
RIBUAN RUMAH DI KUANSING TERENDAM BANJIR
TELUK KUANTAN ( VOKAL) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kuantan
Singingi sejak sabtu malam hingga minggu malam (24 s/d 25/12) sekitar
pukul 011.30 wib s/d 12.30 WIB menyebabkan Sungai Batang Kuantan dan
Sungai Singingi meluap, yang menyebabkan banjir hampir terjadi
diseluruh wilayah Kuansing hingga pada senin (26/12) dan ribuan rumah
serta puluhan desa terendam banjir.
Sehingga dengan meluapnya kedua sungai tersebut, menyebabkan warga
menjadi panic karena air begitu kencang memasuki kearah rumah
penduduk, dan beberapa warga pun berhamburan keluar rumah untuk
menyelamatkan diri dari banjir yang terjadi secara mendadak tersebut.
Menurut Asniwati (44) warga desa Kinali yang dihubungi Harian Vokal
dilapangan menyebutkan, kalau air Sungai Batang Kuantan ini sangat
kencang sekali datangnya, dan terjadi sejak siang minggu hingga senin
pagi, dan ditambah dengan hujan deras yang terus mengguyur dengan
derasnya.
Akibatnya, warga menjadi panic dan mulai berkemas-kemas mempersiapkan
seluruh peralatan rumah tangga dan barang-barang elektronik, dari
banjir yang datang secara mendadak pada tengah malam hingga subuh
hari, bahkan air sungai batang kuantan masih terus naik dengan
kencangnya hingga pukul 10.00 WIB. Bahkan hewan ternak atau binatang
peliharaan berupa kerbau, sapi dan kambing diselamatkan ke daerah yang
lebih tinggi.
" Kalau tidak demikian halnya, maka akan dapat terkena musibah banjir
yang datang secara mendadak tersebut, makanya seluruh hewan peliharaan
harus diungsikan ke daerah yang lebih tinggi agar tidak terkena
banjir," paparnya.
Menurutnya, musibah banjir yang terjadi kali ini memang dinilai cukup
dahsyat karena air sungai batang kuantan bergerak begitu cepat dan
ditambah dengan hujan deras yang terus mengguyur. Namun untungnya
masih bisa menyelamatkan diri beserta barang-barang perabotan lainnya,
termasuk juga hewan ternak.
Sebab, katanya, kalau tidak diselematkan khawatir akan terjadi atau
terkena rendaman air yang datang begitu kencang di saat warga sedang
enak tidur di pagi buta tersebut. Bahkan dirinya beserta keluarganya
tidak tidur semalaman dan beberapa warga juga banyak yang hilir mudik
untuk melihat kondisi air sungai batang kuantan.
" Banjir yang datang secara tiba-tiba tersebut mencapai sekitar 40 –
60 centimeter, dan mengenai puluhan rumah di desa kinali kecamatan
kuantan mudik, karena letak desanya berada di pinggir sungai batang
kuantan. Bahkan Sawah yang baru siap tanam telah menjadi lautan air di
hamparan padang kinali tersebut," tuturnya.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Sosial dan Tenaga
Kerja Kabupaten Kuantan Singingi, Tarmis, S.Pd, MH yang berada di
posko bencana banjir Kuansing, menyebutkan musibah banjir yang terjadi
di kuansing semalam telah mengenai ribuan rumah warga dan puluhan
desa.
Dari data yang dihimpun di Posko Bencana Banjir Kuansing, yaitu
Kecamatan Singingi Hilir sebanyak 25 rumah dari dua desa, Kecamatan
Kuantan Mudik sebanyak 635 desa rumah dari 15 desa, Kecamatan Pangean
sebanyak 512 rumah dari 8 desa, Kecamatan Kuantan Hilir sebanyak 112
rumah dari 16 desa, Kecamatan Gunung Toar sebanyak 510 desa dari 8
desa, Kecamatan Benai sebanyak 585 rumah dari 10 desa, Kecamatan Hulu
Kuantan sebanyak 10 rumah dari 2 desa, dan Kecamatan Kuantan Tengah
sebanyak 2642 rumah dan 20 desa yang terkena banjir.
" Namun data yang telah di himpun di posko bencana banjir kuansing
itu, baru data sementara yang masuk hingga pukul 15.00 WIb dan
berkemungkinan akan bertambah karena air sungai batang kuantan masih
tetap terlihat naik," tegasnya.
Dijelaskan Tarmis, pihaknya telah melakukan kunjungan dan bnahkan
telah mendirikan posko bencana banjir di ibukota kecamatan, disamping
juga mendirikan posko di seluruh kecamatan di kuansing untuk dapat
mengetahui secara langsung daerah yang terkena banjir dans ekaligus
menghimpun yang terkena banjir tersebut.
“ Begitu mendapat laporan tentang adanya banjir yang terjadi di
Kuansing, kita langsung turun dan melihat kondisi yang sebenarnya,
sedangkan berapa jumlah kerugian material yang dialami warga baik
sampai saat ini belum diketahui, karena sedang melakukan pendataan di
lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Camat Cerenti Drs. Martono yang dihubungi Harian Vokal
via sms menyebutkan sampai saat ini belum ada rumah yang terkena
banjir di daerahnya, karena air sungai batang kuantan baru sekitar
pinggir tebing saja dan bila kondisi air merangkak naik tentu akan
dapat mengenai wilayahnya. ( Rep)***
Singingi sejak sabtu malam hingga minggu malam (24 s/d 25/12) sekitar
pukul 011.30 wib s/d 12.30 WIB menyebabkan Sungai Batang Kuantan dan
Sungai Singingi meluap, yang menyebabkan banjir hampir terjadi
diseluruh wilayah Kuansing hingga pada senin (26/12) dan ribuan rumah
serta puluhan desa terendam banjir.
Sehingga dengan meluapnya kedua sungai tersebut, menyebabkan warga
menjadi panic karena air begitu kencang memasuki kearah rumah
penduduk, dan beberapa warga pun berhamburan keluar rumah untuk
menyelamatkan diri dari banjir yang terjadi secara mendadak tersebut.
Menurut Asniwati (44) warga desa Kinali yang dihubungi Harian Vokal
dilapangan menyebutkan, kalau air Sungai Batang Kuantan ini sangat
kencang sekali datangnya, dan terjadi sejak siang minggu hingga senin
pagi, dan ditambah dengan hujan deras yang terus mengguyur dengan
derasnya.
Akibatnya, warga menjadi panic dan mulai berkemas-kemas mempersiapkan
seluruh peralatan rumah tangga dan barang-barang elektronik, dari
banjir yang datang secara mendadak pada tengah malam hingga subuh
hari, bahkan air sungai batang kuantan masih terus naik dengan
kencangnya hingga pukul 10.00 WIB. Bahkan hewan ternak atau binatang
peliharaan berupa kerbau, sapi dan kambing diselamatkan ke daerah yang
lebih tinggi.
" Kalau tidak demikian halnya, maka akan dapat terkena musibah banjir
yang datang secara mendadak tersebut, makanya seluruh hewan peliharaan
harus diungsikan ke daerah yang lebih tinggi agar tidak terkena
banjir," paparnya.
Menurutnya, musibah banjir yang terjadi kali ini memang dinilai cukup
dahsyat karena air sungai batang kuantan bergerak begitu cepat dan
ditambah dengan hujan deras yang terus mengguyur. Namun untungnya
masih bisa menyelamatkan diri beserta barang-barang perabotan lainnya,
termasuk juga hewan ternak.
Sebab, katanya, kalau tidak diselematkan khawatir akan terjadi atau
terkena rendaman air yang datang begitu kencang di saat warga sedang
enak tidur di pagi buta tersebut. Bahkan dirinya beserta keluarganya
tidak tidur semalaman dan beberapa warga juga banyak yang hilir mudik
untuk melihat kondisi air sungai batang kuantan.
" Banjir yang datang secara tiba-tiba tersebut mencapai sekitar 40 –
60 centimeter, dan mengenai puluhan rumah di desa kinali kecamatan
kuantan mudik, karena letak desanya berada di pinggir sungai batang
kuantan. Bahkan Sawah yang baru siap tanam telah menjadi lautan air di
hamparan padang kinali tersebut," tuturnya.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Sosial dan Tenaga
Kerja Kabupaten Kuantan Singingi, Tarmis, S.Pd, MH yang berada di
posko bencana banjir Kuansing, menyebutkan musibah banjir yang terjadi
di kuansing semalam telah mengenai ribuan rumah warga dan puluhan
desa.
Dari data yang dihimpun di Posko Bencana Banjir Kuansing, yaitu
Kecamatan Singingi Hilir sebanyak 25 rumah dari dua desa, Kecamatan
Kuantan Mudik sebanyak 635 desa rumah dari 15 desa, Kecamatan Pangean
sebanyak 512 rumah dari 8 desa, Kecamatan Kuantan Hilir sebanyak 112
rumah dari 16 desa, Kecamatan Gunung Toar sebanyak 510 desa dari 8
desa, Kecamatan Benai sebanyak 585 rumah dari 10 desa, Kecamatan Hulu
Kuantan sebanyak 10 rumah dari 2 desa, dan Kecamatan Kuantan Tengah
sebanyak 2642 rumah dan 20 desa yang terkena banjir.
" Namun data yang telah di himpun di posko bencana banjir kuansing
itu, baru data sementara yang masuk hingga pukul 15.00 WIb dan
berkemungkinan akan bertambah karena air sungai batang kuantan masih
tetap terlihat naik," tegasnya.
Dijelaskan Tarmis, pihaknya telah melakukan kunjungan dan bnahkan
telah mendirikan posko bencana banjir di ibukota kecamatan, disamping
juga mendirikan posko di seluruh kecamatan di kuansing untuk dapat
mengetahui secara langsung daerah yang terkena banjir dans ekaligus
menghimpun yang terkena banjir tersebut.
“ Begitu mendapat laporan tentang adanya banjir yang terjadi di
Kuansing, kita langsung turun dan melihat kondisi yang sebenarnya,
sedangkan berapa jumlah kerugian material yang dialami warga baik
sampai saat ini belum diketahui, karena sedang melakukan pendataan di
lapangan," ujarnya.
Sementara itu, Camat Cerenti Drs. Martono yang dihubungi Harian Vokal
via sms menyebutkan sampai saat ini belum ada rumah yang terkena
banjir di daerahnya, karena air sungai batang kuantan baru sekitar
pinggir tebing saja dan bila kondisi air merangkak naik tentu akan
dapat mengenai wilayahnya. ( Rep)***
Anggota DPRD Kuansing Terancam 12 Tahun
Teluk Kuantan,- Kapolres Kuantan Singingi AKBP Wendri Purbiyantoro,SH kemarin siang diruang kerjanya menegaskan takkan ada masa penangguhan penahanan bagi anggota dewan Kuantan Singingi berinisial Ms. Apalagi berkas oknum anggota parlemen yang tersangkut kasus sabu-sabu (SS) tersebut dalam waktu dekat bakal dilimpahkan ke Kejaksaan Teluk Kuantan.
Oknum anggota DPRD Kuansing dari partai berlambang beringin tersebut sebelumnya tertangkap di kawasan Sako Pangean usai melakukan transaksi narkoba jenis SS dengan tersangka lain berinisial Dk dan Iy warga Sako Pangean yang lebih dahulu diciduk. Dari hasil pengembangan di TKP dan informasi dari kedua tersangka, Tim Buser dari Satres Narkoba Polres Kuansing langsung memburu anggota Parlemen dari Baserah tersebut.
Alhasil, Polisi berhasil mencegat anggota dewan tersebut saat menuju TKP menggunakan mobil dinasnya BM 1080 K merk Toyota kijang Innova warna hitam. Tak tanggung-tanggung, saat digeledah polisi juga berhasil mendapatkan 1,14 gram SS disaku bajunya. Tak ayal lagi, anggota Dewan tersebut langsung digelandang ke Mapolres Kuansing dan resmi menghuni hotel prodeo tersebut sejak 3 pekan yang lalu termasuk menahan mobil dinas berplat merah tersebut sebagai barang bukti.
Saat ini tegas Kapolres Kuansing AKBP Wendri Purbiyantoro,SH didampingi Kasubag Humas AKP Azhari saat jumpa Pers, berkasnya hampir rampung dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejari Teluk Kuatan. Anggota parlemen yang mestinya harus menjadi contoh dan menjadi tokoh pendukung pemberantasan narkoba tersebut tegasnya diancam dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara karena penyalahgunaan narkotika.
Ketika ditanya tentang upaya penangguhan penahanan, mantan Dansat Brimob tersebut dengan tegas mengaku takkan ada penangguhan penahanan. Karena kasus narkoba adalah salah satu kasus prioritas di Kuansing dan secara nasional, jadi takkan ada toleransi untuk dilakukan penangguhan penahanan walaupun tersangkanya seorang pejabat. Kalaupun tak bisa mengikis habis, paling tidak selama menjadi Kapolres di Kuansing, saya bertekad dapat memutus jaringan peredaran narkoba di negeri Pacu jalur ini, imbuhnya.(Berita ependri)
Jalan Lintas Sumatera Terancam Putus
Ribuan Rumah dan Ribuan Ha Sawah Tenggelam
Teluk Kuantan,- Diperkirakan lebih dari 1000 Ha sawah milik petani di kabupaten Kuantan Singingi terendam banjir. Padi yang baru berumur antara 3 pekan hingga 1 bulan tersebut kembali ditelan banjir setelah sungai Kuantan kembali mengamuk.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kuantan Singingi serta dibagian hulu sungai Kuantan sejak kemarin, membuat sungai penghasil ikan patin tersebut meluap. Hingga Senin pagi (26/12) banjir yang terkesan mendadak dan sangat cepat naik tersebut sedikitnya sudah menenggelamkan lahan pertanian di 7 kecamatan masing-masing di kecamatan Kuantan Tengah, Gunung Toar, Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Inuman dan Kecamatan Cerenti.
Tak hanya ribuan Ha persawahan, ribuan rumah di 80 desa di 9 kecamatan bakal terkena dampak langsung banjir tahunan tersebut dan lebih dari 500 unit rumah juga sudah mulai terendam sejak kemarin subuh termasuk rumah salah seorang pengawal pribadi Bupati Kuantan Singingi Serka TNI Syafriadi alias Edi. Saat ditemui di kediamannya di desa Sawah Teluk Kuantan Senin pagi (26/12) sekitar pukul 09.30 Wib, mantan anggota satuan Kostrad tersebut tampak sibuk mengangkat dan mengevakuasi barang-barangnya.
Menurut Edi, rumahnya mulai terendam sejak kemarin malam (Ahad malam red) dan pagi ini ketinggian air dalam rumahnya sudah mencapai hampir 1 meter. Bahkan Danramil Kuantan Tengah Kapten (Inf) Samosir juga ikut membantu anggotaya tersebut mengevakuasi barang-barang termasuk perabot yang sudah mulai terendam. Edi juga mengaku prihatin karena selain rumahnya, rumah salah seorang anggota Intelkam Polres Kuansing Bripka Edi Setiono yang berjarak sekitar 50 meter dari kediamannya juga sudah terendam.
Hebatnya lagi terang Edi, kondisi banjir juga terus bertambah naik dengan cepatnya seiring dengan intensitas hujan yang juga makin tinggi. Tak hanya rumah, ribuan ternak milik petani Kuansing juga mulai terancam. Kondisi banjir yang dikabarkan terus makin menggila membuat jalan Lintas Tengah Sumatera baik Kiliran Jao-Teluk Kuantan maupun Teluk Kuantan-Rengat bakal putus. Apalagi sebagian besar jalan desa di beberapa kecamatan juga sudah mulai tenggelam. (berita ependri)
Jumat, 23 Desember 2011
Rp. 14,4 M DIPA APBN DITERIMA BUPATI KUANSING,
TELUK KUANTAN ( VOKAL) - Bupati H Sukarmis, bersama Bupati dan Wako
se-Riau meneirma dana DIPA APBN yang diserahkan secara simbolis oleh
Gubri HM Rusli Zainai, di Aula Gubernuran Jumat (23/12).
Dimana Kabupaten Kuansing menerima dana DIPA APBN sebesar Rp 14,4
Milyar, sehingga sangat meningkat dibandingkan dengan tahun 2011 yang
lalu sebesar Rp. 8,33 milliar.
Menurut Kabag Umum Setda Kuansing, Hendra AP, M.Si yang dihubungi
wartawan, Jumat (23/12) mengatakan, walaupun Bupati Sukarmis sudah
menerima DIPA APBN 2012, namun belum dapat diketahui rincian kegatan
yang akan didanai dari dana DIPA APBN tersebut.
" Yang diterima baru angkanya, sedangkan rincian kegiatan yang akan
dibiayai nanti menyusul,"ujar mantan Camat Singingi tersebut.
Selain menerima dana DIPA APBN ujar Hendra, Bupati Sukarmis juga
menerima perangko berglogo PON 2012 yang juga diserahkan secara
langsung oleh Gubri Rusli Zainal.
" Perangko PON tersebut akan digunakan untuk meningkatkan sosialisasi
PON 2012 ditengah-tengah masyarakat,"ujarnya.
Sementara Sekda Drs H Muharman, M.Pd menyatakan, dana DIPA APBN
sebagian besar akan dimanfaatkan untuk mendanai kegiatan mendukung
sarana dan prasarana PON 2012 mendatang.
“ Kuansing sendiri menjadi tempat pertandingan dua cabang olahraga
masing-masing dayung dan babak penyisihan sepakbola,” paparnya.
Dijelaskannya, untuk venue dayung di danau Kobun Nopi Desa Bukit
Pedusunan Lubuk Jambi, saat ini masih terus dilakukan penataan hingga
tuntas.
“ Sebagian dana DIPA APBN tersebut akan dimanfaatkan untuk
meningkatkan penataan venue dayung tersebut, tuturnya.
Selain itu lanjutnya dana DIPA APBN tersebut juga akan digunakan
pembenahan sarana dan prasarana insfrastruktur seperti jalan negara
yang melintasi kabupaten Kuansing, karena Kuansing sendiri menjadi
bagian dari jalan lintas Sumatera yang menghubungkan pulau Jawa dan
Sumatera serta sebaliknya, tukasnya. ( Rep)**
se-Riau meneirma dana DIPA APBN yang diserahkan secara simbolis oleh
Gubri HM Rusli Zainai, di Aula Gubernuran Jumat (23/12).
Dimana Kabupaten Kuansing menerima dana DIPA APBN sebesar Rp 14,4
Milyar, sehingga sangat meningkat dibandingkan dengan tahun 2011 yang
lalu sebesar Rp. 8,33 milliar.
Menurut Kabag Umum Setda Kuansing, Hendra AP, M.Si yang dihubungi
wartawan, Jumat (23/12) mengatakan, walaupun Bupati Sukarmis sudah
menerima DIPA APBN 2012, namun belum dapat diketahui rincian kegatan
yang akan didanai dari dana DIPA APBN tersebut.
" Yang diterima baru angkanya, sedangkan rincian kegiatan yang akan
dibiayai nanti menyusul,"ujar mantan Camat Singingi tersebut.
Selain menerima dana DIPA APBN ujar Hendra, Bupati Sukarmis juga
menerima perangko berglogo PON 2012 yang juga diserahkan secara
langsung oleh Gubri Rusli Zainal.
" Perangko PON tersebut akan digunakan untuk meningkatkan sosialisasi
PON 2012 ditengah-tengah masyarakat,"ujarnya.
Sementara Sekda Drs H Muharman, M.Pd menyatakan, dana DIPA APBN
sebagian besar akan dimanfaatkan untuk mendanai kegiatan mendukung
sarana dan prasarana PON 2012 mendatang.
“ Kuansing sendiri menjadi tempat pertandingan dua cabang olahraga
masing-masing dayung dan babak penyisihan sepakbola,” paparnya.
Dijelaskannya, untuk venue dayung di danau Kobun Nopi Desa Bukit
Pedusunan Lubuk Jambi, saat ini masih terus dilakukan penataan hingga
tuntas.
“ Sebagian dana DIPA APBN tersebut akan dimanfaatkan untuk
meningkatkan penataan venue dayung tersebut, tuturnya.
Selain itu lanjutnya dana DIPA APBN tersebut juga akan digunakan
pembenahan sarana dan prasarana insfrastruktur seperti jalan negara
yang melintasi kabupaten Kuansing, karena Kuansing sendiri menjadi
bagian dari jalan lintas Sumatera yang menghubungkan pulau Jawa dan
Sumatera serta sebaliknya, tukasnya. ( Rep)**
DANA ADD HARUS DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN
TELUK KUANTAN ( VOKAL) - Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan
Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Kuantan Singingi melaksanakan
Bimbingan teknis (Bimtek) Pelaporan dan Tanggung Jawab Alokasi Dana
Desa (ADD), bertempat di hotel Khasanah Teluk Kuantan yang
berlanmgsung selama 12 hari, yang diikuti sebanyak 160 orang peserta
yang di bagi pada empat angkatan.
Kepala BPMPKB Kuansing, H. Asaruddin, S.Sos, MM pada Pembukaan Bimtek
Pelaporan dan Tanggung jawqab ADD tahun 2011, menyebutkan, Regulasai
yang dipedomani dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa yaitu Permendagri
No. 37 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, serta
Peraturan Bupati ( Perbup) Kuansing No. 11 tahun 2008 tentang
Perubahan atas Perbup Kuansing No. 06 tahun 2007 tentang Alokasi Dana
Desa.
Penyelenggaraan bimbingan teknis pelaporan dan tanggung jawab ADD bagi
aparatur pemerintah desa dan para pelaku pemberdayaan desa, merupakan
salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada aparatur pemerintah
desa, agar dapat merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan
yang di danai dari ADD dengan konsep pemberdayaan masyarakat,
direncanakan bersama dalam forum musyawarah desa sehingga terakomodir
kepentingan-kepentingan mendasar dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat
saat itu, sebutnya.
Kegiatan ADD dilaksanakan melibatkan masyarakat tempatan sebagai
pelaku kegiatan dalam rangka pemberdayaan, yang selanjutnya melaporkan
dan mempertanggungjawabkan kegiatan yang telah dilaksanakan
berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku, ujarnya.
" ADD bersumber dari dana APBD Kabupaten Kuansing, untuk tahun 2011
dialokasikan lebih kurang 32 milyar, untuk 198 desa dan 11 kelurahan
yang ditransfer secara langsung melalui rekening desa dan kelurahan,
dan berharap untuk tahun-tahun berikutnya pemda dapat menaikkan
alokasi dana tersebut, secara bertahap sesuai dengan kemampuan
keuangan daerah kita," paparnya.
Sedangkan ADD ini dialokasikan untuk kegiatan Honor Aparatur
pemerintahan desa dan BPD, Dana operasional dan administrasi
pemerintahan desa dan BPD dan pembangunan infrastruktur desa.
Sehubungan dengan itu kegiatan ADD adalah kegiatan yang pendanaannya
berasal dari APBD Kuansing, yang penggunaannya mulai dari perencanaan
sampai pemanfaatan dana diatur seluruhnya oleh desa melalui
musyawarah desa, katanya.(ongah)
Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Kuantan Singingi melaksanakan
Bimbingan teknis (Bimtek) Pelaporan dan Tanggung Jawab Alokasi Dana
Desa (ADD), bertempat di hotel Khasanah Teluk Kuantan yang
berlanmgsung selama 12 hari, yang diikuti sebanyak 160 orang peserta
yang di bagi pada empat angkatan.
Kepala BPMPKB Kuansing, H. Asaruddin, S.Sos, MM pada Pembukaan Bimtek
Pelaporan dan Tanggung jawqab ADD tahun 2011, menyebutkan, Regulasai
yang dipedomani dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa yaitu Permendagri
No. 37 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, serta
Peraturan Bupati ( Perbup) Kuansing No. 11 tahun 2008 tentang
Perubahan atas Perbup Kuansing No. 06 tahun 2007 tentang Alokasi Dana
Desa.
Penyelenggaraan bimbingan teknis pelaporan dan tanggung jawab ADD bagi
aparatur pemerintah desa dan para pelaku pemberdayaan desa, merupakan
salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada aparatur pemerintah
desa, agar dapat merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan
yang di danai dari ADD dengan konsep pemberdayaan masyarakat,
direncanakan bersama dalam forum musyawarah desa sehingga terakomodir
kepentingan-kepentingan mendasar dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat
saat itu, sebutnya.
Kegiatan ADD dilaksanakan melibatkan masyarakat tempatan sebagai
pelaku kegiatan dalam rangka pemberdayaan, yang selanjutnya melaporkan
dan mempertanggungjawabkan kegiatan yang telah dilaksanakan
berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku, ujarnya.
" ADD bersumber dari dana APBD Kabupaten Kuansing, untuk tahun 2011
dialokasikan lebih kurang 32 milyar, untuk 198 desa dan 11 kelurahan
yang ditransfer secara langsung melalui rekening desa dan kelurahan,
dan berharap untuk tahun-tahun berikutnya pemda dapat menaikkan
alokasi dana tersebut, secara bertahap sesuai dengan kemampuan
keuangan daerah kita," paparnya.
Sedangkan ADD ini dialokasikan untuk kegiatan Honor Aparatur
pemerintahan desa dan BPD, Dana operasional dan administrasi
pemerintahan desa dan BPD dan pembangunan infrastruktur desa.
Sehubungan dengan itu kegiatan ADD adalah kegiatan yang pendanaannya
berasal dari APBD Kuansing, yang penggunaannya mulai dari perencanaan
sampai pemanfaatan dana diatur seluruhnya oleh desa melalui
musyawarah desa, katanya.(ongah)
ADD Diatur Desa
Kegiatan Alokasi Dana Desa pendanaannya berasal dari APBD Kabupaten
Kuantan Singingi yang penggunaannya, mulai dari perencanaan sampai
pemanfaatan dana diatur seluruhnya oleh desa melalui musyawarah desa.
Kepala desa bertindak sebagai penanggung jawab keseluruhan kegiatan,
Sekretaris Desa bertindak sebagai penanggung jawab operasional
kegiatan (PJOK).
Demikian dikatakan Kabid Pemdes/PPTK Drs. Masnur Judin, MM dalam
laporan panitia pelaksana kegiatan Bimtek pelaporan dan tanggung jawab
ADD bagi aparatur beberapa waktu lalu di Teluk Kuantan.
Disamping adanya peran kepala desa dan sekretaris desa, kegiatan ADD
tambah Masnur juga dibantu kaur umum sebagai penanggung jawab
administrasi kegiatan (PJAK), atau jua bertindak sebagai pemegang
rekening desa. "Dana Alokasi Desa adalah dana yang harus
dipertanggungjawabkan setelah kegiatan dilaksanakan, oleh karena itu
diperlukan pemahaman dan keahlian dalam menyusun laporan
pertanggungjawaban agar laporan yang dibuat benar sesuai dengan
ketentuan pelaporan dana-dana pemerintah", kata Masnur.
Oleh sebab itu diadakan kegiatan Bimtek Pelaporan dan Tanggung Jawab
ADD dengan tujuan agar Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dapat menyusun
laporan pertanggungjawaban ADD secara benar, dengan sasaran TPK yang
terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, kaur umum atau kaur lainnya
yang ditunjuk sebagai PJAK, sehingga memiliki keterampilan dalam
menyusun laporan pertanggungjawaban.
Peserta kegiatan tambah Masnur berjumlah 160 orang dibagi dalam empat
angkatan, dengan rincian, angkatan I berjumlah 42 orang, angkatan II
berjumlah 39 orang, angkatan III berjumlah 39 orang, angkatan IV
berjumlah 40 orang, nara sumber Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat
Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB), Inspektorat, bagian
keuangan setda, nara sumber dari Jakarta Dirjen PMD Kementrian Dalam
Negeri.(noprio sandi)
Kuantan Singingi yang penggunaannya, mulai dari perencanaan sampai
pemanfaatan dana diatur seluruhnya oleh desa melalui musyawarah desa.
Kepala desa bertindak sebagai penanggung jawab keseluruhan kegiatan,
Sekretaris Desa bertindak sebagai penanggung jawab operasional
kegiatan (PJOK).
Demikian dikatakan Kabid Pemdes/PPTK Drs. Masnur Judin, MM dalam
laporan panitia pelaksana kegiatan Bimtek pelaporan dan tanggung jawab
ADD bagi aparatur beberapa waktu lalu di Teluk Kuantan.
Disamping adanya peran kepala desa dan sekretaris desa, kegiatan ADD
tambah Masnur juga dibantu kaur umum sebagai penanggung jawab
administrasi kegiatan (PJAK), atau jua bertindak sebagai pemegang
rekening desa. "Dana Alokasi Desa adalah dana yang harus
dipertanggungjawabkan setelah kegiatan dilaksanakan, oleh karena itu
diperlukan pemahaman dan keahlian dalam menyusun laporan
pertanggungjawaban agar laporan yang dibuat benar sesuai dengan
ketentuan pelaporan dana-dana pemerintah", kata Masnur.
Oleh sebab itu diadakan kegiatan Bimtek Pelaporan dan Tanggung Jawab
ADD dengan tujuan agar Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dapat menyusun
laporan pertanggungjawaban ADD secara benar, dengan sasaran TPK yang
terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, kaur umum atau kaur lainnya
yang ditunjuk sebagai PJAK, sehingga memiliki keterampilan dalam
menyusun laporan pertanggungjawaban.
Peserta kegiatan tambah Masnur berjumlah 160 orang dibagi dalam empat
angkatan, dengan rincian, angkatan I berjumlah 42 orang, angkatan II
berjumlah 39 orang, angkatan III berjumlah 39 orang, angkatan IV
berjumlah 40 orang, nara sumber Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat
Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB), Inspektorat, bagian
keuangan setda, nara sumber dari Jakarta Dirjen PMD Kementrian Dalam
Negeri.(noprio sandi)
Langganan:
Postingan (Atom)