Rabu, 28 Desember 2011

BPMPKB SENTIL KANTOR KADES BANYAK TIDAK BUKA


TELUK KUANTAN ( VOKAL) - Dari 209 desa dan kelurahan yang ada di
kabupaten Kuantan Singingi, ternyata banyak kantor kepala desa yang
tidak buka, dan hanya sebagian kecil saja kantor kepala desa yang
membuka kantor setiap hari, untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat.

Sehingga sebagian besar masih tidak membuka kantornya setiap hari
untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun hanya membuka
kantor di rumah kepala desa itu sendiri. Hal ini tentu saja sangat
disayangkan sekali, karena setiap desa saat ini, sudah memiliki kantor
desa,

" Kalau kantor desa hanya buka di rumah saja dan tidak dimanfaatkan
sesuai dengan fungsinya, bagaimana memberikan pelayanan yang baik
terhadap warga masyarakatnya," papar Kepala BPMPKB Kuansing, H.
Asaruddin, S. Sos, MM pada pembukaan Bimtek Pelaporan dan
tanggungjawab ADD tahun 2011 di Hotel Khasanah Teluk Kuantan, Jum';at
kemarin.

Oleh karena itu, katanya, kepala desa harus dapat memberdayakan
perangkat desa yang ada secara bergilir, guna memberikan pelayanan
kepada masyarakat di kantor kepala desa, karena pemerintah telah
memberikan honorkepada perangkat desa dan BPD.

" Pemerintah telah memberi honor kepada kepala desa dan BPD, kenapa
kantor kepala desa tetap tidak buka, yang seharusnya dilakukan piket
secara bergilir untuk membuka kantor kepala desa tersebut," tuturnya.

Walaupun honor  masih relative kecil, tentu perlu ada kontribusi yang
jelas dari si penerima honor terhadap tugas-tugas yang diberikan
kepadanya. Jangan hanya menerima honor saja, akan tetapi tidak mau
melaksanakan tugas-tugas yang diberikan, sebutnya.

Selain itu, tambahnya, Alokasi Dana Operasional administrasi desa dan
BPD, serta dana pembangunan Infrastruktur desa ini harus dapat
dipertanggungjawabkan penggunaannya. Ini berpedoman pada aturan-aturan
sesuai dengan ketentuan penggunaan dana pemerintah dans ecara fisyk
pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.

" Kita tidak menginginkan di belakang hari setelah dilakukan
pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang masih terdapat
pekerjaan-pekerjaan fisyk yang tidaks elesai ataupun tidak sesuai
dengan Rencana Usulan kegiatan (RUK) dan Rencana Anggaran Biaya
(RAB)," tegasnya.

Sehingga akan dapat menjadi temuan Badan Pemeriksa keuangan, dan
berharap agar dapat melaksanakan kegiatan ADD ini secara
sungguh-sungguh sesuai dengan perencanaan,s ebutnya.

Sebab, Bupati Kuansing telah mentargetkan untuk tahun 2011 dan 2012
laporan keuangan pemkab Kuansing mencapai target WTP (wajar tanpa
pengecualian), hal ini dapat tercapai apabila pengguna anggaran
pemerintah telah melaksanakan sistem pertanggungjawaban keuangan
sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, himbaunya. (
Rep)***

TEBING LONGSOR MEMBAHAYAKAN RUMAH PENDUDUK

TELUK KUANTAN ( VOKAL) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kuantan
Singingi membuat, tebing tanah di pinggir sungai batang kuantan
setinggi 10 meter roboh.
Tebing tersebut longsor akibat tergerus air sungai batang kuantan yang
naik dan menyebabkan beberapa 6.156 rumah terendam banjir. Tanah
bercampur air menimpa beberapa rumah penduduk, milik Muradif (46) dan
dua rumah lainnya terancam.
" Waktu itu kami sekeluarga sedang berkemas-kemas mempersiapkan
peralatan rumah, karena banjir telah mulai memasuki rumah. Tiba-tiba
ada suara gemuruh, setelah tebing itu terlihat roboh, kami sekeluarga
langsung meninggalkan rumah," ujarnya saat ditemui di kediamannya,
Selasa (27/12).
Untungnya tanah longsor tersebut hanya di bagian dapur rumahnya saja,
yang berukuran sekitar 10 meter, dan ini terjadi longsor yang ketiga
kalinya, karena sewaktu banjir kemarin dan tahun lalu juga terjadi
longsor dan merusak bagian belakang rumah, sebutnya.
Sementara longsor juga terjadi di Desa Sungai Alah dan Turap Tebing
Desa Tanjung Kecamatan Hulu Kuantan. Longsor di Desa Sungai Alah
sepanjang 10 meter yang hanya tinggal sekitar 25 cm dari pinggir
jalan, Ungkap Kepala Desa Sungai Alah, M. Rizal ketika dihubungi
Harian Vokal.

Bahkan dirinya meminta perhatian Pemkab Kuansing untuk memperbaiki
tebing yang longsor tersebut, kalau tidak akan dapat membahayakan
warga sekitarnya atau pengguna jalan raya, apalagi bila berjalan di
malam hari yang tidak ada penerangan lampu jalan di tempat tersebut.

“ Kami sangat berharap adanya perhatian Pemkab Kuansing melalui Dinas
Bina Marga untuk memperbaiki tebing yang longsor akibat banjir, karena
dapat membahayakan pengguna jalan dan masyarakat setempat,” paparnya.

Sementara di Desa Tanjung juga telah terjadi longsor terhadap turap
yang baru di bangun tahun lalu, dimana turap penahan tebing dibangun
sepanjang 300 meter telah tumbang sepanjang 10 meter, Kata Camat Hulu
Kuantan, Akhyan Armofis, S. Sos ketika dihubungi Harian Vokal melalui
handphone selulernya.

“ Turap tebing yang baru di bangun tahun lalu, telah tumbang sepanjang
10 meter di Desa Tanjung Hulu Kuantan, sehingga sangat perlu perhatian
dari instansi terkait,” tuturnya.

Turap penahan tebing ini merupakan penahan tebing sungai batang
kuantan, dan sangat berharap agar dilakukan perbaikan kembali,
tukasnya. ( Rep)***

RIBUAN RUMAH DI KUANSING TERENDAM BANJIR


TELUK KUANTAN ( VOKAL) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kuantan
Singingi sejak sabtu malam hingga minggu malam (24 s/d 25/12) sekitar
pukul 011.30 wib s/d 12.30 WIB menyebabkan Sungai Batang Kuantan dan
Sungai Singingi meluap, yang menyebabkan banjir hampir terjadi
diseluruh wilayah Kuansing hingga pada senin (26/12) dan ribuan rumah
serta puluhan desa terendam banjir.

Sehingga dengan meluapnya kedua sungai tersebut, menyebabkan warga
menjadi panic karena air begitu kencang memasuki kearah rumah
penduduk, dan beberapa warga pun berhamburan keluar rumah untuk
menyelamatkan diri dari banjir yang terjadi secara mendadak tersebut.

Menurut Asniwati (44) warga desa Kinali yang dihubungi Harian Vokal
dilapangan menyebutkan, kalau air Sungai Batang Kuantan ini sangat
kencang sekali datangnya, dan terjadi sejak siang minggu hingga senin
pagi, dan ditambah dengan hujan deras yang terus mengguyur dengan
derasnya.

Akibatnya, warga menjadi panic dan mulai berkemas-kemas mempersiapkan
seluruh peralatan rumah tangga dan barang-barang elektronik, dari
banjir yang datang secara mendadak pada tengah malam hingga subuh
hari, bahkan air sungai batang kuantan masih terus naik dengan
kencangnya hingga pukul 10.00 WIB. Bahkan hewan ternak atau binatang
peliharaan berupa kerbau, sapi dan kambing diselamatkan ke daerah yang
lebih tinggi.

" Kalau tidak demikian halnya, maka akan dapat terkena musibah banjir
yang datang secara mendadak tersebut, makanya seluruh hewan peliharaan
harus diungsikan ke daerah yang lebih tinggi agar tidak terkena
banjir," paparnya.

Menurutnya, musibah banjir yang terjadi kali ini memang dinilai cukup
dahsyat karena air sungai batang kuantan bergerak begitu cepat dan
ditambah dengan hujan deras yang terus mengguyur. Namun untungnya
masih bisa menyelamatkan diri beserta barang-barang perabotan lainnya,
termasuk juga hewan ternak.

Sebab, katanya, kalau tidak diselematkan khawatir akan terjadi atau
terkena rendaman air yang datang begitu kencang di saat warga sedang
enak tidur di pagi buta tersebut. Bahkan dirinya beserta keluarganya
tidak tidur semalaman dan beberapa warga juga banyak yang hilir mudik
untuk melihat kondisi air sungai batang kuantan.

" Banjir yang datang secara tiba-tiba tersebut mencapai sekitar 40 –
60 centimeter, dan mengenai puluhan rumah di desa kinali kecamatan
kuantan mudik, karena letak desanya berada di pinggir sungai batang
kuantan. Bahkan Sawah yang baru siap tanam telah menjadi lautan air di
hamparan padang kinali tersebut," tuturnya.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Sosial dan Tenaga
Kerja Kabupaten Kuantan Singingi, Tarmis, S.Pd, MH yang berada di
posko bencana banjir Kuansing, menyebutkan musibah banjir yang terjadi
di kuansing semalam telah mengenai ribuan rumah warga dan puluhan
desa.

Dari data yang dihimpun di Posko Bencana Banjir Kuansing, yaitu
Kecamatan Singingi Hilir sebanyak 25 rumah dari dua desa, Kecamatan
Kuantan Mudik sebanyak 635 desa rumah dari 15 desa, Kecamatan Pangean
sebanyak 512 rumah dari 8 desa, Kecamatan Kuantan Hilir sebanyak 112
rumah dari 16 desa, Kecamatan Gunung Toar sebanyak 510 desa dari 8
desa, Kecamatan Benai sebanyak 585 rumah dari 10 desa, Kecamatan Hulu
Kuantan sebanyak 10 rumah dari 2 desa, dan Kecamatan Kuantan Tengah
sebanyak 2642 rumah dan 20 desa yang terkena banjir.

" Namun data yang telah di himpun di posko bencana banjir kuansing
itu, baru data sementara yang masuk hingga pukul 15.00 WIb dan
berkemungkinan akan bertambah karena air sungai batang kuantan masih
tetap terlihat naik," tegasnya.

Dijelaskan Tarmis, pihaknya telah melakukan kunjungan dan bnahkan
telah mendirikan posko bencana banjir di ibukota kecamatan, disamping
juga mendirikan posko di seluruh kecamatan di kuansing untuk dapat
mengetahui secara langsung daerah yang terkena banjir dans ekaligus
menghimpun yang terkena banjir tersebut.

“ Begitu mendapat laporan tentang adanya banjir yang terjadi di
Kuansing, kita langsung turun dan melihat kondisi yang sebenarnya,
sedangkan berapa jumlah kerugian material yang dialami warga baik
sampai saat ini belum diketahui, karena sedang melakukan pendataan di
lapangan," ujarnya.

Sementara itu, Camat Cerenti Drs. Martono yang dihubungi Harian Vokal
via sms menyebutkan sampai saat ini belum ada rumah yang terkena
banjir di daerahnya, karena air sungai batang kuantan baru sekitar
pinggir tebing saja dan bila kondisi air merangkak naik tentu akan
dapat mengenai wilayahnya. ( Rep)***

Anggota DPRD Kuansing Terancam 12 Tahun


Teluk Kuantan,- Kapolres Kuantan Singingi AKBP Wendri Purbiyantoro,SH kemarin siang diruang kerjanya menegaskan takkan ada masa penangguhan penahanan bagi anggota dewan Kuantan Singingi berinisial Ms. Apalagi berkas oknum anggota parlemen yang tersangkut kasus sabu-sabu (SS) tersebut dalam waktu dekat bakal dilimpahkan ke Kejaksaan Teluk Kuantan.
Oknum anggota DPRD Kuansing dari partai berlambang beringin tersebut sebelumnya tertangkap di kawasan Sako Pangean usai melakukan transaksi narkoba jenis SS dengan tersangka lain berinisial Dk dan Iy warga Sako Pangean yang lebih dahulu diciduk. Dari hasil pengembangan di TKP dan informasi dari kedua tersangka, Tim Buser dari Satres Narkoba Polres Kuansing langsung memburu anggota Parlemen dari Baserah tersebut.
Alhasil, Polisi berhasil mencegat anggota dewan tersebut saat menuju TKP menggunakan mobil dinasnya BM 1080 K merk Toyota kijang Innova warna hitam. Tak tanggung-tanggung, saat digeledah polisi juga berhasil mendapatkan 1,14 gram SS disaku bajunya. Tak ayal lagi, anggota Dewan tersebut langsung digelandang ke Mapolres Kuansing dan resmi menghuni hotel prodeo tersebut sejak 3 pekan yang lalu termasuk menahan mobil dinas berplat merah tersebut sebagai barang bukti.
Saat ini tegas Kapolres Kuansing AKBP Wendri Purbiyantoro,SH didampingi Kasubag Humas AKP Azhari saat jumpa Pers, berkasnya hampir rampung dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejari Teluk Kuatan. Anggota parlemen yang mestinya harus menjadi contoh dan menjadi tokoh pendukung pemberantasan narkoba tersebut tegasnya diancam dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara karena penyalahgunaan narkotika.
Ketika ditanya tentang upaya penangguhan penahanan, mantan Dansat Brimob tersebut dengan tegas mengaku takkan ada penangguhan penahanan. Karena kasus narkoba adalah salah satu kasus prioritas di Kuansing dan secara nasional, jadi takkan ada toleransi untuk dilakukan penangguhan penahanan walaupun tersangkanya seorang pejabat. Kalaupun tak bisa mengikis habis, paling tidak selama menjadi Kapolres di Kuansing, saya bertekad dapat memutus jaringan peredaran narkoba di negeri Pacu jalur ini, imbuhnya.(Berita ependri)

Jalan Lintas Sumatera Terancam Putus


Ribuan Rumah dan Ribuan Ha Sawah Tenggelam
Teluk Kuantan,- Diperkirakan lebih dari 1000 Ha sawah milik petani di kabupaten Kuantan Singingi terendam banjir. Padi yang baru berumur antara 3 pekan hingga 1 bulan tersebut kembali ditelan banjir setelah sungai Kuantan kembali mengamuk.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kuantan Singingi serta dibagian hulu sungai Kuantan sejak kemarin, membuat sungai penghasil ikan patin tersebut meluap. Hingga Senin pagi (26/12) banjir yang terkesan mendadak dan sangat cepat naik tersebut sedikitnya sudah menenggelamkan lahan pertanian di 7 kecamatan masing-masing di kecamatan Kuantan Tengah, Gunung Toar, Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Inuman dan Kecamatan Cerenti.
Tak hanya ribuan Ha persawahan, ribuan rumah di 80 desa di 9 kecamatan bakal terkena dampak langsung banjir tahunan tersebut dan lebih dari 500 unit rumah juga sudah mulai terendam sejak kemarin subuh termasuk rumah salah seorang pengawal pribadi Bupati Kuantan Singingi Serka TNI Syafriadi alias Edi. Saat ditemui di kediamannya di desa Sawah Teluk Kuantan Senin pagi (26/12) sekitar pukul 09.30 Wib, mantan anggota satuan Kostrad tersebut tampak sibuk mengangkat dan mengevakuasi barang-barangnya.
Menurut Edi, rumahnya mulai terendam sejak kemarin malam (Ahad malam red) dan pagi ini ketinggian air dalam rumahnya sudah mencapai hampir 1 meter. Bahkan Danramil Kuantan Tengah Kapten (Inf) Samosir juga ikut membantu anggotaya tersebut mengevakuasi barang-barang termasuk perabot yang sudah mulai terendam. Edi juga mengaku prihatin karena selain rumahnya, rumah salah seorang anggota Intelkam Polres Kuansing Bripka Edi Setiono yang berjarak sekitar 50 meter dari kediamannya juga sudah terendam.
Hebatnya lagi terang Edi, kondisi banjir juga terus bertambah naik dengan cepatnya seiring dengan intensitas hujan yang juga makin tinggi. Tak hanya rumah, ribuan ternak milik petani Kuansing juga mulai terancam. Kondisi banjir yang dikabarkan terus makin menggila membuat jalan Lintas Tengah Sumatera baik Kiliran Jao-Teluk Kuantan maupun Teluk Kuantan-Rengat bakal putus. Apalagi sebagian besar jalan desa di beberapa kecamatan juga sudah mulai tenggelam. (berita ependri)