Kamis, 19 Januari 2012

Warga Keluhkan Aktivitas PETI di Sungai Kuantan


Posting 6 Januari 2012
TELUK KUANTAN --- Diduga karena maraknya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Sungai Kuantan membuat kondisi air sungai semakin keruh. Kondisi itulah sekarang dikeluhkan oleh warga yang berada di tepi Sungai Kuantan.Jum'at (06/12) Kemaren.

Seperti halnya, Robi (27) salah seorang pemuda dari Desa Koto Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik kepada Wartawan, Mengaku dirinya kesulitan untuk mandi di sungai, karena air yang kian keruh dan juga tercemar. Kemudian Robi menambahkan kepada wartawan  "Mau mandi saja di sungai payah, air sudah bercampur minyak dan sangat keruh," kata Robi yang mengaku setiap hari melihat aktivitas PETI di sepanjang Sungai Kuantan. Menurutnya, saat ini aktivitas PETI menggunakan kapal dengan mesin besar yang terdapat di bantaran Sungai Kuantan yang masih berlangsung.

Sementara itu, Fitri salah seorang warga Desa Pebaun kepada wartawan, Jum'at (6/1) mengatakan, penyebab keruhnya Sungai Kuantan diduga karena aktivitas PETI yang menggunakan kapal dompeng di sepanjang Sungai Kuantan yang terdapat di Kecamatan Kuantan Mudik dan Hulu Kuantan.

Sedangkan sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, persoalan maraknya penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi, anggota DPRD Kuantan Singingi, Andi Nurbai menyarankan diperlukan adanya solusi yang terbaik kepada penambang, agar usaha mereka legal dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

"Perlu persoalan ini dicarikan solusi agar masyarakat banyak tidak  menjadi korban dari aktivitas ilegal dan merusak lingkungan tersebut," ujar Andi Nurbai melalui pesan singkatnya kepada Wartawan, Kamis kemarin. Sebelumnya, Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Wendry Purbyantoro SH meminta dukungan semua pihak yang ada di daerah ini agar penambangan emas tanpa izin (PETI) yang kian marak dapat dicegah.

Menurutnya, pencegahan maraknya PETI di bumi jalur ini tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian saja. Justru ini perlu adanya saling memberikan dukungan satu sama lain, apakah itu aparat, pihak Pemda, dan masyaraka Kuansing sendiri.(andi).

Genjot PAD Pertambangan, Kuansing Belajar Ke Bungo Jambi


Poting 4 Januari 2011
Guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) pertambangan, Kabupaten
Kuantan Singingi belajar ke Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Dengan
harapan kedepan, PAD pertambangan bisa ditingkat dan tidak menyalahi
regulasi yang ada, termasuk trik-triknya.

Usai mengunjungi Bungo, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Kuantan Singingi melalui Kabid Geologi dan Pertambangan Umum
Junaidi, ST Rabu (4/1) di ruang kerjanya membeberkan hasil yang
didapat sepulangnya dari Bungo. "Sebenarnya ketua tim Pak Sumarli dari
Dispenda, namun untuk data masalah pertambangannya memang ada disini,"
kata Junaidi.

Salah satu hasil yang diperlihatkan Junaidi, sebuah format surat
permohonan yang ditujukan kepada bupati Bungo dari perusahaan
pertambangan. "Jadi perusahaan pertambangan yang mengirim surat ke
bupati," katanya.

Dimana dalam surat tersebut diantaranya berguna untuk menyatakan
kesediaan perusahaan pertambangan untuk memberikan hibbah partisipasi
pembangunan kepada pemerintah kabupaten langsung ke rekening pemda.
"Jadi sangat kecil kemungkinan terjadi kebocoran," katanya.

Besarnya hibbah yang diberikan tambah Junaidi tergantung besarnya
jumlah produksi yang dikontrol dengan kartu kendali jika melalui
pos-pos pertambangan. "Jadi jumlahnya bisa dikontrol melalui kartu
kendali itu," katanya.

Untuk Kabupaten Kuantan Singingi sendiri menurut Junaidi sangat besar
potensi pertambangan yang ada mulai dari batu bara sampai kepada emas,
beberapa buah perusahaan pertambangan saat ini sudah ada yang memiliki
izin eksploitasi dan eksplorasi. "Namun dari sejumlah perusahaan,
tidak ada yang produksi sekarang, khusus batu bara, sehingga kita
merasa kesuilitan untuk menerapkannya di Kuansing," katanya pesimis.

Namun demikian, untuk kedepan lanjut Junaidi peluang untuk merebut PAD
dari hibbah partisipasi pembangunan itu terbuka lebar, karena beberapa
perusahaan pertambangan dalam waktu dekat ada yang akan produksi,
meski sempat terhenti beberapa waktu lalu. "Untuk target kita belum
berani berbicara," kata Junaidi. (noprio sandi)

Petugas Kenbersihan Tetap Dipertahankan


Posting 4 Januari 2011
Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Kuantan Singingi tetap
mempertahan sejumlah petugas kebersihan ditengah banyaknya tenaga
pramubakti yang dirumahkan. Mempertahankan itu terkait fungsi petugas
kebersihan sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan di Kuansing.

Penegasan itu dikatakan Kepala Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan
Jafrinaldi, AP Rabu (4/1) lalu di kantornya. "Kita tetap pertahankan,
mengingat itu masih kita butuhkan," tegas Jafrinaldi yang didampingi
sejumlah pejabat eselon lainnya.

Selama ini menurut Jafrinaldi, petugas kebersihan telah bekerja secara
maksimal setiap hari dalam menjaga kebersihan kota Teluk Kuantan serta
sejumlah ruas jalan terutama dalam upaya terus mengejar piala Adipura.

Namun demikian, Jafrinaldi tidak menapik jika memang ada beberapa
orang petugas kebersihan yang harus dirumahkan karena usianya telah
lanjut merujuk kepada Undang-Undang Tenaga Kerja dan kinerjanya kurang
baik. "Usia maksimal 60 tahun dan usia minimal 18 tahun, jadi memang
ada yang demikian terkena undang-undang tenaga kerja, kalau kita
pekerjakan juga, nanti kita kena resikonya," tambah Jafrinaldi yang
sebelumnya pernah menjabat Kabag Umum Sekretariat Daerah Pemkab
Kuansing.

Kemudian dari pada itu, selain petugas kebersihan, ada tenaga
pramubakti lainnya yang telah dirumahkan pada dinas ini, mulai dari
bagian administrasi, penjaga kantor sampai juru pungut. Dirumahkannya
sejumlah tenaga pramubakti ini ternyata ada imbasnya kepada pembagian
pekerjaan selama ini.

Untuk mengatasi permasalahan itu, pihaknya menurut Jafrinaldi telah
mengadakan rapat guna membagi tugas yang selama ini dikerjakan tenaga
pramubakti, dengan memberdayakan tenaga yang ada. "Bahkan untuk juru
pungut saat ini kita melibatkan kasi," katanya sambil menunjuk seorang
kasi di dinas itu.

Merumahkan sejumlah tenaga pramubakti ini lanjut Jafrinaldi telah
sesuai dengan hasil pertemuan dengan DPRD Kuansing beberapa waktu lalu
dan tidak ada hubungan dengan proses pemilukada lalu. "Tidak ada nomor
satu atau nomor duanya," tegas Jafrinaldi. (noprio sandi)

AWAL 2012, SAT RES NARKOBA POLRES TANGKAP TIGA PELAKU NARKOBA


 Posting 3 Januari 2011
TELUK KUANTAN ( VOKAL) – Awal tahun 2012, jajaran Polres Kabupaten
Kuantan Singingi kembali melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku
narkoba, hal ini menandakan pelaku narkoba masih belum jera dan masih
tetap berkeliaran di Kabupaten Kuantan Singingi.

Kondisi seperti ini tentu saja sangat membahayakan bagi generasi muda
kuansing ke depan, karena pelaku narkoba masih tetap berkeliaran
meskipun Kapolres Kuansing AKBP Wendry purbyantoro, SH telah
mengultimatum tidak ada tempat bagi pelaku narkoba di Kuansing.

Hal ini dibuktikan dengan dilakukan penangkapan terhadap tiga orang
pelaku narkoba, yang dimulai dengan pengintaian pada selasa (3/1)
malam sekitar pukul 23.00 WIB oleh Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres
Kuansing, setelah mendapat informasi bahwa di areal Pasar Rakyat Teluk
Kuantan akan ada transaksi terhadap barang haram narkotika tersebut.

Sampai dengan rabu (4/1) sekira pukul 00.30 WIB dinihari, barulah
terlihat dua orang yang dicurigai dengan mengendarai sepeda motor
merek Honda Vario nopol BM 2108 KR warna biru.  Saat hendak di dekati
kedua orang tersebut, mencoba melarikan diri sebelum keduanya terjatuh
dari sepeda motor.

Setelah berhasil ditangkap, kedua orang tersebut diketahui bernama DS
(32) beragama islam dengan pekerjaan swasta dan beralamat Pulau Aro,
sedangkan temannya bernama In (22) juga beragama islam dengan
pekerjaan swasta dan beralamat Desa Sawah Kuantan Tengah Kab.
Kuansing.

“ Setelah kedua tersangka ditangkap, maka dilakukan penyisiran oleh
aparat, dan ditemukan satu paket yang di duga narkotika jenis
shabu-shabu yang diletakkan kedua tersangka, di lantai dekat pos Pasar
Rakyat Teluk Kuantan,” papar Kapolres Kuansing, AKBP Wendry
Purbyantoro, SH melalui Kasat Narkoba, AKP Elmansyah  Telaumbanua, SH,
M.Si didampingi Kanit 1 Reserse Narkoba, Bripka Lukman kepada wartawan
Harian Vokal di Mapolres Kuansing,, Rabu (4/1).

Selanjutnya dilakukan interogasi terhadap tersangka yang dilanjutkan
dengan penggeledahan terhadap rumah tersangka, In. Dari kamar
tersangka ditemukan barang bukti berupa satu paket shabu-shabu dan
seperangkat alat hisap shabu-shabu (bong), ujarnya.

“ Menurut keterangan tersangka In saat diinterogasi mengatakan, barang
bukti tersebut diperoleh dari saudara WL (32) beragama islam dengan
pekerjaan swasta beralamat Desa Koto Teluk Kuantan,” Tuturnya.

Tidak cukup sampai di situ saja, akhirnya dilakukan pengembangan dan
sekira pukul 00.02 WIB tersangka Wl dapat diringkus tanpa melakukan
perlawanan di rumahnya.

“ Dari tersangka Wl disita satu unit Hanphone dan uang tunai sejumlah
satu juta rupiah, yang di duga uang dari hasil penjualan shabu-shabu
kepada tersangka In,” tambahnya.

Kemudian ketiga tersangka dan barang bukti di bawa ke Mapolres
Kuansing, guna penyelidikan lebih lanjut, tukasnya. ( Rep)***

Senin, 02 Januari 2012

Jembatan Gantung Difungsikan


Jembatan Gantung Sawah sejak akhir Desember 2011 lalu telah bisa difungsikan masyarakat. Pemungsian jembatan ini berkaitan telah selesainya pengerjaan jembatan tersebut oleh pihak pelaksana. Otomatis membuat lalu lintas menuju kawasan seberang mulai beralih dari jembatan Pulau Bungin ke jembatan gantung Sawah khusus pengguna sepeda motor.

Berdasarkan pengamatan, sejumlah sepeda motor mulai mengalihkan rute perjalan mereka menuju dan dari kawasan seberang Kota Teluk Kuantan dari jalan melewati jembatan Pulau Bungin ke jembatan gantung Sawah.

Pengalihan itu karena jembatan gantung tersebut telah bisa difungsikan sejak akhir Desember 2011 lalu, termasuk pemanfaatan bagi masyarakat yang terkena banjir dalam mengambil bantuan banjir keposko bantuan di Pasar Teluk Kuantan beberapa waktu lalu.

Pengalihan rute tersebut membuat kawasan jalur dua Desa Sawah dan jalan KH. Umar Usman ramai dilewati pengguna sepeda motor dan itu menjadikan peluang usaha bagi masyarakat setempat memanfaatkan ramainya orang yang lewat. “Ini peluang usaha, karena sudah banyak yang lewat di jalan ini,” kata Z. Hada warga setempat.

Namun demikian, pengguna sepeda motor ternyata masih kesulitan dalam melewati jembatan itu, karena sebagian gelagar memanjang jembatan belum rata, terutama jika berselisih dua sepeda motor, menimbulkan rasa gamang, ditambah sambungan jembatan terhadap pondasinya ada perbedaan ketinggian. “Payah, kayu ndak rata,” kata seorang warga Kopah Suhendi yang menggunakan jembatan tersebut selalu.(noprio sandi)

Teks fhoto
Jembatan gantung-Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sawah dengan Desa Seberang Taluk Kuantan Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi sejak akhir Desember 2011 dan memasuki tahun baru 2012 telah dimanfaatkan masyarakat, sehubungan dengan telah selesainya pengerjaan jembatan itu. Jembatan gantung ini sempat menjadi komoditas politik, karena tergolong jembatan yang cukup lama penyelesaiannya. (noprio sandi)

Transmigrasi Beringin Jaya Kuansing, Pertama Di Riau


Camat Kecamatan Benai Andika Putra, S.Ip mengklaim transmigrasi Beringin Jaya merupakan transmigrasi tertua di Provinsi Riau. Meski tua, kawasan ini sampai sekarang masih tetap aman dan terjadi keharmonisan hubungan masyarakat tempatan dengan masyarakat eksntransmigrasi itu.

Hal itu diklaimnya beberapa waktu di Desa Teratak Air Hitam. “Di Kenegerian Teratak Air Hitam ini juga kami sampaikan, ada dua adat istiadat yang telah berdampingan hidup sejak tahun 1968. Jadi kelurahan Beringin Jaya itu merupakan transmigrasi yang pertama di Riau, yaitu tahun 1968,” klaim Andika.

Selama itu pula tambah Andika masyarakat Kenegerian Teratak Air Hitam dan Kelurahan Beringin Jaya tidak ada permasalahan yang prinsip. “Jadi merupakan suatu hikmah atau merupakan ridho dari Allah SWT,” katanya.

Oleh sebab itu, Andika mengharapkan kepada seluruh masyarakat Kengerian Teratak Air Hitam dan seluruh masyarakat Kelurahan Beringin Jaya, selalu memperkokoh hubungan silaturahmi. “Karena dengan hubungan silaturrahmi yang selalu kita bangun akan tetap dapat diikuti oleh seluruh generasi muda yang akan jadi pewaris tokoh-tokoh masyarakat yang ada di dua kenegerian dan Kelurahan Beringin Jaya tersebut,” harapnya. (noprio sandi)

2012 Pemberantasan Narkoba Prioritas Polres Kuansing


Pengedar, kurir, pengguna narkoba di Kuansing bakal dibuat tidak bisa
bernapas oleh jajaran Polres Kuansing. Pasalnya, tahun 2012 prioritas
utama aparat itu memerangi narkoba untuk menyelamatkan generasi
Kuansing dari ancaman obat berbahaya tersebut, termasuk dukungan
pendanaan yang dinilai cukup, karena sebelumnya hanya menebeng di
jajaran reskrim.

Prioritas utama tersebut ditegaskan Kapolres Kuansing AKBP Wendry
Prubyantoro, SH didampingi Wakapolres Kompol Muhammadun, SH serta
jajaran perwira lainnya dalam jumpa pers, Sabtu (31/12) di ruang rapat
Mapolres Kuansing.

Selama ini menurut Wendry, pihaknya juga  telah bekerja keras
memerangi narkoba di Kuansing, selama tahun 2011 ada 11 kasus dengan
jumlah barang bukti sabu 37,30 gram, ganja 402,23 gram, extacy 8
butir, dari 11 kasus tersebut 16 kasus P-21, lima kasus dalam proses
sidik.

Jika dibandingkan dengan kasus tahun sebelumnya (2010, red) tambah
Wendry sebanyak 18 kasus dengan jumlah barang bukti sabu 7,43 gram,
ganja 2.070, 39 gram extacy tidak ada, dari 18 kasus semuanya P-21
(selesai, red).

Namun sampai saat ini, pihak polisi ketika dikonfirmasi belum
melaksanakan kerja sama intensif dengan Badan Narkotika Kabupaten
(BNK) Kabupaten Kuantan Singingi, bahkan sampai saat ini kapolres
mengaku belum pernah bertemu dengan ketua BNK Kuansing.

Meski demikian, tanpa koordinasi dengan BNK, pihaknya tetap menjadikan
narkoba menjadi prioritas utama pada tahun 2012 ini untuk
menyelamatkan generasi Kuansing termasuk aparat dari pegaruh
obat-obatan terlarang tersebut.

Bahkan saat ini, Sat Narkoba katanya telah memiliki pendanaan cukup
untuk melakukan operasi, padahal sebelumnya pendanaan itu menebeng
pada Sat Reskrim.

Berdasarkan catatan, pada tahun 2011 Sat Reskrim dan Sat Narkoba
Polres Kuansing telah berhasil menangkap salah seorang anggota DPRD
Kuansing yang sedang menggunakan mobil dinas DPRD tersebut di
Kecamatan Pangean, prestasi itu menjadi perhatian public beberapa
waktu lalu. (noprio sandi)

Teks foto
Jumpa pers-Kapolres Kuansing AKBP Wendry Purbyantoro, SH didampingi
Waka Polres Kompol Muhammadun, SH dan sejumlah perwira lainnya
membebarkan sejumlah kasus yang ditangani jajaran Polres Kuansing
selama tahun 2011 dan melakukan perbandingan dengan kejadian tahun
2010. Selanjutnya juga langsung mengatakan prioritas kerja mereka
tahun 2012 mendatang, Sabtu (31/12) di ruang rapat Mapolres Kuansing.