Rabu, 21 Maret 2012

Bupati Resmikan Pemakaian Kantor Cabang Bank Riau-Kepri Teluk Kuantan

Data 30 Januari 2012
Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis meresmikan pemakaian kantor cabang Bank Riau-Kepri Teluk Kuantan. Kantor ini merupakan pindahan kantor dari kantor lama menjadi kantor yang lebih representative.

Peresmian tersebut, Senin (30/1) dilangsungkan dengan penandatanganan MoU antara Bank Riau-Kepri dengan beberapa satker tentang rencana pembayaran gaji melalui bank itu, termasuk adanya penyerahan hadiah secara simbolis kepada pemenang undian, dan juga ada penyerahan lain kepada sejumlah kelompok masyarakat.

Ditempat itu, Bupati Kuansing H. Sukarmis mengaku tidak sabar ingin melihat kepindahan kantor bank itu ke kantor yang baru, namun sempat tertunda, dan setelah ditanya kepada pihak Bank Riau-Kepri, ternyata harus menunggu pengesahan dari Bank Indonesia (BI).

Dengan pindahnya Bank Riau-Kepri ke lokasi yang baru di Jalan Imam Munandar dari lokasi lama di Jalan Sudirman, maka lokasi Jalan Imam Munandar tersebut saat ini telah menjadi kawasan perbankan.

Sehingga Sukarmis mengaku sangat berharap kepada bank-bank yang lain untuk memindahkan banknya di lokasi tersebut, sehingga jika nanti kawasan itu telah sepenuhnya menjadi kawasan perbankan, pihaknya bisa menjadikan ruas jalan itu sebagai ruas jalan yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kuansing, dengan memasang portal, bagi mereka yang masuk harus membayar retribusi, ditambah agar lebih terjaga keamanan bank-bank tersebut.

Namun demikian, Sukarmis menyayangkan masih ada sejumlah ruko disekitar jalan tersebut yang hanya dipergunakan oleh pemiliknya untuk penangkaran wallet, sehingga terkesan seperti kota yang telah ditinggalkan dan menimbulkan bunyi bising.

Sehingga Sukarmis menekankan kepada Wakil Bupati Drs. H. Zulkifli, M.Si untuk segera mengambil tindakan terhadap penangkaran wallet yang tidak sesuai dengan kaedah-kaedah peruntukan bangunan.

Sementara itu, pihak Bank Indonesia Hari Utomo dalam kesempatan tersebut mengatakan dengan kepindakan kantor Bank Riau-Kepri Cabang Teluk Kuantan ini ditempat yang lebih representative, diharapkan berbagai pelayanan perbankan akan berjalan lebih baik, termasuk dalam hal penyaluran kredit ketengah masyarakat, karena saat ini, posisi Kabupaten Kuantan Singingi berada di posisi 11 (terakhir, red) dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Riau terkait penyaluran kredit.

Ditempat yang sama, Direktur Bank Riau-Kepri Ir. Erzon, MM dalam kesempatan tersebut mengatakan kantor Bank Riau-Kepri Cabang Teluk Kuantan saat ini memang lebih representative dibandingkan kantor yang lama.

dan saat ini bank yang dipimpinnya telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat termasuk menyediakan pendanaan untuk perumahan. (noprio sandi)

Limbah PKS Akan Diawasi

Data 29 Januari 2012
Badan Lingkungan Hidup Promosi dan Investasi (BLHPI) Kabupaten Kuantan Singingi secara intensif terus melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian lingkungan. Termasuk pengawasan terhadap limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

Rencana tersebut dikatakan Kepala BLHPI Indra Suwandy, ST, MT Jum’at (27/1) di ruang kerjanya. Pengawasan terhadap limbah ini juga telah dilakukan pada tahun 2011 lalu. “Pengawasan itu ada kita laksanakan setiap tahun, Cuma keterbatasan anggaran, keterbatasan personil,” keluhnya.

Pengawasan terhadap PKS sendiri menurut Indra dilaksanakan pihaknya tiga bulan sekali, dan kembali masalah keterbatasan menjadi kendala untuk kegiatan ini belum berjalan secara maksimal.

Makanya Indra berpendapat, dalam lingkungan kunci utama adalah kesadaran dari manusia itu sendiri, baik manusia di pabrik yang mengelola limbah, maupun masyarakat lainnya. “Jadi untuk menjaga lingkungan, pertama komitmen masyarakat, pemerintah .”Kalau kita berkomitmen semuanya itu, semuanya bisa kita laksanakan artinya sustainable development (pembangunan berkelanjutan) itu tetap bisa kita laksanakan,” klaimnya.

 Sedangkan terkait keluhan masyarakat di tahun 2011 atau tahun-tahun sebelumnya menyangkut limbah PKS ini Indra mengakui memang ada gejolak dimasyarakat, gejolak ini menurutnya bisa-bisa saja terjadi, karena kadang kala akibat curah hujan yang tinggi, kolam limbah PKS melimpah.

“Ada beberapa keluhan masyarakat tentang limbah, ada, itu bisa-bisa aja terjadi, misalnya hujan lebat, kolamnya penuh, bisa saja,” katanya seperti memberi toleransi. (noprio sandi)

Bupati Bertekad Raih Adipura

Data 29 Januari 2012
Bupati Kuantan Singingi H. Sukarmis menyatakan tekad kabupaten yang dipimpinya meraih Adipura. Tekad tersebut dioperatori oleh Badan Lingkungan Hidup Promosi dan Investasi dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Kehutanan, Dinas Peternakan, Satpol PP serta peran serta masyarakat.

Tekad bupati tersebut dikatakan Kepala Badan Lingkungan Hidup Promosi dan Investasi (BLHPI) Kabupaten Kuantan Singingi Indra Suwandy, ST, MT, Jum’at (27/1) di ruang kerjanya. “Tekad Bupati untuk menjadikan kota bersih, kini,” ungkap Indra.

Keikutsertaan BLHPI dalam mewujudkan tekad bupati tersebut menurut Indra sebagai coordinator dalam pelaksanaan, karena kota bersih tersebut merupakan program dari Kementrian Lingkungan Hidup. ‘Bukan program Dinas Pasar, kan tidak ada departemennya, Dinas Pasar ujung tombak di lapangan, andilnya cukup besar terhadap pelaksanaan Adipura ini,” kata Indra.

Selain Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan, pihak yang terkait lainnya menurut Indra Dinas Kehutanan, karena dalam salah satu penilaian perolehan Adipura itu ada penilaian terhadap hutan kota yang ada di Pulau Bungin.

“Kita sudah bentuk tim koordinasinya yang diketuai oleh Pak Wabub (Drs. Zulkifli, M.Si, red) Pembina Utama kita Pak Bupati,..Sekda, kita telah merencanakan, kerjakan sesuai dengan Tupoksinya (tugas pokok dan fungsi, red) dalam rangka menjadi kota sehat, Pasar, Kehutanan, Dinas Peternakan, kita minta ternak-ternak liar supaya ditertibkan, Satpol PP, ada tim koordinasinya, Insya Allah,” jelas Indra.

Dan yang paling pokok menurut Indra kesadaran dan peranan masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih, jika seandainya Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan berupaya untuk membersihkan kota, sementara masyarakatnya tidak sadar, tentu akan sulit juga. (noprio sandi)

Ternak Dalam Kota Akan Ditertibkan

Data 29 Januari 2012
Pemilik teknak yang biasanya membiarkan ternaknya berkeliaran di dalam Kota Teluk Kuantan, dalam waktu dekat tidak bisa lagi seperti itu. Pasalnya Dinas Peternakan Kuansing akan menertibkan ternak berkeliaran tersebut, karena telah meresahkan masyarakat, termasuk dalam upaya pencapaian Piala Adipura.

Rencana penertiban itu diungkapkan Kepala Dinas Peternakan Masri AS, SP Jum’at (27/1) di ruang kerjanya. “Secara insidentil, kita akan menertibkan ternak dalam kota, karena kita tahu ternak dalam kota ini mengganggu pekarangan masyarakat, kemudian tanaman masyarakat, itu telah kita sosialisasikan kepada masing-masing pemilik ternak dan melalui RPD (Radio Pemerintah Daerah, red), kita juga nanti bikin semacam himbauan kita mulai dari sekarang itu,” kata Masri.

 Dengan harapan, pemilik ternak yang berada di dalam kota agar memelihara ternak dengan baik, mengikat dan mengandangkannya ternak, sehingga tidak berkeliaran dipekarangan umum atau dilokasi-lokasi umum dalam kota.

Jika memang masih terjadi ternak tersebut berkeliaran dilokasi umum tersebut, Masri mengancam akan mengambil tindakan tegas. “Memang kita masukkan dalam kegiatan tahun 2012 Penertiban Ternak Rakyat yang khusus untuk fokus kita untuk dalam kota Teluk Kuantan, sekitar Kecamatan Kuantan Tengah, itu akan terkait dengan kita mencapai Adipura 2012,” katanya.

Apabila kegiatan nanti sudah berjalan tambah Masri, pihaknya akan turun dengan tim yang ada, termasuk jika perlu langsung dengan Bupati Kuantan Singingi. “Namun sebelum itu kita menghimbau kepada masyarakat tetap mengikat ternaknya, memang banyak ternak-ternak masyarakat yang masih berkeliaran itu,” ancam Masri.

Salah satu lokasinya menurut Masri, adanya ternak kerbau di Sport Centre yang masih berkeliaran, dan pihaknya kembali mengharapkan tidak ada lagi kondisi seperti itu lagi. “Jadi kalau memang masyarakat tidak mengindahkan itu, kita memang, kita tangkap nanti, razia, perlu kita tangkap,” ancamnya lagi.

Pengkapan itu katanya juga akan disertai denda, sesuai hasil rapat beberapa waktu lalu. “Terhadapternak yang ditangkap, sebagai contoh, kita menarok Rp 100 ribu satu hari untuk ternak besar, kalau tidak diambil dalam jangka 5 hari, sudah Rp 500 ribu, kan begitu, biaya pemeliharaan, kan kita perlu,” jelasnya.

Jadi diharapkannya dengan sangsi-sangsi seperti masyarakat akan bisa jera untuk melepaskan ternaknya didalam Kota Teluk Kuantan, setelah itu baru pihaknya akan menyebar ke kecamatan lain dimasa yang akan datang, meski beberapa Kacab Peternakan Cerenti, Kuantan Hilir, Kuantan Mudik, Singingi serta yang lainnya telah terlebih dahulu menerapkan sangsi tersebut. (noprio sandi)

Masyarakat Klaim PETI Banyak Manfaatnya

Data 27 Januari 2012
Masyarakat yang terlibat dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) mengkalim kalau aktivitas tersebut banyak manfaatnya. Namun ditinjau dari segi dampak lingkungan, dalam waktu dekat menguntungkan sebagaian masyarakat, namun jangka panjang sangat merugikan masyarakat banyak dan merusak lingkungan.

Salah pelaku PETI inisial Ks melalui selulernya beberapa waktu lalu mengatakan kalau PETI yang ada sekarang memberikan manfaat kepada masyarakat tempatan, karena mereka mengais rezeki dari aktivitas itu, sementara yang dijadikan pekerja memang orang dari luar.

Ks mengaku siap berdialog dengan semua pihak tentang manfaat atau mudarat dari PETI tersebut, dan mereka siap diundang untuk beradu argument, meski ada beberapa kalangan termasuk media terus memburu aktivitas PETI tersebut.

Terkait hal itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Promosi dan Investasi (BLHPI) Kabupaten Kuantan Singingi Indra Suwandy, ST, MT dimintai tanggapannya Jum’at (27/1) di ruang kerjanya tidak sependapat seperti yang diungkapkan pelaku PETI tersebut.

Jangka pendek, aktivitas PETI memang memberikan manfaat, tapi hanya kepada segelintir orang saja, namun dalam jangka panjang, aktivitas PETI ini dinilainya sangat merugikan masyarakat banyak. “Jangka pendek memang menguntungkan, jangka panjang…akan merusak,” tegasnya.

Indra tidak menapik, jika pertambangan ini dikelola dengan baik dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku, termasuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan, pertambangan ini akan memberikan manfaat. (noprio sandi)

Disnak Kuansing Lakukan Penggemukan Sapi

Data 27 Januari 2012
Dinas Peternakan Kabupaten Kuantan Singingi akan melakukan penggemukan sapi dalam kegiatan penjualan usaha produk daerah. Dengan harapan, hasil penggemukan itu bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Rencana penggemukan itu menurut Kepala Dinas Peternakan Masri AS, Jum’at (27/1) di ruang kerjanya dilaksanakan di UPT Teratak Air Hitam sebanyak 42 ekor sapi, kemungkinan bisa tiga kali panen dalam setahun.

Harapan dari penggemukan sapi ini kata Masri dijadikan sumber PAD, karena saat ini Pemkab Kuansing sedang giat-giatnya meningkatkan PAD tersebut, sesuai beberapa kali mengadakan hearing dengan DPRD.

“Yang penggemukan sapi termasuk penjualan usaha produk daerah, itu nanti akan kito cubo tahun 2012, mungkin minggu atau bulan depan kita akan coba lakukan tender, bulan April sesuai dengan bupati semuanya sudah ditender, karena itu memerlukan tender, sehingga dalam beberapa bulan setelah itu, penggemukan itu bisa kita pasarkan,” jelas Masri yang sebelumnya pernah menjabat Kabag Ekbang Setda.

Nanti, lanjut Masri, keuntungan penjualan akan dijadikan PAD, sementara modal yang ada akan dibelikan lagi ternak untuk digemukkan kembali.

Kemudian di lokasi UPT Teratak Air Hitam ini tambah Masri, pihaknya memiliki ternak untuk dibudidayakan, dan dia menilai kegiatan ini kurang efektif karena dinilai tidak berkembang dan tidak memberikan hasil yang signifikan

Sebagian dari budidaya itu memang telah diintensifkan terhadap ternak jantan, hasilnya cukup memuaskan, namun belum dipasarkan, pihaknya masih mengkaji bagaimana pengelolaan asset itu dengan benar.

“Kalau nanti itu dijual, ado legalitas produk yang harus kita siapkan dalam bentuk Perturan Bupati..Perda yang ada, terobosan-terobosan yang kita lakukan,” katanya. (noprio sandi)

PAD Pertambangan Cukup Menjanjikan

Data 26 Januari 2012
Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi tetap merasa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sector pertambangan cukup menjanjikan. Terlebih jika sejumlah Peraturan Daerah yang ada disahkan DPRD Kuansing. Termasuk Kuansing telah banyak belajar kepada daerah yang lebih dahulu memanfaatkan peluang itu.

Salah satu peluag tersebut, diantaranya belajar ke Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Dengan harapan kedepan, PAD pertambangan bisa ditingkat dan tidak menyalahi
regulasi yang ada, termasuk trik-triknya.

Usai mengunjungi Bungo, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Kuantan Singingi melalui Kabid Geologi dan Pertambangan Umum
Junaidi, ST belum lama ini di ruang kerjanya membeberkan hasil yang
didapat sepulangnya dari Bungo. "Sebenarnya ketua tim Pak Sumarli (mantan Kepala Dispeda, red) dari Dispenda, namun untuk data masalah pertambangannya memang ada disini," kata Junaidi.

Salah satu hasil yang diperlihatkan Junaidi, sebuah format surat
permohonan yang ditujukan kepada bupati Bungo dari perusahaan
pertambangan. "Jadi perusahaan pertambangan yang mengirim surat ke
bupati," katanya.

Dimana dalam surat tersebut diantaranya berguna untuk menyatakan
kesediaan perusahaan pertambangan untuk memberikan hibbah partisipasi
pembangunan kepada pemerintah kabupaten langsung ke rekening pemda.
"Jadi sangat kecil kemungkinan terjadi kebocoran," katanya.

Besarnya hibbah yang diberikan tambah Junaidi tergantung besarnya
jumlah produksi yang dikontrol dengan kartu kendali jika melalui
pos-pos pertambangan. "Jadi jumlahnya bisa dikontrol melalui kartu
kendali itu," katanya.

Untuk Kabupaten Kuantan Singingi sendiri menurut Junaidi sangat besar
potensi pertambangan yang ada mulai dari batu bara sampai kepada emas,
beberapa buah perusahaan pertambangan saat ini sudah ada yang memiliki
izin eksploitasi dan eksplorasi. "Namun dari sejumlah perusahaan,
tidak ada yang produksi sekarang, khusus batu bara, sehingga kita
merasa kesuilitan untuk menerapkannya di Kuansing," katanya pesimis.

Namun demikian, untuk kedepan lanjut Junaidi peluang untuk merebut PAD
dari hibbah partisipasi pembangunan itu terbuka lebar, karena beberapa
perusahaan pertambangan dalam waktu dekat ada yang akan produksi,
meski sempat terhenti beberapa waktu lalu. "Untuk target kita belum
berani berbicara," kata Junaidi. (noprio sandi)