Senin, 26 Maret 2012

Danramil Hijaukan Sekolah Bantuan PT Citra

Data 19 Februari 2012
Dalam rangka persiapan acara serah terima gedung baru PDTA/MDA Nurul Islam desa Kampung Baru Sentajo bantuan dari PT Citra Riau Sarana/CRS (Wilmart Group), Komite sekolah bekerjasama dengan pemerintahan desa menggelar gotong royong massal dan penghijauan Jum'at siang (17/2).
Tak tanggung-tanggung, gotong royong yang semula hanya diwajibkan bagi wali murid PDTA itu, dihadiri tokoh masyarakat desa Kampung Baru Sentajo yang juga ketua Bappeda Kuantan Singingi Hardi Yacub,SP,MSi. Bahkan camat Kuantan Tengah Efrizon Marzuki,AP,MSi, yang didampingi Sekcam Zulkaneri,S.Sos,MSi beserta para Kaur, Danramil Kuantan Tengah Kapt (Inf) Jufri.S beserta sejumlah anggota TNI lainnya juga hadir dalam gotong royong tersebut dengan membawa bantuan berupa ratusan pohon pelindung jenis Trembesi . Kehadiran rombongan yang langsung disambut Kades Syahruddin, ketua Komite Melhedi,SP,MSi dan sejumlah tokoh masyarakat tersebut sontak mengejutkan para wali murid.
Kontan saja, kehadiran Ketua Bappeda, Camat, Danramil dan para TNI tersebut membuat gotong royong makin meriah. Ditambah, didepan gedung baru PDTA/MDA hasil swadaya wali murid tersebut langsung dilakukan penanaman pohon pelindung oleh Ketua Bappeda Hardi Yacub,SP,MSi serta berturut-turut diikuti Camat Kuantan Tengah Efrizon Marzuki, AP,MSi, Danramil Kuantan Tengah, Kapt (Inf) Jupri.S dan rombongan. Tak hanya disekeliling pekarangan gedung baru PDTA, penanaman pohon Trembesi juga dilakukan di halaman gedung baru TK dan di sekeliling lapangan bola kaki milik PSKBS desa Kampung Baru Sentajo.
Ketua Bappeda, Camat dan Danramil Kuantan Tengah beserta rombongan, juga mengaku sangat tersanjung atas sambutan warga desa Kampung Baru Sentajo yang menyambut dengan makanan khas daerah Kuansing berupa Konji Anak Lobah (semacam bubur dari tepung beras yang ditumbuk disebuah lesung kayu dengan tangan dan diolah menyerupai anak lebah).
Ketua Bappeda Kuantan Singingi Hardi Yacub,SP,MSi didampingi camat dan Danramil Kuantan Tengah, Kades dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya usai gotong royong mengaku salut dengan swadaya masyarakat yang mampu membangun sekolah. Hardi Yacub berharap agar swadaya yang dilakukan komite sekolah PDTA Nurul Islam desa Kampung Baru Sentajo dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi PDTA lain untuk berswadaya membangun gedung sendiri. Sebab, terang adik kandung mantan Kadiskes Provinsi Riau dr H Taswin Yacub tersebut, baru desa Kampung Baru Sentajo yang memiliki gedung PDTA sendiri yang dibangun oleh komite sekolah. Selebihnya masih numpang di gedung SD atau gedung lainnya.
Untuk acara serah terima gedung baru PDTA/MDA bantuan PT Citra melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Community Development (CD) perusahaan ke komite sekolah, tambah Kades Syahruddin didampingi Ketua Komite Melhedi,SP,MSi dan Kepala PDTA Farida, direncanakan dalam waktu dekat sambil menunggu surat balasan yang dilayangkan Komite ke PT Citra. Sedangkan untuk peresmiannya ada yang mengusul disamakan dengan peresmian gedung baru TK yang letaknya berdampingan, tapi itu tergantung kesepakatan bersama, tegas Kades yang pernah berpelesiran ke Korea, Beijing, Hongkong dan Tembok Cina tersebut.(ependri)

Teks fhoto

Hardi-Ketua Bappeda Hardi Yacup, SP, M.Si berdialog dengan anggota TNI, upika, serta perangkat desa di Desa Kampung Baru Sentajo. (f.Ependri)

Hardi tanam-Ketua Bappeda Hardi Yacup, SP, M.Si menanam pohon pelindung di Sentajo akhir pekan lalu. (f.Ependri)

Sekda Menyayangkan Guru SMS Tidak Lazim

Data 17 Februari 2012
Sekda Kuansing Drs. Muharman, M.Pd menyayangkan ulah guru yang melakukan SMS tidak lazim tentang Bupati Kuantan Singingi H. Sukarmis. Walaubagaimanapun, bupati dinilai Muharman termasuk pembina kepegawaian juga.

Sangat menyayangkan tersebut terungkap oleh Muharman Jum’at (17/2) di ruang kerjanya ketika dimintai tanggapannya selaku pembina PNS dilingkungan Pemkab Kuansing terkait kasus guru yang telah dalam persidangan akibat me-SMS tidak wajar tentang Bupati Kuansing H. Sukarmis.

Muharman menilai, tindakan yang telah dilakukan guru tersebut ada unsure emosional, emosi itu terbangun karena terpengaruh pemilihan umum kepala daerah, maka terjadilah SMS yang ditujukan kepada bupati.

Bupati menurut Muharman dalam permasalahan ini tidak mengadukan guru yang bersangkutan ke aparat, namun yang mengadu Ketua PGRI Riau Isjoni, karena tak terima kata-kata dalam SMS tersebut tidak mencerminkan kata-kata atau kalimat seorang guru.

Padahal guru tersebut menurut Muharman kurang menyadari kalau seorang guru itu memiliki beberapa orang pejabat pembina, mulai dari Kepala Sekolah, Pengawas, Kepala Dinas Pendidikan, BKD, Sekda, bahkan ada yang lebih tinggi, bupati.

Bupati sendiri menurut Muharman merupakan pembina yang jabatannya sebagai pejabat politik, dan ternjadi sang guru me-SMS kepada bupati dengan kalimat yang tidak lazim, malah ada kata-kata “setan”.

Oleh sebab itu, dirinya sangat menyayangkan tindakan seorang guru me-SMS seorang bupati dengan kalimat yang tidak lazim tersebut. “Sangat menyayangkan,” katanya. (noprio sandi)

Sumur Pangean Positif Minyak

Data 17 Februari 2012
Sumur warga yang selama ini menjadi teka-teki, ternyata positif mengandung minyak. Kepastian itu setelah dilakukan uji laboratorium di labor Universitas Islam Riau (UIR). Untuk itu, Dinas Pertambangan dan Energi akan melakukan penelitian lanjutan dengan mensondir, jika memungkinkan, setelah itu akan dilaporkan ke pemerintah pusat.

Positifnya sumur warga di Desa Pembatang Kecamatan Pangean mengandung minyak ditegaskan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Ir. Mashuri In, Jum’at (17/2) di ruang kerjanya. “Uji kelayakan tahun iko, ekspansi, penelitian lebih lanjut, hasil penelitian awal data labor dari UIR, positif mengandung minyak,” terang Mashuri.

Setelah kepastian data dari labor Universitas Islam Riau (UIR) tersebut, maka pihaknya menurut Mashuri akan melakukan penelitian lanjutan, bahkan dana untuk penelitian ini telah tersedia pada tahun 2012 ini, item yang akan dilaksanakan diantaranya akan dilakukan penyondiran lokasi yang diduga memiliki kandungan minyak tersebut.

Penyondiran tersebut menurut Mashuri akan diketahui keberadaan minyak itu, terutama kedalaman minyak, bagaimana peluang potensi minyak itu jika ditambah serta berbagai data awal yang diperlukan untuk tindakan lebih lanjut.

Jika memang nantinya pontensi minyak yang ada di Desa Pembatang Pangean itu layak untuk dieksplorasi, pihaknya menurut Mashuri akan melaporkan kepada Pemerintah Pusat, sementara Pemkab Kuansing hanya menyiapkan data awal saja.

Jika nanti data awal telah disiapkan, maka terserah kepada pemerintah pusat, sumur atau lading minyak ada akan diapakan, karena kewenangan gas dan minyak bumi ada di pemerintah pusat, sementara Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi memiliki kewenangan untuk jenis bahan tambang batuan seperti batu bara serta bahan tambang lainnya.

Terkait pemilik sumur minyak yang sudah mengeluh atas tidak ada kepastian hasil sumur minyak tersebut, Mashuri menyarankan kepada pemilik, jika ada yang datang bermaksud mau meneliti atau dengan berbagai alasan, sebaiknya ditanyakan identitasnya.

Ditempat terpisah, Sekda Kuansing Drs. Muharman, M.Pd menanggapi sumur minyak yang ada di Desa Pembatang Pangean, jika memang nantinya sumur itu mengandung potensi minyak memang akan melaporkan kepada pemerintah pusat.

Melaporkan kepada pemerintah pusat menurut Muharman, bukan serta merta sumur minyak tersebut menjadi kewenangan pusat, daerah dinilainya juga bisa mencari investor yang bekerja sama dengan Pemkab Kuansing.

Dengan demikian, jika memang benar nantinya, Kuansing akan tergolong daerah penghasil minyak bumi, otomatis juga akan mendapatkan dana bagi hasil minyak guna mendongkrak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kuantan Singingi. (noprio sandi)

Guru Diharapkan Kembali Kecitaranya

Data 17 Februari 2012
Guru yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi diharapkan kembali kecitranya, bahkan guru sesuai fitrahnya bermartabat, suritauladan yang harus ditiru. Jika ada aspirasi yang akan disampaikan, harus sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Harapan tersebut dikatakan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jomaris, S.Pd, Sabtu (17/2) di ruang kerjanya, harapan itu terkait adanya guru yang telah mencemarkan nama baik Bupati Kuansing H. Sukarmis, bahkan telah sampai ke meja persidangan.

Jomaris juga megnharapkan kepada sejumlah guru yang ada permasalahan masa lalu, agar melupakan saja dan kedepan harus memiliki kepribadian yang santun, termasuk jika ada aspirasi yang akan disampaikan.

Aspirasi tersebut diharapkan juga disampaikan melalui organisasi guru yang resmi (PGRI, red), mulai dari tingkat kecamatan sampai kepada tingkat yang lebih tinggi, kalau bisa terlebih dahulu lakukan dengan pendekatan yang persuasive.

Bagiamanapun, guru dan pemerintah menurut Jomaris saling membutuhkan, pemerintah butuh guru sebagai unjung tombak di lapangan dalam mencerdaskan masyarakat, sementara guru juga butuh pemerintah.

Ketika ditanya kesiapan PGRI dalam menyikapi aspirasi anggota, Jomaris akan menyalurkan aspirasi guru, tapi sebelumnya semua pihak harus saling koreksi diri jangan dengan penuh rasa emosional.

Terkait kasus guru yang telah me-SMS kasar terhadap Bupati Kuansing H. Sukarmis, Jomaris memastikan permasalahan itu tidak dibonceng oleh kepentingan politik. “Saat ini tidak dibonceng, murni pendapat masing-masing, saya lihat cara menyampaikannya,” tegas Jomaris. (noprio sandi)

Satu Kantor Camat Bertingkat Di Kuansing

Data 17 Februari 2012
Pembangunan diberbagai bidang kurang menunjukkan hasil menggembirakan di Kabupaten Kuantan Singingi. Pasalnya, kantor camat saja, baru satu kantor yang bertingkat, itupun dibangun menggunakan dana dari Pemerintah Provinsi Riau.

Satu-satunya kantor camat yang beritingkat di Kabupaten Kuantan Singingi hanya Kantor Camat Cerenti, itupun dibangun dengan dana dari Pemerintah Provinsi Riau, bukan dari dana Kabupaten Kuantan Singingi.

Sementara itu, untuk Kantor Camat Kuantan Tengah yang berada di pusat ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi kantor camatnya cukup sederhana, tidak bertingkat, dan beberapa waktu lalu hanya dilakukan rehab-rehab untuk bagian atas.

Rehab yang sama juga dialami Kantor Camat Singingi Hilir, direhabpun tidak dilakukan penambahan bangunan secara bertingkat, saat direhab,  aktivitas kantor camat dipindahkan ke gedung serbaguna, kebetulan berada disebelah kantor itu.

Ironisnya, Kantor Camat Singingi Hilir ini lebih jelek dibandingkan Kantor Desa Tanjung Pauh, kantor desa ini telah bertingkat, ternyata juga buka bantuan dari Pemkab Kuansing melainkan swadaya masyarakat desa itu sendiri.

Kantor-kantor camat lainnya, Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, Benai, Logas Tanah Darat, Pangean dan Inuman, kantor camatnya masih sangat sederhana hasil pembangunan ketika Kuansing dipimpin Drs. H. Asrul Ja’afar.

Kemudian dari pada itu, untuk Kantor Camat Kuantan Hilir, telah diakukan rehab total, jumlah ruangan telah diperbanyak, luasan bangunan juga telah ditambah, cat serta yang lainnya menjadi agak representative, namun kantor camat ini tidak juga bertingkat, padahal tanah dilokasi ini semakin sempit. (noprio sandi)

Teks fhoto
Cerenti-Kantor Camat Cerenti, satu-satunya kantor camat yang bertingkat di Kabupaten Kuantan Singingi. Ini menandatakan pembangunan dibidang pemerintahan untuk pelayanan masyarakat kurang mendapat perhatian pemerintah. (f.Noprio)

Pasar Benai Semberaut

Data 17 Februari 2012
Pasar Benai setiap hari Kamis terlihat semberaut. Kesemrautan itu dikarenakan sejumlah pedagang dan kendaraan yang parkir menggunakan bahu jalan. Otomatis kondisi ini menyebabkan kemacetan.

Berdasarkan pengamatan, Kamis (16/2) di Pasar Benai, sejumlah pedang mulai pagi hari telah menggelar dagangannya menggunakan bahu jalan, jualan mereka diantara buah-buahan seperti durian serta hasil alam lainnya.

Tidak hanya hasil alam yang dipajangkan di bahu jalan, sebuah merek sepeda motor juga terlihat membuka stand di bahu jalan itu, disertai beberapa buah contoh kendaraan yang dipamerkan.

Bahu jalan di pasar ini juga dipergunakan oleh pengendara sepeda motor dan mobil memarkir kendaraannya di bahu jalan, pasar yang sudah melimpah sampai ke jalan, diperparah oleh kendaraan yang parkir.

Otoamatis kondisi ini membuat kendaraan yang lalu lalang rela agak berlama-lama, karena harus hati-hati menghadapi ruas jalan yang telah sempit dan ramainya masyarakat yang lalu lalang.

Sejumlah bahu jalan yang dipergunakan juga terjadi pada persimpangan sekitar Pasar Benai, kondisi ini agak membahayakan bagi pengendara yang keluar masuk ruas jalan ini, bahkan untuk kendaraan berat kondisi ini sangat sulit untuk melewatinya.

Tidak ada pengaturan lalu lintas baik dari Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi, dari aparat kepolisian, maupun dari pihak kecamatan yang telah diberi kewenangan untuk mengelola pasar kecamatan.(noprio sandi)

Teks foto
Pasar benai-Pasar Benai semakin hari semakin semraut. Semenjak pelimpahan kewenangan pasar kepada pihak kecamatan, kondisinya semakin parah. (f.Noprio)

Empat Kali Ditinjau, Sumur Minyak Belum Ada Kejelasan

Data 16 Februari 2012
Empat kali ditinjau pihak swasta, pemerintah bahkan perguruan tinggi, sumur minyak yang ada di Desa Pembatang Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi belum ada kejelasan. Pemilik sumur mulai merasa gerah dan mengancam akan menutup sumur atas kunjungan berbagai pihak untuk meneliti.

Tidak adanya kejelasan itu dikatakan Kepala Desa Pembatang Kecamatan Pangean Hardi Samita, Kamis (16/2) melalui selulernya, karena telah dtinjau sampai empat kali. Kondisi ini menjadi tanda tanya bagi masyarakat serta pemilik sumur itu.

Empat kali pihak yang mengunjungi itu jelas Hardi Samita, pihak Caltex (Cevron, red), Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kuantan Singingi, pihak swasta yang tidak diketahui namanya (perusahaan minyak juga, red), dan terakhir kunjungan dari perguruan tinggi Universitas Islam Riau (UIR).

Karena telah sering dikunjungi oleh pihak yang mau melakukan penelitian kepada sumur milik warga tersebut, warga pemilik sumur itu menurut Hardi Sasmita mulai merasa kesal, bahkan dia telah mengancam jika tidak juga kejelasan hasil dari berbagai penelitian itu, sumur minyak itu akan ditutupnya untuk berbagai alasan termasuk pihak yang mau melakukan penelitian.

Makanya, pihaknya berharap kepada pihak-pihak yang telah melakukan penelitian terhadap sumur minyak itu agar memberitahukan masyarakat terutama pemilik sumur itu tentang hasil penelitian itu.(noprio sandi)