Kamis, 13 Oktober 2011

Pembangunan Rumah Layak Huni Menuai Masalah

Maksud pemerintah memperbaiki kehidupan masyarakat melalui program rumah layak huni ternyata tidak berjalan mulus. Pasalnya beberapa rumah di dua desa tersandung kasus tidak selesainya rumah itu, dan tengah ditangani pihak kejaksaan.

Pembangunan rumah layak huni tersebut menurut Wakil Bupati Drs. H Zulkifli, M.SI dalam sambutannya ketika melantik kepala desa di Kecamatan Kuantan Mudik, Kamis (13/10), merupakan hibah dari pemerintah daerah kepada masyarakat melalui OMS.

“Untuk desa-desa yang belum menyelesaiakn untuk tahun 2010 diharapkan segera menyelesaikan. Karena hal ini akan dipertanggungjawabkan kepada negara, khusus yang berkasus, Ibul, ada 7 rumah, kasusnya sudah diangkat di kejaksaan, sangat disayangkan, ada itikat baik membantu masyarakat miskin, kena kasus disana. Kami mohon, kerjakan, selesaikan secepatnya,” kata Zulkifli.

Camat dimintanya untuk memantau ke lapangan, karena jangan karena uang Rp 5 juta, Rp 10 juta, ada yang tersandung nantinya, karena pekerjaan itu tergolong sedikit, ada Rp 5 juta, ada yang Rp 3 juta  dan ada yang Rp 2 juta.

Meski nilainya kecil, Zulkifli menilai dalam kasus itu, bukan melihat nilainya, tetapi yang ditinjau dari segi hokum perbuatannya. “Jadi kepada kepala desa kami ingatkan, kalau yang akan datang, pemberdayaan, tolong diseriuskan, ini amanah yang harus kita jalankan, karena amanah akan diiringi dengan sangsi, jika amanah tidak kita jalankan, maka sangsi akan kita terima, “ terangnya.

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi tambahnya setelah melakukan pengecekan seandainya bisa masih dalam tahap-tahap pembinaan, akan dilakukan pembinaan dalam waktu beberapa hari ini, karena dikabarinya pihak kejaksaan telah membentuk tim juga. “Karena, mengapa kita mempersulit diri kita sendiri, karena kalau sudah masuk kasus pidana, bukan nilai lagi, tapi perbuatannya. Dan untuk seluruh kepala desa, Desa Saik, masih ada pekerjaan sedang berjalan, tolong diselesaikan. Nanti kalau dipanggil ke kejaksaan, berulang-ulang ke kejaksaan itu, biaya juga,” katanya.

Namun dalam hal ini, Zulkifli masih melihat, dari 120 rumah yang kita kerjakan di Kabupaten Kuantan Singingi ini, di Ibul tidak seratus persen tidak dikerjakan, 7 rumah yang tidak dikerjakan nilainya Rp 5 juta, Rp 3 juta, Rp 2 juta. Mudah-mudahan dalam waktu yang pendek ini, bisa dikonsultasikan dengan kabag hukum, tidak menjadi masalah pidana, sementara binaan pemerintah hanya sampai disitu.

Kalau lah masuk pidana tambah Zulkifli, tentu pihak Pemkab Kuansing tidak bisa lagi ikut campur, bukan berarti pemerintah daerah tidak melindungi. “Itu bagian dari proses hukum. Jadi termasuk Saik, karena Saik belum masuk kasus, tolong kepala desa. Tidak banyak, ada pintunya yang belum dipasang, plesternya…..ada beberapa meter yang belum diplester,” harapnya.

Keseriusan camat diharapkan dalam membina kepala desa dasn masyarakatnya, yang diharapkan jangan ada satu orangpun warga yang masuk dalam kasus-kasus pidana ini. “Anak kita korban, keluarga kita korban,” pesannya sembari mengisyaratkan kalau desa lain, dengan dana yang sama, bisa menyelesaikan mengapa dua desa tersebut bisa terjadi kasus, ini menandakan selama ini kepala desa tidak sidiq, tidak amanah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dipercayai oleh negara kepadanya.(noprio sandi).

Wakil Bupati Lantik Tiga Kades Di Kuantan Mudik

Wakil Bupati Kuantan Singingi Drs. H. Zulkifli, M.Si melantik tiga orang kepala desa di Kecamatan Kuantan Mudik. Pelantikan itu diiringi juga pemberian ucapan selamat kepada mantan kepala desa.

Pelantikan Kamis (13/10) itu sesuai dengan surat keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor kpts.201/VIII/2011 tertanggal 25 Agustus 2011 atas Juliadi menjadi Kepala Desa Pebaun Hilir, Edi Rusdianto jadi Kepala Desa Air Buluh dan Adirus menjadi Kepala Desa Aur Duri.

Dalam sambutan tertulis Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis yang dibacakan Zulkifli disebutkan kalau dikaji proses pemberdayaan desa selama ini dibidang sosial, ekonomi maupun politik, belum sesuai dengan prinsip keadilan.

Factor dari luar yang bisa mempengaruhi kemajuan masyarakat desa diantaranya factor kebijakan pemerintah dalam memberikan bantuan pembiyaan, serta bantuan infrastruktur sampai kepada pembangunan rumah layak huni. Factor dari dalam  berupa adapt dan kebiasaan, sikap mental.

Dari factor ini, pemerintah akan merumuskan kebijakan, salah satu program strategis yang akan dilaksanakan pembangunan infrastruktur desa yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan.

Terkait pelantikan kepala desa, dikatakan, kepala desa memiliki tanggung jawab yang sangat berat, juga harus mengembangkan budaya menampung aspirasi masyarakat yang demokratis, ciptakan suasana yang sejuk dan kondusif, menjaga hubungan yang baik dengan lembaga lain ditingkat desa, maupun masyarakat, serta mengupayakan pemecahan masalah dengan pihak kecamatan. (noprio sandi)

Teks fhoto
Lantik-Wakil Bupati Kuantan Singingi Drs. H. Zulkifli, M.Si menyalami mantan kepala desa, setelah melantik kepala desa Aur Duri, Pebaun Hilir dan Air Buluh, Kamis (13/10) di halaman kantor camat Kuantan Mudik. (noprio sandi)

Sekwan Ngaku Sudah Undang Pendiri Kuansing

Teluk Kuantan-Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan) Kuansing mengaku telah mengundang sejumlah pendiri Kuansing. Namun dimana menyangkutnya, belum diketahui sama sekali.

Pengakuan itu dikatakan Sekwan Firdaus Bahar, S.Pd, Kamis (13/10) usai acara pelantikan sejumlah kepala desa di halaman kantor camat Kuantan Mudik. Ditegaskan, nasi telah disiapkan sesuai porsi makanan termasuk makanan lainnya.

Waktu itu tambahnya ada salah satu orang tua pejabat di Sekwan yang meninggal dunia, sehingga pihaknya belum sempat mengecek. Bahkan Firdaus menimbali kalau nasi yang disiapkan banyak berlebih, termasuk prasmanan disediakan untuk 400 orang dengan total seribu undangan.

Termasuk undangan untuk pendiri Kuansing, pihaknya juga telah menyiapkan undangan itu. “Sudah diundang, sampai atau tidak saya belum cek, “ kata Firdaus.

Termasuk undangan bagi tokoh pendiri Mardianto Manan, dimana saat itu diakui Firdaus kalau Mardianto Manan memang menelponya. “Mardianto Manan nelpon saya, saya telpon balik, tidak aktif, ya betul, saya telpon balik, ada sms malah dia, apo kabar lu, tadi lagi nelpon…saya telpon balik, dia ndak mengangkat, rupanya sedang nelpon,” kata Firdaus. (noprio sandi)

HUT Kuansing ke 12, Tokoh Pendiri Tak Diundang

Peringatan HUT Kuansing ke 12 dicoreng oleh tidak diundangnya sejumlah pendiri Kuansing. Padahal sebelumnya sejumlah pendiri ikut diundang. HUT Kuansing dilaksanakan dengan upacara di Lapangan Limuno dan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kuansing.

Pendiri Kuansing, tidak terlihat sejak upacara Rabu (12/10) di lapangan Limuno Teluk Kuantan, dimana dalam upacara ini bertindak sebagai komandan upacara Erdiansyah, S.Sos (Kakan Satpol PP), inspektur upacara Bupati Kuansing H Sukarmis.

Sebelum inspektur menyampaikan amanat, Ketua DPRD Muslim, S.Sos membacakan visi dan misi Kabupaten Kuantan Singingi, untuk visi dengan singkatan Kuansing Bercahaya, dan misi ada 10 point hampir sama dengan misi Sukarmis-Zulkifli ketika dalam pencalonan bupati dan wakil bupati.

Pendiri Kuansing ternyata juga tidak terlihat di Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kuansing, padahal tahun-tahun sebelumnya, sejumlah pendiri Kuansing ikut hadir dalam paripurna itu.

Dalam paripurna tersebut, Ketua DPRD Kuansing Muslim, S.Sos masih memberikan harapan perbaikan kedepan kepada pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam berbagai bidang, dan yang terbesar harapan tertumpu pada kemajuan bidang agro bisnis, perkebunan, tanaman pangan dan holtikultura, karena Kuansing merupakan daerah yang cocok untuk perkebunan, kelapa sawit dan karet.

Sementara itu, Bupati Kuansing H Sukarmis dalam pidatonya mengatakan tahun ini pihaknya kembali memperingati hari jadi Kabupaten Kuantan Singingi ke-12, walaupun disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang lain. ‘Kita tetap melaksanakan momen berharga ini, setiap tahunnya seperti apa yang kita laksanakan,” katanya.

Sukarmis sempat mengajak yang hadir untuk merenung, bertafakur serya berdoa untuk para tokoh pendiri/pejuang Kuansing yang telah meninggal dunia, dan berharap kepada yang masih hidup sekarang diberikan kekuatan untuk meneruskan cita-cita perjuangan mereka.

Namun demikian, tokoh pendiri Kuansing yang masih hidup Mardianto Manan, ST, MT ketika dihubungi mengaku tidak diundang oleh panitia peringatan hari jadi Kuansing, termasuk tokoh pendiri lainnya, baik yang berada di Pekanbaru maupun yang berada di Jakarta. Padahal tahun-tahun sebelumnya, sejumlah pendiri Kuansing termasuk dirinya diundang sejak awal peringatan hari jadi.


Mardianto memprediksi ini ada pengaruh pemilihan umum kepala daerah beberapa waktu lalu. Mardianto sangat menyayangkan, bahkan dia sempat menelpon kepada Wakil Bupati Drs. H. Zulkifli, M.Si mengapa pendiri Kuansing tidak diundang, dikatakan kalau agenda itu dari DPRD, di telpon Ketua DPRD Muslim, S.Sos dan juga ditelpon Sekwan Firdaus Bahar juga tidak memberikan jawaban yang sebenarnya, termasuk dia menelpon Asisten I Drs. Syoffaizal, M.Si.

Malah Mardianto juga memprediksi telah terjadi semacam gerakan moral dari pejabat tertentu untuk tidak mengundang pendiri Kuansing, padahal hari jadi atau hari lahir menurutnya harus diperingati oleh siapa yang melahirkan (pendiri, red) itu yang memperingati, bukan pejabat.

Mardianto mengaku masih terngiang ditelinganya pidato Samad Taha salah satu tokoh pendiri yang dituakan saat pembentukan Kabupaten Kuantan Singingi, kalau pendirian Kuansing dilatarbelakangi oleh kondisi masa lalu, dimana saat itu pemimpin tidak bisa ditegur, tidak bisa memperjuangkan hak ulayat, jauh dari pusat pemerintahan serta berbagai pesan lainnya.

Namun kondisi Kuansing setelah pemekaran saat ini dinilainya semakin parah, bahkan tindakan yang dilakukan pejabat Kuansing sudah keterlaluan. Bahkan Mardianto Manan berani mengatakan kalau Sukarmis sendiri tidak terlibat dalam pendirian Kuansing dimasa lalu, namun kalau Wakil Bupati Drs H Zulkifli, M.Si memang terlibat, karena sama-sama berada di komisi II waktu itu dengan Mardianto Manan.

Dalma pada itu, Andi Nurbai, anggota DPRD Kuansing menilai tidak diundangnya pendiri Kuansing dikarenakan kelalaian panitia, dia sangat menyayangkan pendiri Kuansing tidak diundang, karena pendiri ini sangat mengetahui sejarah berdirinya Kuansing.

Tapi ternyata sesuai dengan pernyataan sejumlah pendiri, mereka tidak diundang, jadi Andi merasa prihatin terutama kepada panitia, Sekretaris DPRD. (noprio sandi)

Teks fhoto
Bupati Kuansing H Sukarmis bersalaman dengan sejumlah undangan usai Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kuansing, Rabu (12/10). (noprio sandi)