Jumat, 30 September 2011

Sukarmis Bangkitkan Semangat Gotong Royong

TELUKKUANTAN-Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis kembali membangkitkan semangat gotong royong ditengah masyarakat. Membangkitkan itu ditandai dengan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke VIII tingkat kabupaten yang dipusatkan di Desa Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir.

Sukarmis yang datang Kamis (29/9) ke lokasi mengenakan kaos kuning tersebut didampingi Ketua DPRD Muslim, S.Sos, Wakil Bupati Drs. Zulkifli, M.Si, Sekda Drs. Muharman, M.Pd serta istri-istri mereka.

Dalam sambutannya, Sukarmis mencontohkan semangat gotong royong telah ada sejak zaman dahulu yang disebut “batobo” untuk membuat jalan, jembatan kayu, rumah ibadah, sampai kepada rumah masyarakat yang kurang mampu.

Langkah kongkrit untuk membangkitkan semangat gotong royong itu tambah Sukarmis dengan peringatanan BBGRM ke VIII secara serentak di Indonesia, kalau tingkat nasional di Provinsi Jawa Barat, tingkat Provinsi Riau di Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan sedangkan di Kabupaten Kuantan Singingi di Desa Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana BBGRM ke VIII H. Assaruddin, S.Sos  mengatakan maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut guna menumbuhkembangkan dan melestarikan nilai-nilai kegotongroyongan.

BBGRM tambah Assaruddin disamakan dengan peringatan Hari Keluarga ke XVIII yang diikuti dengan berbagai kegiatan diantara pelayanan KB gratis, sunatan missal, pengobatan gratis, bedah rumah atas nama Hadiah di Desa Koto Baru dan Masrifah di Desa Simpang Raya, gotong royong pembuatan Play Group di Koto Baru serta hiburan kayat dan orgen tunggal.(Noprio Sandi)

BBGRM-Bupati Kuansing H Sukarmis menyalami Kades Koto Baru sebelum acara BBGRM ke VIII dan Hari Keluarga ke XVIII di Desa Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir, Kamis (29/9). (noprio sandi)

Cek tensi darah-Masyarakat yang mau berobat gratis pada peringatan BBGRM ke VIII dan Hari Keluarga ke XVIII perlu cek tensi terlebih dahulu, tampak seorang perawat tengah mengukur tensi masyarakat, Kamis (29/9). (noprio sandi)


Sunatan missal-Seorang anak tengah disunat pada peringatan BBGRM ke VIII dan Hari Keluarga ke XVIII, Kamis (29/9) di Desa Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir. (noprio sandi)

KPAID Kuantan Singingi Dikukuhkan

Teluk Kuantan,- 7 anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) kabupaten Kuantan Singingi akhirnya resmi dikukuhkan Wakil Bupati Kuantan Singingi Drs H Zulkifli,MSi Senin (19/9) pukul 12.00 wib di gedung Kesenian Narosa Teluk Kuantan setelah melalui proses seleksi yang panjang sejak 6 bulan yang lalu.

Ke 7 anggota KPAID yang dikukuhkan dengan SK Bupati nomor Kpts 189/VIII/2011 tanggal 15 Agustus 2011 tersebut masing-masing Bachtiar Shaleh, SAg,MH, Defi Sartika Sari, Marsanul, Lidusyardi, Sandis Mitra, Suburman,SH, Wighati Iswandiari,ST,MT. Dari nama tersebut, Wighati Iswandiari,ST,MT juga merupakan anggota KPAID pada periode sebelumnya.

Ketua Tim Seleksi KPAID, Dr Yusri Rasul, ST, MT dalam sambutannya menyebutkan kalau komposisi keanggotaan KPAID terdiri dari 7 unsur masing-masing unsur Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat/Adat, Pers, LSM atau Lembaga pemerhati anak seta unsur Swasta. Tim Seleksi bertugas menyampaikan 14 nama hasil seleksi sesuai unsurnya untuk disampaikan ke DPRD melalui komisi A. Setelah itu, Komisi A melakukan lagi proses seleksi untuk dijadikan 8 orang dan disampaikan ke Bupati dan Bupati menetapkan 7 orang untuk ditetapkan menjadi anggota KPAID terpilih sesuai unsur yang diamanatkan UU No.23 tahun 2003.

Yusri juga sangat berharap KPAID sebagai lembaga independen harus mampu menjadi mitra masyarakat, pemerintah dan tempat mengadunya masyarakat yang tersandung kasus anak. Untuk itu KPAID sangat perlu menjalin kerjasama dengan Kepolisian, Kejaksaan, Dinas Pendidikan dan sejumlah instansi lain yang kinerjanya terkait dengan permasalahan anak dan masalah sosial lainnya sesuai dengan UU No.23/2003.
Acara yang sempat tertunda 2 jam tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD, Sardino,Amd, Asisten I Drs Syoffaizal,MSi, Ketua Komisi A, Andi Putra dan anggota DPRD lainnya Andi Nurbai,SP dan Gunarto serta sejumlah pejabat penting lainnya dilingkungan Pemkab Kuansing.

Wabup Drs H Zulkifli,MSi dalam pengarahannya mengingatkan anggota KPAID yang baru dikukuhkan untuk memahami tugas utama lembaga tersebut dan harus mampu meminimalisir terjadinya kekerasan emosional atau verbal seperti kebiasaan orang tua dalam membentak anak, kekerasan lain seperti mempekerjakan anak, menelantarkan anak dan yang akhir-akhir ini selalu mencuat yaitu kekerasan seksual, eksploitasi anak, menjual anak dan lain-lain.

Mantan Sekda itu juga mengingatkan KPAID untuk sesegera mungkin memulai melakukan sosialisasi dan advokasi ke masyarakat dan ke instansi terkait, mengumpulkan data tentang pelanggaran terhadap anak, memfasilitasi pengaduan dan pelayanan terhadap kasus anak.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sardiono yang juga Ketua KNPI Kuantan Singingi mengaku bangga karena yang menjadi anggota KPAID sebagian besar adalah pengurus KNPI. Artinya secara kualitas pengurus KNPI cukup baik. Namun Sardiono mempertanyakan perwakilan dari unsur Pers seperti yang diamanatkan UU tidak ada. Mestinya jelas Sardiono, mengacu kepada UU, satu dari anggota KPAID adalah unsur Pers, tapi kok nggak ada, apakah itu tak menyalahi UU, ulasnya balik bertanya.(Berita Ependri)

Senin, 26 September 2011

PNS Perjuangkan Nasib, Melawan Penguasa Zalim

TELUKKUANTAN-Sejumlah PNS dilingkungan Pemkab Kuansing memperjuangkan nasib mereka. Perjuangan tersebut melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) melalui tahapan sidang perdana Senin (26/9/2011) dan Komisi A DPRD Provinsi Riau.

Sebelum pergi ke Pekanbaru, Minggu (25/9) sejumlah PNS berkumpul disalah satu kedai papan di Jalan Rustam S. Abrus Teluk Kuantan, kemudian menggunakan 10 buah mobil mereka berangkat secara kompoi.

Dalam perjalanan, rombongan ini berhenti di salah satu pedagang kelapa muda pinggir jalan di Desa Tanjung Pauh Kecamatan Singingi Hilir, mereka minum kelapa muda bersama sembari mulai membentangkan spanduk berisikan kata-kata “Bupati Kuantan Singingi Stop Kezaliman dan Kesewenang-wenangan Mu’ dan spanduk pertuliskan “Bupati Kuantan Singingi Perlakukan Kami Secara Manusiawi”.

Pembentangan spanduk ini, sempat menarik perhatian pengendara yang lewat diruas jalan ini, baik yang datang dari arah Pekanbaru maupun yang datang dari Teluk Kuantan, karena spanduk itu dipasang sengaja untuk mudah dibaca oleh yang lewat.

Usai beristirahat sejenak, mereka secara bersama meneruskan perjalanan ke Pekanbaru, memasuki waktu malam berkumpul di rumah Ir. H. Helfian Hamid, M.Si setelah sampai di Pekanbaru, mereka kembali mengadakan pertemuan dengan beberapa tokoh serta mematangkan persiapan menghadapi PTUN Pekanbaru dan Komisi A DPRD Provinsi Riau.

Pagi (26/9), satu persatu mobil berisi PNS Kuansing mengenakkan pakain KORPRI datang ke PTUN Pekanbaru, mereka sempat menunggu, karena belum juga dimulai sidang perdana yang dinanti-nantikan.

Sebelum sidang, dua buah spanduk yang telah mereka bawa tadi kembali dibentangkan di pagar PTUN Pekanbaru, sehingga menarik perhatian jurnalis TV nasional, serta wartawan dari berbagai media cetak, elektronik serta online di Provinsi Riau.

Sidang digelar, PNS masuk ke ruang sidang, kemudian pihak PTUN menutup pintu dan melarang kalangan jurnalis untuk masuk, sembari mengatakan sidang tertutup. “Kalau mau jelasnya silahkan datang ke humas,” kata penjaga itu.

Belasan wartawan yang telah menuggu dari pagi berbondong-bondong menyerbu ruang humas PTUN Pekanbaru, Husein Amin Efendi sang humas mengatakan kalau persidangan perdana atau pada tahap perbaikan berkas perkara memang tertutup, nanti kalau sudah pembuktian atau persidangan lanjutan baru sidang tersebut terbuka untuk umum.

Mendapatkan penjelasan seperti itu, sejumlah wartawan menerima, namun mereka tidak patah arang, jurnalis tersebut berusaha mengambil gambar melalui celah-celah ruang sidang utama dalam persidangan penggugat atas nama Ir. H. Helfian Hamid, M.Si sedangkan yang tergugat Bupati Kuantan Singingi.

Usai sidang, penggugat Helfian Hamid didampingi pengacaranya Indra Jaya, SH memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang menyatakan materi gugatan mereka terkait pembatalan 2 buah SK bupati Kuantan Singingi terkait

Dalam persidangan perdana tersebut dijelaskan Helfian, pihak hakim memerintahkan kepada penggugat untuk membenahi berbagai materi gugatan, karena tahapan persidangan di PTUN Pekanbaru memang demikian.

Setelah itu, sejumlah PNS kembali membentang spanduk di halaman PTUN Pekanbaru sambil berjalan secara bersama menuju luar pagar sambil meneriakkan meminta keadilan ke PTUN Pekanbaru serta meluapkan kekecewaan mereka terhadap kebijakan Bupati Kuansing H  Sukarmis.

Usai di PTUN Pekanbaru, rombongan bergerak menuju kantor DPRD Provinsi Riau, ternyata mereka telah ditunggu Komisi A untuk mengadakan audiensi. Komisi A itu telah ada ketuanya Bagus Santoso anggota lainnya Asrul Ja’afar, Jabarullah, Zulkarnain Nurdin, SH, MH, Elly Suryani, Masnur dan Zukri.

Diruang komisi A, terjadi dialog hangat, dari perbagai pembicaraan, Bupati Kuansing H Sukarmis disudutkan akibat kebijakan yang telah dibuatnya di Kuansing, bahkan mantan Bupati Kuansing H Asrul Ja’afar yang kebetulan sekarang menjadi anggota Komisi A dari Partai Demokrat ketika diberi kesempatan berbicara mengatakan kalau keprihatinan yang menimpa PNS Kuansing juga menimpa dirinya.

Dimana anak dan menantu Asrul Ja’afar juga diperlakukan tidak manusiawi, Asrul curhat, anaknya sendiri Meisi, magister Planologi ITB Bandung yang sebelumnya pejabat eselon IV di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang malah dipindahkan menjadi staf di kantor camat Benai, termasuk menantunya yang juga diperlakukan tidak menyenangkan lebih dulu.

Yang mengggelitik Asrul, sang anaknya ketika menemui Sukarmis ketika meminta rekomendasi pindah ke Provinsi Riau, malah Sukarmis mengatakan kalau anaknya tidak persalah, melainkan karena terimbas politik, karena sang ayah (Asrul, red) tidak mendukung Sukarmis.

Jabarulllah mengatakan dengan tegas, kalau tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan Sukarmis saat ini merupakan tindakan zalim yang tidak bisa dibiarkan, kezaliman itu seperti menjadikan Kuantan Singingi seperti perusahaan milik Sukarmis saja.(noprio sandi)

Senin, 19 September 2011

Bupati Kuansing Di PTUN-kan

Oleh
Noprio Sandi

TELUKKUANTAN-Baru dilantik beberapa bulan, Bupati Kuansing harus menerima berbagai gugatan dari PNS yang telah diperlakukan tidak manusiawi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru, untuk pembatalan SK tentang pemindahan/penempatan PNS dilingkungan Pemkab Kuansing Pasca Pemilukada.

Menurut salah seorang PNS yang mengajukan gugatan Almadi, SH beberapa waktu lalu, pihaknya bersama rekan-rekan telah mendaftarkan gugatan ke PTUN Pekanbaru dengan mengkuasakan kepada pengacara..

Gugatan yang diajukan mengenai pembatalan Surat Keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor : SK.824/BKD-02/76 tanggal 14 Juni 2011 berikut petikannya dan Surat Keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor : SK.824/BKD-02/103 tanggal 18 Juli 2011 berikut petikannya tentang pemindahan/penempatan Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemkab Kuantan Singingi, di Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru.

Yang mereka lawan Pemerintah Republik Indonesia cq Presiden Republik Indonesia, Cq Mengeri Dalam Negeri, Cq Gubernur Riau, Cq Bupati Kuantan Singingi.

Untuk mendaftarkan gugatan ke PTUN menurut Almadi hanya dilakukan oleh pengacara dan beberapa orang perwakilan PNS. “Kita telah mengkuasakan kepada pengacara,” kata Almadi.

Meski telah dikuasa kepada pengacara, jika nanti berkas mereka telah diperbaiki, PNS yang menggugat direncanakan untuk hadir ke PTUN tersebut secara bersama pada sidang perdana, guna memberikan dukungan moril, selanjutnya diserahkan kepada pengacara..

Mengenai kekhawatiran pengacara akan bisa disogok oleh Bupati Kuansing, Almadi menilai pengacara yang mereka pilih telah teruji kapabilitas dan kejujurannya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum, berdasarkan surat kuasa yang akan diserahkan kepada pengacara tersebut, tertera 73 nama PNS yang mencajukan gugatan kepada Bupati Kuansing.***

Bendung Sungai Paku Menjanjikan

Oleh Noprio Sandi

LIPAT KAIN-Bagi masyarakat Kuantan Singingi yang melewati Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar menjelang ke Pekanbaru, banyak yang tidak mengetahui, di Desa Sungai Paku ada sebuah bendung yang menarik, lokasi ini cukup menjanjikan, terutama sebagai tempat wisata.

Lokasi bendung ini berada setelah Lipat Kain dari arah Teluk Kuantan, berbelok ke kiri dengan jalan batu sekitar 1 KM, dan dilanjutkan dengan jalan aspal sepanjang 3 KM, diawali dengan adanya perkampungan

Di ujung jalan ini, ada sebuah bendung yang cukup indah, lokasi ini ramai dikunjungi wisatawan pada hari libur, tempat ini juga dipergunakan sebagai pengembangan perikanan oleh masyarakat setempat termasuk adanya keramba di tengah bendung tersebut.

Menurut masyarakat setempat, Senin (19/9/2011), bendung tersebut hanya ramai dukunjungi wisatawan pada hari minggu dan hari libur lainnya, mereka banyak datang untuk bermain termasuk untuk memancing.

Jenis ikan banyak ditempat ini toman (sejenis gabus, red), serta berbagai jenis ikan lainnya yang kecil, karena lokasi ini dibebaskan untuk memancing barang siapa yang berminat. Pengunjung yang banyak menurutnya berasal dari Kota Pekanbaru, termasuk juga dari Kabupaten Kuantan Singingi.

Kemudian dari pada itu, salah seorang pengunjung asal Kuansing yang dijumpai di lokasi itu Andi Anugrah mengatakan memilih lokasi memancing ditempat tersebut karena ikanya tergolong banyak

Namun yang mereka pancing hanya jenis ikan kecil dengan umpan roti. “Kami hanya menggunakan umpan roti,” kata Andi bersama temannya dengan mengunjungi tempat tersesebut menggunakan sebuah mobil pick up.***

Kabut Asap Di Kuansing Makin Pekat

Oleh Ependri

Teluk Kuantan,- Kian hari kabut asap di Kuantan Singingi makin pekat. Jika jarak pandang sebelumnya berkisar antara 800-1 km, sejak Jum'at sore (9/9), jarak pandang hanya berkisar hingga 400 meter.

Informasi dari pemerintah menyebutkan dari hasil pantauan satelit NOAA sebelumnya, di Kuansing tak ada titik api. Jadi sangat mungkin kabut asap memang merupakan kabut asap yang berasal dari Jambi dan Sumatera Selatan yang santer diberitakan memang terdapat banyak titik api. Kabut asap kiriman tersebut membuat cuaca di negeri Pacu Jalur ini tak lagi bersahabat. Langit di Kuansing tak lagi cerah sebagaimana biasa. Matahari hanya terlihat sekitar pukul 11.00 Wib hingga pukul 16.00 sore itupun sangat redup dengan warna merah.

Namun sejak sepekan belakangan, matahari tak lagi terlihat karena kabut asap makin tebal. Jarak pandang yang semakin pendek dikhawatirkan akan membahayakan warga terutama para pengendara. Makin pekatnya kabut asap dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi kesehatan warga terutama warga yang selalu bepergian menggunakan kendaraan roda dua. Ditengah kehawatiran yang makin tinggi tersebut pemkab Kuansing juga belum menghimbau warganya untuk mulai menggunakan masker.***

6 Ha Lebih Kebun Karet Warga Sentajo Terbakar

Oleh Ependri

Sentajo,- Musim kemarau yang makin tak menentu mulai membawa petaka. Sedikitnya 6 Ha lebih kebun karet warga Sentajo di kawasan Rimbo Siaga ludes terbakar.

Penyebab kebakaran menurut Pedi (45) beserta beberapa pemilik kebun lainnya dan warga yang berhasil dimintai keterangan usai shalat Jum'at (9/9) belum diketahui pasti, apakah disebabkan oleh aktifitas pembakaran yang disengaja atau karena puntung rokok. Tapi kemungkinan besar akibat aktifitas pemilik kebun yang selalu menebas membersihkan kebunnya selama musim kemarau. Bekas tebasan yang mengering itu diduga memicu dengan cepat melebarnya kobaran api yang cepat membumbung dan meludeskan sudah lebih dari 6 Ha kebun karet sedang produktif yang diperkirakan muncul pada Rabu sore (7/9) sekitar pukul 15.00 wib.

Pedi mengaku sempat kewalahan ketika kobaran api sudah mendekati sempadan kebunnya. Namun karena puluhan pemilik kebun lainnya secara bergotong-royong selalu berupaya memadamkan api secara manual, menyebabkan api tak sampai menjalar ke kebunnya. Tapi hampir 7 Ha kebun karet milik 6 petani lainnya tak berhasil diselamatkan hingga hangus dan ludes. Kendati 6 pemilik kebun yang dibantu puluhan warga lainnya tak pulang-pulang selama 2 hari 2 malam karena terus berupaya memadamkan api, namun usahanya tak berhasil menjinakkan api yang terus mengganas ditiup angin kencang dan cepat menjalar meludeskan semak-semak bekas tebasan yang sudah mengering. Hingga kini jelas Pedi, kerugian belum bisa ditaksir.

"Api baru bisa dijinakkan sekitar Jum'at pagi, artinya sudah 2 hari kebakaran. Kalau tak ditolong oleh warga lain, mungkin seluruh kebun karet di kawasan Rimbo Siaga yang mencapai ratusan Ha akan habis. Tapi untunglah banyak warga yang simpati mau menolong secara bergotong-royong untuk memadamkan api. Tak enaknya hingga sekarang belum ada oknum petani dikawasan Rimbo Siaga yang mengaku melakukannya. Rasanya sangat tak masuk akal kalau tak ada oknum petani yang melakukan pembakaran. Padahal sebagian pemilik kebun karet di kawasan Rimbo Siaga tersebut ada yang sudah lama menebas dan masih membersih-bersihkan kebunnya", jelas penyelam tradisional tersebut.

Sementara itu, pemerhati masalah-masalah sosial di Kuansing, Kadri, S.Hum Sabtu (10/9) pagi mengaku sangat mendukung langkah beberapa petani yang bakal mengusut kasus tersebut. Bahkan Kadri juga mendukung warga yang merasa dirugikan oleh oknum yang tak bertanggungjawab tersebut supaya melapor saja ke polisi. Kadri mengaku takkan sulit untuk mengungkapnya. "Hanya berapa oranglah petani pemilik kebun di kawasan yang terbakar tersebut. Pada hari kejadian tersebut siapa saja yang ke kebun melakukan penebasan kan bisa tergambar, ngak sulitlah", ungkapnya prihatin.***

Gelaran Upacara Haornas Mapolres Kuansing

Oleh Andi Candra

Teluk kuantan--- Polres Kuansing Gelar Upacara Bendera Peringatan Hari Olahraga nasional (Haornas) XXVII Dihalaman Mapolres Kuansing Jum'at (09/09) sekitar Pukul 08.00 Wib. Pelaksanaan ini dihadiri para Wakapolres Kuansing,Kabag dan kasat polres kuansing, perwira, brigadir pegawai negeri sipil.

Satuan Kepolisian Resort Kabupaten Kuantan Singingi lakukan upacara bendera guna Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXVII Dihalaman mapolres kuansing Jum'at (09.09) sekira Pukul (08.00 WIB. pelaksanaan ini dipimpin lansung oleh kaplres kuantan singingi AKBP Ristiawan Bulkhaini SH.

Pada pelaksanaan memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ini dihadiri Wakapolres Kompol Muhamaddun, para Kabag dan kasat Polres Kuansing kemudian juga dihadiri para perwira-perwira, brigadir dan pegawai negeri sipil dijajaran Polres Kuantan Singingi.

Pelaksanaan ini dilakukan guna untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang ke XXVII. dan mengenang para pejuang kebangsaan yang telah berhasil memperjuangkan olah raga tersebut. sejak puluhan tahun yang lalu, para pendiri bangsa Tokoh-Tokoh Olahraga Indonesia menjadikan Olahraga sebagai bagian dari perjuangan kebangsaan dengan mengadakan PON pertama Pertama diSolo konteks Olahraga sebagai alat perjuangan bangsa masih sangat relevan ungkap kapolres.

Olahraga merupakan medan perjuangan untuk mengahrumkan Nama Baik Bangsa dan Negara diberbagai ajang internasional. dan tidak itu juga pembinaan Prestasi Olahraga harus dikembangkan secara sistematis mulai dari usia Dini, massal, berjenjang, sampai pada tingkat Elit bagi untuk semua cabang olahraga.

Mulai pada Haornas tahun ini Pemerintah memberikan penghargaan Khusus berupa lencana Emas kepada mantan Olahragawan yang berprestasi dibidang Olahraga sekaligus sukses dalam berbagai Karir kehidupan.

Harapan Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkhaini SH mengatakan tidak ada lagi atlit yang terlantar pada masa tuanya. Pemerintah memberikan penghargaan berupa Rumah dan Tunjangan Hari Tua, Pada tahun ini ada 75 Rumah yang dibagikan kepada mantan Atlet berprestasi yang belum mempunyai rumah seharga masing-masing 125 Juta, aa 65 tunjangan hari tua kepada mantan Atlet berprestasi sebesar masing-masing 30 juta ungkapnya.

Pada Haornas ini Pemerintah juga memberikan penghargaa khusus atas jasa-jasa mereka kepada para Atlet, Guru Penjasor,Pelatih, Wasit, Pembina dan Penggerak, Keluarga berprestasi Olahraga, Toko Olahraga, Masseur, Dokter Olahraga, Pakar Olahraga, Wartawan Olahraga, serta Organisasi badan dan lembaga olahraga.***

Harga Sembako Meroket, Warga Tuntut Pemerintah

Teluk Kuantan,- "Seperti tak ada saja peran pemerintah dalam mengontrol harga sembako. Soalnya harga sembako menjelang lebaran ini meroket saja. Yang menentukan harga bukannya para pemasok dari luar tapi pedagang sendiri. Buktinya kalau kita membeli langsung dari pemasok atau langsung dari mobil-mobil kampas, harganya seperti biasa"

Keluhan yang disampaikan ibu-ibu di pasar tradisional Teluk Kuantan atau lebih dikenal dengan Pasar Kuala Lumpur Jum'at siang (26/8) itu patut dicermati. Pasalnya sejak sepekan ini harga barang kebutuhan pokok dipasar-pasar di Kuantan Singingi mulai meroket. Padahal sejak awal puasa kenaikan harga sembako tak kentara, tapi dipenghujung bulan ramadhan ini harganya tiba-tiba menanjak tajam. Warga sempat menanyakan peran Pemkab Kuansing dalam mengontrol harga sembako seakan tak ada. Pasalnya, kenaikan harga sembako yang berlipat-lipat itu diduga kuat dilakukan seenaknya oleh pedagang terutama di pasar di Teluk Kuantan, bukan dari pemasok.

Buktinya harga sembako atau barang harian di beberapa minimarket tak mengalami kenaikan sedikitpun. Bahkan harga beberapa jenis beras malah turun. Beras yang biasa dibeli dengan harga Rp 103.000,- per 10 kg, sekarang hanya Rp 98.000,- atau turun Rp 1.000,- - Rp 3.000,- perkilonya. Begitu juga dengan sembako lainnya cenderung stabil, sehingga perbedaan harga sembako di Minimarket dengan pasar tradisional saat ini sangat kentara. Kondisi membuat banyak ibu-ibu menuding kenaikan harga sembako diduga lebih disebabkan ulah pedagang sendiri yang mengambil keuntungan terhadap situasi menjelang lebaran. Akibatnya, ribuan warga terpaksa menyerbu sejumlah minimarket yang ada di Teluk Kuantan.

Pedagang berharap pemerintah dapat melakukan peninjauan atau sidak ke pasar-pasar. Kalau memang kenaikan harga sembako diakibatkan spekulan para pedagang, warga menuntut, Pemkab langsung mengambil tindakan tegas dengan memblacklist atau memaksa pedagang berhenti berjualan sementara. Kalau perlu menutup kedai atau lapaknya. Kebijakan itu dirasa perlu dilakukan untuk membuktikan kalau Pemkab benar-benar berpihak kepada rakyat dan tidak membiarkan para spekulan membusung dada di pasar Teluk Kuantan. Jika terus dibiarkan dan tak ada upaya Pemkab untuk menertibkannya, sama artinya dengan membiarkan warga dipencundangi.

Sejumlah pengamat Perkotaan dan sosial kemasyarakatan seperti Idi Susianto, berpendapat seyogyanya pemkab Kuansing melalui dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan harus melakukan pantauan langsung atau operasi pasar secara rutin atas lonjakan harga sembako. Tak hanya itu, Pemkab juga harus memantau dengan ketat terhadap makanan yang tak berlabel, makanan yang mengandung bahan berbahaya terutama makanan yang disukai anak-anak serta makanan yang kadaluarsa.

Biasanya jelas ayah 2 anak itu, situasi menjelang lebaran ini sangat membuka peluang dan akses untuk masuknya sejumlah produk makanan yang tak jelas asal-usul dan kandungan zat didalamnya. Idi juga sangat yakin kondisi-kondisi seperti ini akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk memasarkan produk-produk makanan kemasan yang tidak berlabel halal, tidak mengantongi rekomendasi BPOM atau sejumlah produk yang sudah kadaluarsa. Pengawasan terhadap sejumlah produk makanan pada situasi seperti ini biasanya juga sangat longgar dibanding hari biasa.

Hal itu dimaksudkan agar sebagian masyarakat pada level ekonomi lemah pasca "dipermak" musim Pacu Jalur yang lalu, dapat memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari terutama dapat memenuhi angka kebutuhan gizi (AKG) bagi anak-anaknya, pungkas Idi.

Pantauan dibeberapa minimarket seperti Toserba Indrako, Indrako Mart dan Minimarket Sahabat Aidilia, ratusan warga tampak menyerbu sehingga warga yang berbelanja didalamnya berjejal. Bahkan pengakuan ibu-ibu di sebuah minimarket menyebut kalau antre di kasir bisa mencapai 1 jam baru dapat giliran membayar. Kalau tak sabar atau tak pandai mengantre, alamat takkan kunjung keluar. Seorang warga Teluk Kuantan mengaku belanja di Minimarket tak mungkin tertipu. Selain harganya tak naik dan malah sebagian ada yang turun, barangnya tak ada yang kadaluarsa dan tak takut terbeli barang tiruan, jelasnya. (Berita EPENDRI)