Minggu, 30 Oktober 2011

Kuansing Terancam Kehilangan SDM Berkualitas

Untuk kedua kalinya Kabupaten Kuantan Singingi terancam akan kehilangan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Kehilangan ini diakibatkan kisruh pemilukada dan pemotongan kesra, sehingga pengawai yang non job dan mengejar kesra tinggi akan mencari daerah lain.

Demikian pantauan kondisi terkini Kuansing setelah pelaksanaan pemilukada, dimana PNS yang non job setelah diperlakukan tidak manusiawi mereka ramai-ramai mencari daerah lain, kabupaten/kota atau provinsi lain untuk tempat pindah, dan ternyata dari mereka juga telah ada yang berhasil pindah tersebut.

Dari pengakuan sejumlah PNS yang non job, penyebab utama mereka ingin mencari daerah lain sebagai tempat tugas yang baru dikarenakan situasi kerja di Kuansing tidak kondusif lagi, PNS yang terindikasi sebagai lawan politik diperlakukan tidak manusiawi.

Disamping perlakuan tidak manusiawi, PNS itu bertekad pindah akibat telah dipotongnya dana kesra di Kuansing, pemotongan yang cukup signifikan ini membuat pengurangan penghasilan yang sangat besar.

Sementara sejumlah daerah lain memberikan dana kesra lebih tinggi hingga berkali lipat dari Kuantan Singingi, diantaranya daerah yang menjadi incaran pemerintah Provinsi Riau, Pemko Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, serta ada yang mau pindah ke Kabupaten Anambas Provinsi Kepulauan Riau. “Rencananya akan pindah ke Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, disana Kesra lebih besar,” kata seorang PNS yang enggan disebutkan namanya.

Mereka yang pindah ini merupakan PNS yang memiliki SDM yang di Kuansing, karena selama ini, roda pemerintahan dijalankan orang-orang yang memiliki SDM bagus itu, bukan dari hasil KKN.

Sementara itu, kehilangan SDM ini juga terjadi lima tahun yang lalu, ketika mantan bupati Kuansing Drs. H. Asrul Ja’afar kalah melawan Sukarmis, banyak pejabat yang eksodus dari Kuansing.

Dengan adanya kejadian serupa saat ini akan mengancam Kuantan Singingi kehilangan SDM berkualitas, sehingga Kuansing akan kembali seperti kabupaten baru yang kesulitan mendapatkan SDM berkualitas, padahal usianya telah mencapai 12 tahun. (noprio sandi)

Kesbang Polinmas Diminta Cari Upaya Penuntasan Konflik Pemilukada

Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Polinmas) diminta mencari upaya menuntaskan konflik pemilihan umum kepala daerah. Pasalnya, masyarakat saat ini masih terkotak-kotak

Permintaan itu disampaikan Dian Pranata Putra dari Astari, Kamis (27/10) dalam acara seminar Pengamalan Pancasila dan Antisipasi Potensi Konflik Komunal dan Horizontal Sejak Dini, yang ditata Yayasan Gondang Baroguang di Hotel Pujangga.

Perlunya mencari upaya penyelesaian konflik pemilukada menurut Dian dikarenakan ditengah masyarakat saat ini masih tersisa permasalahan pemilukada, mereka masih terkesan ada nomor urut pemilukada dan masih kental terjadinya. “Kesbang Polinmas, cari upaya untuk menuntaskan ini,” pintanya.

Konflik ini tambahnya telah merusak tatanan kehidupan masyarakat, bahkan untuk urusan kenduri sampai kematian masih dikait-kaitkan dengan pemilihan umum kepada daerah.

Terkait hal tersebut, Sekretaris Kesbang Polinmas Drs. Yasriandi, MM yang kebetulan jadi nara sumber mengatakan kalau permasalahan pemilukada telah usai, terakhir dengan adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam pemilukada beberapa waktu lalu, tambah Yasriadi, penyelenggaranya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), Panswas, sedangkan Kesbang Polinmas hanya bersifat tim koordinasi.

Meski demikian, permintaan masyarakat agar mencarikan upaya untuk menyelesaikan permasalahan ini, Yasriadi belum memberikan jawaban secara jelas, dan dia hanya berpesan kepada masyarakat jangan sampai terpecah belah akibat pemilukada ini, dan kembalikah seperti biasanya dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. (noprio sandi)

Teks fhoto
Antisipas-Seminar Pengamalan Pancasila dan Antisipasi Potensi Konflik Komunal dan Horizontal Sejak Dini Kakmis (27/10) di Hotel Pujangga, salah satunnya membahas konflik pemilukada Kuansing, Kesbang Polinmas diminta mencari upaya penyelesaian konflik itu. (noprio sandi)

Kuantan Tengah Juara Umum MTQ

Kecamatan Kuantan Tengah menjadi juara umum pada MTQ X tingkat Kabupaten Kuantan Singingi. Jadi juara saat camat di jabat Efrizon Marzuki, AP, M.Si. Padahal juara umum sebelumnya Kecamatan Inuman, yang saat itu, camatnya juga Efrizon Marzuki.


Keberhasilan Kecamatan Kuantan Tengah disaksikan bersama masyarakat saat penutupan MTQ X oleh Asisten I Drs. Syoffaizal, M.Si, bahkan sang camat Efrizon diminta maju untuk menerima hadiah bergilir di lapangan Kampung Baru.

Atas keberhasilan Kecamatan Kuantan Tengah menarik perhatian masyarakat, karena saat ini Camat Kuantan Tengah dijabat Efrizon Marzuki, AP, M.Si. Salah seorang warga yang tertarik Iyus, dia berani mengatakan kalau keberhasilan Kuantan Tengah erat kaitannya dengan keberhasilan camat.

Karena menurut Iyus, ketika Efrizon Marzuki menjadi Camat Inuman, kecamatan itu juga menjadi juara umum, dan sebelumnya juga pernah juara umum untuk Kecamatan Gunung Toar, yang camatnya juga Efrizon.

Efrizon dinilainya berhasil dalam menggemleng qori dan qoriah di kecamatan dimana dia ditugaskan, sementara qori dan qoriahnya sendiri berasal dari Kecamatan Kuantan Tengah sendiri.

Orang tua salah seorang anak Damar Kusi Majasius bernama Samsius yang menjadi juara pertama untuk Kecamatan Kuantan sangat gembira dengan pretasi yang diraihnya, kedua orang tua anak ini melihat secara langsung anaknya mendapatkan hadiah.

Namun demikian, untuk juara umum II diraih tuan rumah Kecamatan Gunung Toar, juara umum III Kecamatan Pangean, juara umum IV dari Kecamatan Inuman dan juara umum V dari Kecamatan Cerenti.

Kemudian dari pada itu, tidak semua qori dan qoriah yang berhasil juara tersebut berasal dari kecamatannya, melainkan juga yang berasal dari kecamatan lain, dalam artian qori/qoriah rental.

Sedangkan Camat Kuantan Tengah Efrizon Marzuki sampai berita ini diturunkan belum bisa diminta keterangan terkait kiat agar bisa berhasil, karena ketika dihubungi, telponya tidak diangkat.(noprio sandi)

Teks fhoto

Serahkan piala-Asisten I Drs. Syoffaizal, M.Si menyerahkan piala kepada Camat Kuatan Tengah Efrizon Marzuki, AP, M.Si Kamis (27/10) di lapangan Gunung Toar, karena kecamatan ini keluar sebagai juara umum MTQ X tingkat Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2011. (noprio sandi)

Konflik Kumunal dan Horizontal Perlu Diantisipasi

Konflik komunal dan horizontal di Kabupaten Kuantan Singingi harus diantisipasi sejak dini. Pengantisipasian ini dengan pengamalan Pancasila dalam kehidupan masyarakat yang mulai heterogen.

Demikian kesimpulan acara seminar sehari Pengamalan Pancasilan dan Antisipasi Potensi Konflik Komunal dan Horontal Sejak Dini, Kamis (27/10) yang ditata Yayasan Gondang Baroguang di Hotel Pujangga Teluk Kuantan.

Seminar dengan tiga pemakalah, Willy Wirayudha, S.Ip dari Yayasan Bertuah Pekanbaru dengan topik “Pancasila di Era Globalisasi”, H. Mulkan M. Sarin, MA dari Forum Kerukunan Umat Beragama dengan topic “Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 9 Tahun 2006/Nomor 8 Tahun 2006 dan Peraturan Bupati Kuantan Singingi Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pendirian Rumah Ibadah dan Pemanfaatan Bangunan Gedung Untuk Rumah Ibadat”.

Pemakalah ketiga Drs. Yasriadi, MM, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi dengan topik “Antisipasi Potensi Konflik Komunal dan Horizontal Sejak Dini”.

Seminar berlangsung alot, ketika terjadi pembahasan tentang pendirian rumah ibadah, karena saat ini di Kabupaten Kuantan Singingi banyak rumah ibadah minoritas berdiri tanpa izin resmi dari pemerintah setempat, sementara ada gereja yang telah ada sejak tahun 1982 sebelum Peraturan Bersama Menteri ada.

Setidaknya, ada beberapa solusi ditawarkan peserta kepada pendeta yang hadir saat itu, agar cukup dirikan satu rumah ibadah besar di Kuansing, tapi jangan berdiri rumah ibadah lainnya sebelum ada izin resmi

Dan ada yang mengusulkan sebelum kaum minoritas mendirikan rumah ibadah/gereja sebaiknya melakukan pendekatan secara adat kepada masyarakat tempatan terlebih dahulu, sehingga berkemungkinan bisa dengan mudah untuk mendapakan tanda tangan atau keihlasan masyarakat tempatan.

Ketua panitia penyelenggara Noprio Sandi, ST mengatakan seminar kali ini mengundang organisasi kemasyarakatan, berbagai suku bangsa, tokoh pemuda, tokoh adat, masyarakat rawan konflik serta LSM.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan potensi konflik komunal dan horizontal bisa diantisipasi sejak dini. (noprio sandi)

Teks fhoto

Seminar-Ketua Panitia Pelaksana Pengalaman Pancasila dan Antisipasi Potensi Konflik Komunal dan Horizontal Sejak Dini Noprio Sandi, ST mewakili Yayasan Gondang Baroguang menyampaikan laporan pelaksanaan seminar sekaligus membuka secara resmi acara tersebut. (noprio sandi)

PETI Makin Mengganas, Diskan Bangun 88 Petak kolam

Teluk Kuantan, Kondisi air sungai Kuantan dan ratusan anak sungai di Kuantan Singingi benar-benar sudah sangat mengkhawatirkan. Maraknya aktifitas PETI yang terdapat hampir diseluruh sungai dan anak sungai yang ada di Kuantan Singingi membuat kondisi air kian parah.

Keluhan masyarakat terhadap kondisi air yang sudah berubah warna seperti kopi susu dan kotor itu seakan tak digubris Pemkab. Aksi penertiban yang dilakukan pihak Polres sebelumnya seakan tak mengubah situasi.

Bahkan aktifitas PETI kian hari cendrung makin berani. Ketegasan Pemkab untuk menghentikan aktifitas berbahaya tersebut yang sudah lama dinantikan masyarakat tak jua kunjung terwujud. Pembiaran yang dilakukan pemerintah seakan memberi peluang kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan SDA itu dengan terbuka. Sehingga kebanyakan masyarakat sudah mulai muak dan lebih memilih menjadi pemain ketimbang menonton.

Dampaknya, hampir tidak ada lagi pemuda yang bermukim disepanjang bantaran sungai Kuantan dan anak-anak sungai lainnya menganggur. Bila dilihat dilapangan, aktifitas PETI sudah menjadi-jadi seperti tak terkontrol. Akibatnya, hampir tak satupun sungai di wilayah kabupaten Kuantan Singingi yang tersisa dari aktifitas PETI. Raungan mesin dompeng sudah tak lagi asing ditelinga masyarakat.

Secara langsung dampaknya juga berpengaruh buruk terhadap program dinas Perikanan kabupaten Kuantan Singingi. Geliat program di Balai Benih Ikan (BBI) Tesso di desa Marsawa milik dinas Pemerintah itu makin terseok, karena pasokan air bendungan Teso yang bersumber dari sungai Teso, sungai Jake, dan sungai Tingkalak juga tak luput dari ganasnya raung ratusan mesin dompeng PETI. Balai yang sudah mampu membina ratusan Kelompok Petani Ikan (Poktan) sejak beberapa tahun belakangan itu dan produksinya cukup bergairah, juga mulai tertatih-tatih.

Proses pembenihan bibit ikan jelas Kadis Perikanan Kuantan Singingi Ir Nasri kemaren siang (27/10), yang biasanya singkat, kini telah menelan waktu yang panjang. Kondisi air yang sangat keruh, membuat proses pembesaran ikan juga mengalami terkendala. Mantan Sekwan dan mantan Kadis Peternakan itu mengaku sangat khawatir dengan kondisi air di bendungan Teso. Untuk mengantisipasi kendala tersebut, Kadis mengaku merencanakan akan membuat sumur bor yang airnya akan diperuntukkan bagi proses pemijahan dan larva serta untuk pembesaran bibit.

Kendati sudah hampir seluruh sungai mengalami hal serupa, Kadis tetap optimis dengan program pengembangan Poktan yang sangat antusias disambut masyarakat. Untuk pengembangan program tahun ini tegas Kadis, Diskan memprogramkan pembangunan 88 Unit/petak kolam ikan yang tersebar di Kuansing. Diantaranya di kecamatan Kuantan Tengah, kecamatan Benai Kuantan Hilir dan Kuantan Mudik. Salah satunya di desa Seberang Teluk Kuantan, sebanyak 35 petak kolam ikan sudah memasuki tahap finishing.(ependri)

Banyak Interupsi, Paripurna Tertunda, Bupati "WO"

Teluk Kuantan,- Diduga terjadi miskomunikasi, Rapat Paripurna Dewan Rabu pagi (26/10) yang mengagendakan pengesahan APBD-P, batal. digelar. Rapat yang sudah dihadiri Bupati dan segenap anggota Muspida, sejumlah pejabat teras akhirnya terpaksa berhenti setelah Bupati H Sukarmis meminta Walk Out (WO) kepada Ketua DPRD yang baru saja membuka sidang paripurna. Bupati Sukarmis juga meminta seluruh pejabat dari SKPD untuk meninggalkan ruang paripurna.

Kericuhan bermula dari interupsi yang disampaikan anggota Badan Musyawarah (banmus) Tukemi. Tukemi yang langsung menghidupkan mikropon dihadapannya dan menyampaikan interupsi saat Sekwan baru menyampaikan pengantar itu, langsung menanyakan keabsahan Paripurna yang digelar tak sesuai jadwal. Menurutnya Paripurna diundur tanpa sepengetahuan anggota Banmus.

Padahal jadwal Paripurna dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi yang sudah ditetapkan oleh Banmus dan sudah ditandatangani oleh Ketua DPRD mestinya kemaren Selasa (25/10).

Belum usai Ketua DPRD Muslim S.Sos menjawab, interupsi kembali mucul dari Aherson dan berturut-turut disambung Andi Nurbai, Konferensi dan Rustam Effendi,S.Sos yang meminta agar rapat ini dilanjutkan dengan rapat internal dan menyelesaikan sesuai Tatib. Pada waktu bersamaan, Bupati dan rombongan langsung mohon diri (WO) dan diikuti seluruh SKPD dan undangan.

Hingga saat ini, Sekwan Firdaus Bahar,SPd belum berhasil dihubungi untuk mengkonfirmasi kapan paripurna dewan tentang pengesahan APBD-P di gelar.(ependri)

Ormas Penunjang Pembangunan

Organisasi kemasyarakatan yang dibentuk oleh anggota masyarakat secara suka rela atas dasar kesamaan kegiatan, profesi, fungsi, agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa berperan serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Demikian penjelasan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Drs. Yasriadi, MM dalam seminar yang diselenggarakan instansi tersebut, Rabu (26/10) di Gedung Narosa Teluk Kuantan.

Peran organisasi kemasyarakatan (ormas) tersebut katanya tidak terlepas dari adanya ormas yang baik, dengan cirri memenuhi segala administrasi, tidak ada konflik kepengurusan, mengkhususkan diri pada bidang-bidang peminatan tertentu, melaksanakan kegiatan/program sesuai dengan peraturan perundang-undangan, mandiri dalam pendanaan dan kalau melakukan kerjasama bersifat transparan.

Ormas teryata juga bisa dibekukan kepengurusannya, bila melakukan kegiatan mengganggu keamanan dan ketertiban umum, menerima bantuan dari pihak asing tanpa persetujuan pemerintah, memberi bantuan kepada pihak asing yang merugikan kepentingan bangsa dan negara.

Namun bila bila kepengurusan dibekukan dan masih tetap melakukan pelanggaran, maka Ormas kata Yusriadi bisa dibubarkan, atau pembubaran juga bisa dilakukan bila menganut, mengembangkan, dan menyebarkan paham atau ajaran-ajaran lain yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam segala bentuk dan perwujudan.

Yasriadi juga menyampaikan, jika ada masyarakat yang ingin mendaftarkan ormasnya, dengan syarat akte notaries, AD/ART, susunan kepengurusan, program kerja, photo copy KTP pengurus, pas photo pengurus (ketua, sekretaris, bendahara). (noprio sandi)

Dua Alat e-KTP Hulu Kuantan Rusak

Dua buah alat e-KTP di Kecamatan Hulu Kuantan rusak. Akibatnya pembuatan e-KTP di daerah tersebut belum bisa diterapkan. Kalau masyarakat butuh KTP, masih menerapkan KTP nasional.

Demikian dikatakan Camat Hulu Kuantan, Senin (24/10) ketika dijumpai di acara MTQ X tingkat Kabupaten Kuantan Singingi di Gunung Toar. “Dua alat rusak, itu alat untuk tanda tangan,” katanya.

Akibat kerusakan itu, masyarakat Hulu Kuantan katanya harus rela tertunda dalam pembuatan e-KTP. Penundaan itu belum diketahui batas waktunya, karena masih menunggu pihak yang bertanggung jawab dalam perbaikan alat tersebut datang.

Kerusakan itu katanya telah dilaporkan kepada pihak kabupaten, dan pihak kabupaten telah melaporkan keadaan itu kepada pihak yang semestinya, namun sampai saat ini belum datang teknisi yang memperbaikinya.

Sehingga sampai sekarang belum diketahui secara pasti kapan alat e-KTP yang rusak itu akan diperbaiki, dan untuk pembuatan KTP masyarakat sementara memanfaatkan fasilitas di kecamatan sebelahnya, dan jika sedang sibuk, dilarikan ke kabupaten, itupun hanya KTP nasional. (noprio sandi)

Dermaga Batang Koban Rusak

Fasilitas dermaga objek wisata Batang Koban di Kecamatan Hulu Kuantan rusak. Kerusakan itu diakibatkan oleh hantaman air, namun tidak menganggung kunjungan wisatawan, karena ada jalan alternative.

Kerusakan itu diungkapkan Camat Hulu Kuantan Ahyan Armofis, S.Sos, Senin (24/10) disela-sela acara pembukaan MTQ X di Gunung Toar. Kerusakan itu katanya baru saja terjadi.

Diketahuinya kerusakan itu menurut Ahyan, setelah mendapat laporan dari masyarakat, sementara pihak belum mengecek langsung ke lapangan. “Nanti akan kita cek langsung ke lapangan.” tegas Ahyan.

Dari laporan itu, diketahui kalau salah satu dermaga rusak dihantam air termasuk beberapa bagian dermaga telah hanyut. “Kerusakan itu akibat hantaman air,” tambahnya.

Setelah nanti mengecek langsung ke lapangan, pihaknya tambah Ahyan akan melaporakan kondisi itu ke tingkat kabupaten, dengan harapan nantinya akan ada perbaikan.

Akibat kerusakan itu tidak menganggung wisatawan yang datang, karena masih ada jalan alternatif dimanfaatkan pengunjung dan sopir boad yang mengantarkan wisatawan. ‘Tidak menganggung jalannya wisatawan,” tambahnya.

Sementara kunjungan wisata untuk wilayah ini tambahnya setiap hari libur mencapai 100 orang dan telah diterapkan system tiket terhadap pengunjung yang datang bekerja sama dengan pengelola boad.

Dari tiket yang dipunggut, disana ada bagian untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuantan Singingi dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuantan Singingi. “Untuk PAD itu,” tambahnya. (noprio sandi)

Sukarmis Buka MTQ Kuansing X

Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil  Qur’an X tingkat kabupaten di Gunung Toar. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan pelantikan dewan hakim.

Untuk pelantikan dewan hakim, Senin (24/10), Sukarmis melantik langsung, dewan hakim yang dilantik mengenakan pakaian muslim serba putih, termasuk Sukarmis, pelantikan berlangsung singkat.

Kemudian Sukarmis memukul gong tanda dimulainya MTQ, untuk pemukulan gong, Sukarmis didampingi Ketua DPRD Muslim, S.Sos, Wakil Bupati Drs. H. Zulkifli, M.Si, Kepala Kementrian Agama Drs. Syafruddin, Camat Gunung Toar Drs Samsir Alam, Kapolres AKBP Ristiawan Bulkaini, SH, Pabung Kodim 0302 Inhu May Inf. Rio Purwanto.

Pada kesempatan tersebut, Sukarmis mengatakan perlu tekad kuat dan bersama-sama dalam menggalakkan membaca Al Qur’an karena akan menjadi modal dasar pembangunan. Termasuk ahlaq dan moral berpedoman kepada Al Qur’an, beriman, bertaqwa, menjunjung tinggi supremasi hokum dan agar mempererat tali silaturahmi.

Ditempat yang sama Kepala Kementrian Agama Kuansing Drs. Syafruddin mengatakan, pemenang MTQ kali ini akan dibawa bertanding ke MTQ tingkat Provinsi Riau di Inhu, dengan target 3 besar.

Sejumlah cabang diperlombakan dalam MTQ X tingkat Kabupaten Kuantan Singingi kali ini, namun masih ada cabang yang tidak diperlombakan karena tidak semua kecamatan bisa mengutus peserta.

Syafruddin dalam kesempatan tersebut menyarankan agar dimasa yang akan datang perlu menambah anggaran untuk pembinaan qori dan jangan besar biaya seremonial dari pada pembinaan qori.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Drs. Syamsir Alam menyatakan untuk pembiayaan MTQ X Rp 450 juta dan baru terkumpul dana lebih dari Rp 300 juta. (noprio sandi)

Teks fhoto
Gong-Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis memukul gong tanda dimulainya MTQ X tingkat kabupaten, Senin (24/10) di Gunung Toar. (noprio sandi)

Minggu, 23 Oktober 2011

Orang Gila Jaga Rumah Dinas

Tak kunjung ditempatinya rumah dinas jabatan Pemkab Kuansing dimanfaatkan orang gila. Salah satu rumah dinas yang ditempati itu pos jaga rumah Ketua DPRD. Penunggunya orang gila berjenis kelamin wanita, sehingga mulai membuat resah warga sekitar.

Berdasarkan pengamatan, Minggu (23/10), seorang wanita memakai baju kaos oblong terlihat duduk di pos jaga rumah dinas ketua DPRD. Didepan wanita ini, ada dua bungkusan yang kurang jelas isinya.

Sekali-kali, wanita ini berjalan ke samping pos jaga, entah apa yang dilakukannya, seakan dia telah merasa memiliki rumah pos jaga rumah dinas itu, karena pintunya bisa dibuka dengan mudah.

Wanita ini ketika diambil gambar, langsung mendekat, difoto beberapa kali, dia bertanya untuk apa sering-sering difoto, dari logat bahasanya, dia bukan orang asli Kuantan Singingi melainkan dari tempat lain.

Terkait adanya wanita tersebut, ketika ditanya kepada masyarakat yang ada disekitar rumah dinas itu mengatakan kalau wanita yang ada dipos jaga itu merupakan orang gila. “Itu orang gila,” ujar beberapa orang masyarakat.

Ditambahkan, orang gila tersebut telah tinggal dan memanfaatkan pos jaga itu sekitar dua bulan, dia dengan leluasa masuk pekarang rumah dinas itu karena pagar tidak dikunci sama sekali.

Ternyata, keberadaan orang gila di pos jaga rumah dinas itu mulai meresahkan masyarakat juga karena pada malam hari sering didatangi pria mabuk, sehingga mereka takut kalau orang gila diperkosa dan nantinya hamil. (noprio sandi)

Teks fhoto

Orang gila berjenis kelamin wanita terlihat santai saat diambil gambarnya dipekarangan rumah dinas Ketua DPRD Kuansing, rumah dinas dinas sampai sekarang belum ditempati pejabat, sehingga dimanfaatkan orang gila. (noprio sandi)

Jadikan PGRI Pengayom dan Pembela Kepentingan Guru, Bukan Penguasa

Keberadaan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) diminta untuk menjadi pengayom dan pembela kepentingan guru, bukan penguasa, sekarang dan selamannya.

“PGRI Milik Guru, Independensi PGRI Harga Mati. Jadikan PGRI Sebagai Pengayom dan Pembela Kepentingan Guru, Bukan Penguasa, Sekarang dan Selamannya”. Inilah kalimat yang tertulis dalam sebuah spanduk berukuran 4 meter dibuat oleh  Forum Komunikasi Guru dan Insan Peduli Pendidikan Kuansing (FKGIPKS) dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PGRI di Aula SMA 1 Teluk Kuantan, Kamis (20/10).

Menanggapi hal tersebut, Ahdanan Saleh, S.Ag, M.Pd Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Pondok Pesantren KH Ahmad Dahlan menilai organisasi PGRI Kuansing tidak lagi menjadi wadah memperjuangkan aspirasi dan hak-hak guru,  tetapi sudah menjadi kepentingan penguasa.

Konferkab dinilai Ahdana hanya seremonial saja, tidak akan melahirkan pengurus yang  kredibel, yang ada hanya orang yang lata kekuasaan, tidak punya itikad baik membangun pendidikan.

Semua ini sudah terlihat dari gelagat pelaksanaan konferkab tersebut, FKGIPKS tidak diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi ribuan guru Kuansing lainnya yang telah menjadi korban pemilihan umum kepala daerah, karena guru tersebut berbeda pilihan, sehingga dianggap tidak loyal. “Pada sisi lain kami juga mendapat bocoran calon ketua sudah dititip,” isi SMS Ahdanan.(noprio sandi)

Rabu, 19 Oktober 2011

Ranmor Gunakan Modus Baru

Pencurian kendaraan bermotor ternyata tidak menggunakan modus lama lagi. Sekarang pencurian dengan modus baru, pencuri melakukan perkenalan diri secara baik-baik, dan baru mencuri sepeda motor, dan untuk menjualnya dengan modus pura-pura pinjam uang.


Demikian dikatakan Kasat Reskrim Polres Kuansing AKP Darmawan SH belum lama ini di ruang kerjanya. “Kenal gitu aja, tidak tahu rumahnya, namanya samaran. Ada dua modus untuk curanmor ini, barang kali masyarakat harus waspada, kalau dulu pakai kunci T, itu sudah sering,” terang Darmawan.

Sekarang tambah Darmawan, orang melakukan pencurian sepeda motor dengan kenalan baik-baik bahkan ada yang pura-pura bekerja ditempat itu, bahkan sudah ikut ke rumah sekana sudah kenal dekat. “Pinjamlah motor beli rokok sebentar, kan udah percaya kan, itu hilang dibawa, dan ditanya orang yang merasa dirugikan, dimana rumahnya tidak tahu, siapa namanya ini, sebatas itu saja,’ terang Darmawan.

Kemudian kalau untuk penjualan, pencuri ini juga pura-pura kenal diantaranya teman sering nongkrong di pasar, waktu transaksi tidak membawa sepeda motor curian, melainkan membawa sepeda motor lain, kalau sudah akrab dia berpura-pura pinjam uang dengan menggadaikan sepeda motornya. “Kalau udah akrab gitu, sekali, dua kali kan, kenalan, pinjam dulu aku uang, aku perlu uang, pinjam Rp 2 juta misalnya, masak sama kawan sendiri, kamu pelit kali, berhitung kali, kalau ngak percaya, peganglah motor saya,” kata Darmawan.

Karena merasa sudah kenal dan tidak ada merasa was-was, uang dipinjamkan dengan membawa motor yang digadaikan tersebut, teryata motor yang digadaikan itu motor hasil curian dengan modus pinjam uang.

Apalagi sekarang masyarakat tambah Darmawan terlalu percaya terutama mereka yang ditinggal diperkampungan, itu sangat cepat percaya, bahkan pencuri dan penjual sepeda motor itu berkedok dengan rajin sholat. (noprio sandi)

fhoto

 
Sejumlah tersangka pencurian sepeda motor sudah diamankan Polres Kuansing. (noprio sandi)

Sumbangan Anggota PGRI Dipertanyakan Pemanfaatannya

Sumbangan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dikelola oleh organisasi itu akan dipertanyakan Forum Komunikasi Guru dan Insan Peduli Pendidikan. Petanyaan itu akan disuarakan dalam konferensi kabupaten (konferkab), meski agendanya hanya pemilihan pengurus.

Rencana mempertanyakan sumbangan anggota PGRI itu dikatakan
Ketua Forum Komunikasi Guru dan Insan Peduli Pendidikan DR.
Yusri S.Pd, ST, MT Rabu (19/10) melalui selulernya.

Karena, pada hari Kamis (20/10) rencananya ada kegiatan Konferensi Kabupaten (konferkab) PGRI Kuansing dengan agenda pemilihan pengurus untuk masa bakti 2011-2016, dan pada saat itu akan ada penyampaian aspirasi dan sudah dibuat pemberitahuannya kepada pihak keamanan dengan nama partisipasi agar tidak ada pandangan miring terhadap rencana itu.

Jadi disitu tambah Yusri banyak hal yang akan dipertanyakan, termasuk mekanisme dan prosedur konferkab, tujuan konferkab, apa program selama ini, kemana iuran atau sumbangan anggota dimanfaatkan selama ini, apakah sudah sesuai aspirasi atau telah sesuai dengan Anggaran Dasar (AD)/ Anggaran Rumah Tanggan (ART).

Mempertanyakan hal itu tambah Yusri sangat pantas, karena kalau melihat sepak terjang PGRI kebelakang belum menunjukkan kemajuan yang berarti, masih seperti-seperti itu dan belum mengakomodir keinginan anggota.

Penyampaian aspirasi dalam konferkab itu tambahnya bukan bermaksud mengkudeta, namun semata-mata murni untuk menyampaikan saran dengan kebaikan PGRI Kabupaten Kuantan Singingi kedepan.

Diakuinya, dalam kegiatan juga akan ada spanduk yang telah diatur sebagai bentuk usaha yang dilakukan sejumlah guru maupun insane yang peduli terhadap pendidikan Kuansing dimasa sekarang dan dimasa yang akan datang melalui wadah PGRI.

Karena selama ini pandangan Yusri terhadap PGRI Kuansing tidak ada kiprah sama sekali serta tidak ada kontribusinya sedikitpun untuk kemajuan pendidikan Kuansing. Malah yang lucu, semestinya PGRI berterima kasih dan berjiwa besar terhadap acara dialog pendidikan yang digelar beberapa waktu lalu karena memakai wadah PGRI, tapi justru panitia dialog yang diadukan. Diadukan kepada siapa, Yusri tidak merinci, namun dirinya selaku ketua pantia dialog tetap berbesar hati.

Karena, akibat menjadi panitia dialog pendidikan, Yusri malah dipindahkan dari SMK Negeri I Kuantan Tengah ke SMK Negeri Singingi Hilir, yang disekolah tempat pemindahan itu, tidak ada jurunya sama sekali.
Oleh sebab itu, beberapa orang yang kena pindahkan akibat acara dialog itu menurut Yusri mengajukan keberatan dengan berbagai alasan.(noprio sandi)

Teks fhoto

Dialog-Sejumlah guru ikut dialog pendidikan di pendopo Limuno baru-baru ini, akibat dialog, panitia dialog kena mutasi tiba-tiba. (noprio sandi)

Selasa, 18 Oktober 2011

Hasil Pengembangan, 15 Motor Curian Berhasil di Amankan

Dari hasil pengembangan kasus ranmor yang sempat lari, begitu ada informasi pelaku kembali ke Kuansing, setelah ditangkap dan diminta untuk menunjukkan lokasi penyimpanan, sebanyak 15 sepeda motor berhasil diamankan Polres Kuansing dari berbagai tempat yang tersebar di wilayah Polres Kuansing.

Demikian penjelasan Wakapolres Kuansing Kompol Muhammadun, SH, Selasa (18/10) di Mapolers Kuansing. “Pengembangan dari 46 kemarin, ternyata yang bersangkutan sempat lari, jadi begitu ada informasi balik mereka kesini, rupanya memang motor baru bisa kita ambil, baru dia menunjukkan lokasi disini-disini, masing-masing tempat, tersebar dia.,” kata Madun.

Prediksi Madun, sepeda motor ini ada yang datang dari Rohul maupun dari Pekanbaru, namun demikian pihaknya sudah mengecek juga dari LP-LP (laporan-laporan, red) yang masuk ke Polres maupun ke Polsek di jajaran Polres Kuantan Singingi, tidak ada satupun nomor rangka maupun nomor mesin yang masuk laporan, kemungkinan buangan dari Rohul maupun Pekanbaru.

Madun minta kepada rekan-rekan pers mencatat nomor mesin maupun nomor rangka sepeda motor, silahkan dimasukkan nanti kemnedia massa, biar masyarakat mengetahuinya, jadi masyarakat pemilik sepeda motor ini, silahkan membawa dokumen lengkapnya baik itu STNK maupun BPKB, kalau masih dalam kredit, membawa bukti leasingnya dari dealer yang bersangkutan, barulah bisa diberikan sepeda motor tersebut.

Ditambahkan Kasat Reskrim AKP Darmawan, SH, pelaku memiliki jaringan dan jaringan ini mendapatkan fee dari hasil penjualan sepeda motor curian itu. “Dia ini punya kaki, dia nanti jaringan itu dapat fee semua tu, ada Rp 150 ribu ada Rp 100 ribu, tergantung nilai penjualannya juga, tidak sama ada yang Rp 3 juta, Rp 2,5 juta, Rp 1,5 juta, “ terang Darmawan.

Darmawan mengatakan, kalau nama Handoko pernah jadi DPO Polres Rohul juga, karena dikirim tim dari Rohul dan pihak Polres Kuansing ikut mendampingi dan tidak berhasil ditangkap.

Kemudian terakhir ada pencuri yang ditangkap masa di Desa Kebun Lado yang ternyata merupakan keponakan Handoko, sementara Handoko sendiri sempat kabur yang terus kabur ke Pasaman, ternyata di Pasaman yang bersangkutan juga telah melakukan pencurian di belasan TKP, dan telah berhasil ditangkap di sana.

Kalau pelaku mencuri di Rohul dan Pekanbaru, katakan Darmawan, hasil curian itu dibawa ke Kuansing, sementara sepeda motor yang di curi di Kuansing berkemungkinan dibawa ke Rohul.
“Makanya kalau hilang motor di LP (laporan, red), kita cek nomor mesin, nomor rangka, itu tidak ada, soalnya dibawa ke luar, makanya LPnya disana, inilah BBnya ditempat kita ni,” kata Darmawan yang juga memprediksi jaringan pencuri itu memakai system barter.(noprio sandi)

Teks fhoto

Kasat Reskrim AKP Darmawan, SH berdiri didekat 15 buah sepeda motor yang berhasil diamankan pihak Polres Kuansing. (noprio sandi)

Rumah Pendekar Malin Direhap

Rumah pendekar malin saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Keprihatinan tersebut ternyata sudah menjadi perhatian pemerintah. Tahun ini, Pemkab Kuansing telah menganggarkan dana Rp 200 juta untuk rehap rumah itu.

Kepastian direhapnya rumah Pendekar Malin disamping laman silat Pendekar Malin (Datuak Baromban Bosi) Pangean dikatakan Sekretaris Daerah Drs. Muharman, M.Pd, Senin (17/10) dalam acara ziarah silat Pangean di Desa Pembatang Kecamatan Pangean. “Rumah pendekar malin akan direhap tahun ini juga dengan dana Rp 200 juta,” tegas Muharman.

Sebelumnya, Sekretaris Kecamatan Pangean Jons Pite Alvi S.Ip mengatakan kalau rumah pendekar malin perlu direhap, karena kondisinya sangat memprihatinkan, rumah itu persis berada di samping laman silat yang menjadi tempat ziarah silat setiap tahunnya.

Pendekar Malin sebagai guru silat beberapa waktu lalu memiliki rumah dan rangkiang serta surau, ketiga bangunan itu telah tua dan perlu dilakukan rehap.

Berdasarkan pengamatan, rumah pendekar malin saat ini memang telah tergolong tua, kayunya sudah mulai dimakan rayap, dibagian dapur sudah mulai diturunkan dan dibuat dari semen.

Satu buah rangkiang berada di depan rumah pendekar malin, sebuah surau berada agak jauh kedepan, ditempat ini biasanya dipergunakan sebagai tempat beribadah oleh masyarakat sekitar.(noprio sandi)

Teks fhoto

Sekretaris Daerah Drs. Muharman, M.Pd memberikan arahan kepada sejumlah pendekar dan masyarakat dalam acara siarah silat Pangean, Senin (17/10) di Desa Pembatang Kecamatan Pangean. (noprio sandi)


Sekda Drs. Muharman, M.Pd didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kuansing Maifadal Muin, S.Sos berjalan dari surau menuju laman Pendekar Malin Desa Pembatang Pangean, Senin (17/10).

Pererat Tali Silaturahmi, Laskar Pemuda Gelar Volly Putri dan Futsal Putra

Teluk Kuantan-Laskar Pemuda Kenegerian Teluk Kuantan (LPKT) akan menggelar pertandingan bola volly untuk putrid dan futsal untuk putra. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahim diantara seluruh warga Kenegerian Teluk Kuantan.

Rencana kegiatan ini diungkapkan Ketua Umum LPKT Ir. Emmerson Selasa (18/10) di ruang kerjanya. “Pelaksanaan turnamen bola volli putrid dan futsal putra ini diharapkan mampu mempererat hubungan silaturahim diantara seluruh warga Kenegerian Taluk Kuantan,” kata Emmerson.

Karena masyarakat yang berdomisili di wilayah Kenegerian Taluk Kuantan yang sekaligus warga Kenegerian Taluk Kuantan menurut Emmerson cukup heterogen secara etnis dan status sosial, termasuk perbedaan pandangan.

Sehingga perlu upaya-upaya kongkrit guna menjalin komunikasi dan terciptanya interaksi yang positif antar warga. Salah satunya dengan adanya kegiatan volli ball putri dan futsal putra tingkat kenegerian Taluk Kuantan bertempat di komplek rumah godang Kenegerian Taluk Kuantan Karak mulai 29 Oktober 2011.

Dipilihnya bola volli putri karena olahraga tersebut paling popular dan diminati oleh generasi muda putrid di Kenegerian Taluk Kuantan, demikian pula halnya dengan futsal putra.

Dengan menggelar turnamen olahraga yang popular dan diminati oleh banyak warga Kenegerian Taluk Kuantan khususnya generasi muda diharapkan Emmerson akan menambah meriah kegiatan tersebut.

“Dengan banyaknya peserta turnamen yang ikut bertanding dan warga yang datang untuk menonton akan tercipta suasana kebersamaan dan meningkatnya rasa persaudaraan serta silaturahmi diantara warga se Kenegerian Taluk Kuantan”, tambah Emmerson. (noprio sandi)

Polres Cek Rutin Sentaja

Jajaran polisi di Polres Kuansing yang memegang senjata api harus melakukan cek kesiapan senjata sekali dalam tiga bulan. Ternyata masih ada polisi yang kartu penggunaan senjatanya sudah mati, otomatis senjata ditarik sampai pengurusan kartu diperpanjang.

Berdasarkan pengamatan di Mapolres Kuansing, Selasa (18/10), sejumlah polisi yang memiliki senjata api termasuk kalangan perwira harus dicek senjatanya, mulai dari kondisi fisik, kartu penggunaan sampai kepada jumlah peluru, termasuk kalangan perwira.

Pengecekan senjata itu disaksikan langsung Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkaini, SH, dan dia masih menemukan ada senjata yang ujungnya telah berkarat dan perlu diberi minyak.

Disela-sela kegiatan, Ristiwan mengatakan kalau pemeriksaan senjata ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sekali tiga bulan. “Rutin dilaksanakan sekali tiga bulan dalam rangka melihat kesiapan senjata kita masing-masing,” kata Ristiawan.

Ristiawan mengakui kalau senjata anggotanya ada yang kotor. “Kelihatan senjata kotor, tidak pernah dibersihkan, kalau kita cek sekali dalam tiga bulan, berarti mereka harus bersihkan dulu senjatanya kan. Kalau dalam keadaan kotor dipakai ngak bagus, kalau kita nembak, ngak bisa kena sasaran dengan tepat,” katanya.

Disamping kebersihan senjata, cek senjata kali ini tambah Ristiawan juga berkaitan dengan peluru senjata, serta kelengkapan surat-surat. “Seluruhnya la, surat, yang sudah mati kartu penggunaan senjatanya, sementara kita amankan, ini ada beberapa senjata yang mati, kita simpan kan, masuk gudang dahulu, nanti setelah dihidupkan, baru kita keluarkan. Diamankan dulu, nanti kalau sudah ada kartu senjatanya, bisa kita pinjam pakaikan lagi,” tegas Ristiawan yang menjelaskan masa berlaku kartu satu tahun.

Kelengkapan senjata yang lain tambahnya berupa kelengkapan administrasinya, ada psikologinya, latihan menembaknya, surat pernyataan dari pemegang senpi. “Psikologikan untuk melihat orang ini layak atau pantas pakai senjata api. Psikologi itu berhubungan dengan kejiwaan kita, tempramennya tinggi, sekarang kan ngak bisa asal nembak kan, kalau asal nembak nanti salah sasaran.,” tambahnya.

Masa berlaku tes psikologi tambah Ristiawan hanya enam bulan. “Jadi sekali enam bulan perpanjang-perpanjang. Maka setiap enam bulan kita datangkan tim psikologi dari polda Riau sana, nanti kalau yang ndak lulus, ndak kita berikan senpi, “ tambahnya yang ternyata ada polisi yang tidak lulus tes psikologi karena waktu itu kejiwaan dia agak labil.(noprio sandi)

Teks fhoto


Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkaini, SH memeriksa senjata anggota polisi di Polres Kuansing Selasa (18/10), pengecekan ini dilakukan sekali tiga bulan.(noprio sandi)

Fraksi PPP Sorot Kebijakan Pemkab

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kuantan Singingi menyorot sejumlah kebijakan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, terutama menyangkut pengurangan tambahan penghasilan bagi pengawai serta berbagai kebijakan yang perlu diperbaiki.

Sorotan itu disampaikan Fraksi PPP dalam sidang paripurna DPRD Kuansing dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap APBD Perubahan Tahun 2011, Senin (17/10) di ruang sidang DPRD melalui juru bicaranya Muhammad Gunarto.

Gunarto diawal penyampaiannya mengemukakan  sejumlah orang tua dihadapkan dengan persoalan semakin parahnya kondisi generasi muda Kuansing, ada yang unjuk kebolehan mengkonsumsi narkoba termasuk pergaulan bebas.

Januari sampai Oktober 2011 ini kurang lebih 15 persen pasangan muda mudi yang tidak asli lagi alias telah melaksanakan tindakan asusila. Oleh sebab itu diperlukan saat ini peraturan daerah atau peraturan bupati tentang  pergaulan bebas muda-mudi

Fraksi PPP juga menyorot ternjadinya mutasi pegawai negeri sipil dilingkungan pemerintah daerah Kabupaten Kuantan Singingi ini, pihaknya dapat memahami karena itu merupakan kewenangan bupati dan wakil bupati melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Sesuai keterangan bupati dalam laporan pertangunggjawab APBD Tahun 2010 yang lalu telah melalui Baperjakat, tetapi setelah dilakukan dengar pendapat antara komisi A DPRD Kuansing, pemerintah daerah yang dihadiri sekretaris daerah, BKD, dijelaskan sekretaris daerah, mutasi tersebut sepenuhnya diatur oleh bupati.

Disarankan Fraksi PPP agar menempatkan seseorang pada jabatan sesuai kompetensi, karena masih ditemukan ada kepala SKPD tidak mengetahui berapa anggaran di SKPDnya.

Fraksi PPP lanjut Gunarto tidak bermaksud sedikitpun memojokkan, tetapi ada posisi jabatan yang belum ditempati, seperti salah satu kacab di Dinas Pendidikan, salah satu bagian di Dinas Pendidikan, hal ini akan berpengaruh terhadap kenaikan pangkat dan gaji berkala guru. “Hal tersebut akan merugikan guru, mohon ditinjau,” pintanya.

Selanjutnya pembayaran tambahan penghasilan, dimana pada perda tahun 2010 tentang APBD 2011, telah dianggarkan dana tambahan penghasilan bagi pegawai Rp 93,8 milyar lebih, anggaran tersebut berada pada sekretariat daerah dengan kode rekening 5110208, untuk menentukan besaran masing-masing pegawai belum ada ketentuan yang mengaturnya, maka perlu diterbitkan sk bupati Kuantan Singingi.

Maka telah ditetapkan masing-masing golongan IV Rp 1,5 juta, golongan III Rp 1,25 juta, golongan II Rp 1 juta, golongan I Rp 750 ribu yang dijabarkan dengan SK bupati nomor 01 tahun 2011, untuk ini tunjangan tambahan penghasilan harus dibayarkan sesuai yang telah ditetapkan.

“Kalau ada rencana pemerintah daerah untuk mengurangi tambahan penghasilan seharusnya harus dilakukan revisi DPA SKPD terlebih dahulu,” kata Gunarto lantang. (noprio sandi)

Panwaslukada Kuansing Belum Gajian

Teluk Kuantan,- Kendati sudah hampir 5 bulan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis dan Drs H Zulkifli,MSi dilantik, ternyata Panwaslukada disemua tingkatan belum juga menerima honor atau belum gajian.

Entah dimana salahnya, yang jelas sejak bulan April, kecuali Panwas Pemilu Lapangan (PPL), Panwaslukada se Kuansing belum juga menerima honor. Padahal sesuai UU Pemilu, 2 bulan pasca pelantikan kepala daerah terpilih, tugas Panwas sudah berakhir. Jadi Panwas ditingkat kecamatan dan tingkat kabupaten hanya menerima honor saat kampanye pada bulan Maret 2011. Sedangkan PPL baru menerima bulan April saja.

Lebih rinci, Ketua Panwaslukada Kuantan Singingi Ahdanan Shaleh, SAg,MPd menyebutkan bahwa honor yang belum diterima Panwas dan sekretariat ditambah Pokja terdiri dari honor bulan Mei dan Juni bagi 209 Panwas Pemilu Lapangan (PPL), honor bulan April, Mei dan Juni bagi 36 Panwas kecamatan, Kelompok Kerja (Pokja) yang beranggotakan 1 orang anggota polisi dari Unit Reskrim Polsek se Kuantan Singingi ditambah sekretariat, honor bulan April, Mei, Juni dan Juli Panwaslukada tingkat Kabupaten ditambah sekretariat serta honor Pokja yang didalamnya termasuk Jaksa dan Penyidik Reskrim Polres Kuansing. Bila dikalkulasikan maka total kekurangan dana yang belum dibayarkan Pemkab berjumlah Rp 574, 2 juta

Sebelumnya tegas Ahdanan, pengajuan awal sudah disampaikan Panwas ke pemkab pada 31 Mei 2011 dan sudah diterima dibagian keuangan Setda dan dari disposisi, hanya dibayarkan honorarium PPL untuk bulan April saja. Sedangkan sisanya tak jelas. Namun karena sisanya tak dibicarakan lagi, Panwas kembali mengajukan pada tanggal 31 Mei 2011 dengan nomor surat 137/Panwaslukada-KS/V/2011 dan berdasarkan buku ekspedisi di Bagian Keuangan, surat itu sudah diterima tanggal 9 Juni 2001 dengan urut 42. Namun dalam pengajuan pada Anggaran Perubahan, angka tersebut tak masuk.

Khawatir tak diajukan, Ketua, anggota dan Sekretaris Panwaslukada kembali menghadap bagian Keuangan Pemkab. Alhasil honorarium Panwas benar-benar tak masuk dengan alasan tak ada surat dari Panwas. Selidik punya selidik, surat pengajuan yang baru itu ternyata tidak didisposisi. Untuk itu, Panwas kembali membuat pengajuan yang baru lagi atas perintah kabag Keuangan H Nafrial,SP,MM. Hingga Paripurna kemarin siang (18/10) membahas APBD-P dengan agenda jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum anggota Dewan dan Pandangan Komisi, ajuan Panwas tak pernah disinggung.

Untuk itu Ahdanan berharap, Pemkab maupun anggota DPRD dapat mengakomodir ajuan Panwas yang notabene merupakan utang Pemkab terhadap lembaga pemerintah tersebut. Anngota DPRD diminta bersikap tegas terhadap honorarium Panwas tersebut sebelum APBD-P ketuk palu. Kepada PPL, Panwascam, anggota Panwas kabupaten, sekretariat dan anggota Pokja untuk dapat bersabar dan dapat memantau jalannya sidang APBD-P di Dewan, harap Ahdanan.(Berita Ependri)

Minggu, 16 Oktober 2011

LPKT Akan Gelar Volli dan Futsal

Laskar Pemuda Kenegerian Teluk Kuantan (LPKT) akan menggelar pertandingan bola volli untuk putri dan futsal untuk putra. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan LPKT sekaligus dalam rangka memeriahkan hari besar Islam hari raya Idul Adha.

Rencana kegiatan itu telah disusun dalam rapat pengurus LPKT Jum’at (14/10) lalu di Balai Adat Kenegerian Teluk Kuantan Karak yang dihadiri sejumlah pengurus LPKT termasuk dua orang dewan pertimbangan Alhamra dan Syahrial.

Dalam rapat tersebut, ketua LPKT Ir. Emerson telah melemparkan kepada forum rapat tentang rencana kegiatan tersebut dan telah disetujui secara bersama. “Kalau dapat kita laksanakan sebelum Idul Adha,” harap Emerson dengan peserta dari klub seluruh kenegerian Teluk Kuantan.

Kegiatan olahraga yang dipilih menurut Emerson sebagai salah cara untuk mensosialisasikan keberadaan organisasi LPKT agar diketahui oleh masyarakat luas sekaligus memeriahkan hari bersar Islam hari raya Idul Adha.

Dengan adanya kegiatan volli dan futsal nantinya yang dipusatkan di rumah godang Karak, diharapkan generasi muda dan masyarakat luas mulai mencintai rumah godang dan mengetahui adapt istiadat sejak dini termasuk memberikan pemahaman tentang adat itiadat kepada generasi muda secara perlahan.

Disamping membicarakan kesiapan pelaksanaan kegiatan pertandingan olahraga, rapat tersebut juga membahas kondisi terkini organisasi terutama setelah pelaksanaan pemilukada Kuansing belum lama ini.

Dari hasil rapat disepakati pagi pengurus dan anggota LPKT yang berbeda pandangan untuk menyatukan persepsi kembali dalam satu wadah LPKT, sehingga satu-satunya organisasi pemuda yang skopnya kenegerian dalam membantu masyarakat kenegerian Teluk Kuantan serta orang adapt. (noprio sandi)

Teks fhoto

Rumah godang-Rumah godang kenegerian Teluk Kuantan direncanan sebagai lokasi pelaksanaan olahraga volli ball putri dan futsal, sebagai langkah mensosialisasikan lascar Pemuda Kenegerian Teluk Kuantan (LPKT). (noprio sandi)

Ratusan Jemaah Syatari Ziarahi Makam Al Azhar

Makam keramat Al Azhar dikunjungi ratusan penziarah, mereka datang dari berbagai tempat untuk mengambil berkat. Al Azhar merupakan orang yang mengembangkan agama Islam di Kuantan Singingi asal Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat.

Penziarah datang sejak pukul 11.00 WIB untuk mereka yang dekat dari Kota Teluk Kuantan dan ada yang datang sekitar pukul 15.00 WIB, mereka berkumpul dimakam Al Azhar atau yang lebih dikenal dengan makam Datuk Keramat depan Pasar Rakyat Teluk Kuantan.

Saat itu, mereka terlihat mengumpulkan sejumlah uang untuk keperluan ziarah serta keperluan lainnya, dan juga mendengar pengarahan dari pimpinan rombongan mereka, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil.

Sebelum pembacaan tahlil, langit sekitar makam menjadi mendung, tiba-tiba saja datang angin kencang kira-kira satu menit, dan tidak lama kemudian angin kencang itu hilang dengan begitu saja, prosesi tahlilan tetap berjalan dengan lancer.

Menurut pimpinan rombongan penziarah Syahrial Efendi, penziarah yang datang ke makam tersebut datang dari berbagai tempat, Sitiung, Guntur, Pilau Punjung (Sumatera Barat), Lubuk Jambi, Inuman, Kopah, Pangean (Kuansing) dengan nama jamaah Syatariah.

Mereka yang datang merupakan murid dari sejumlah jemaah syatariah, , sementara Al Azhar merupakan guru dari guru mereka, dengan harapan limpahan berkat dari Al Azhar.

Sejarah Datuk Keramat yang mereka ziarah itu merupakan berasal dari Padang Pariaman, beliau seorang ulama, bahkan seorang aulia Allah yang membawa Islam ke daerah Kuansing, Lubuk Jambi, Teluk Kuantan dan sekitarnya. “Beliaulah yang membawa Islam kali pertama di siko,” kata Syahrial.

Ketika ditanya tahun berapa Islam pertama dibawa Al Azhar ke Kuansing, Syahrial mengaku tidak mengetahui tahunnya sama sekali. “Ndak tahu tahunnyo, cuman sejarah, itulah, gelar beliau Ongku Sidi,” tambah Syahrial.

Terkait kehebatan dan keahlian Al Azhar, jemaah Syatari lainnya Jamaluddin asal Sitiuang mengatakan berdasarkan sejarah yang diterima, sewaktu mengembangkan agama waktu dulu menjadi tukang angkat barang di pasar Teluk Kuantan (buruh angkat, red).

System menjadi tukang angkat, Al Azhar tidak sama dengan buruh-buruh lainnya, melainkan Al Azhar menerapkan system setiap barang orang yang diangkatnya, dia meminta syarat atau upah agar orang itu membaca dua kalimat syahadat.

Dalam pada itu, juru kunci makam keramat, Hendriadi mengatakan, jemaah Syatariah ini datang berziarah setiap tahun, kalau tahun sebelumnya, jemaah beriuran membelikan kaca makam, dan untuk tahun ini berkemungkinan juga akan dibantu dalam pembuatan kaca sebelahnya lagi.(noprio sandi)

Teks fhoto

Ziarah-Ratusan Jemaah Syatariah mendatangi makam Datuk Keramat Al Azhar bergelar Ongku Sidi di Teluk Kuantan, mereka meminta berkat, mereka yang datang merupakan murid dari berbagai guru yang ada. (noprio sandi)

Jumat, 14 Oktober 2011

Kuansing Juara Umum Cabor Pencak Silat Porda VII Riau

Kontingen Kuantan Singingi (Kuansing) patut berbangga diri. Betapa tidak, para atlet berhasil keluar sebagai Juara Umum untuk cabang olahraga (Cabor) Pencak Silat di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Riau VII di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil).

Usai mengikuti babak final, kemarin sore (14/10/11), pesilat Kuansing menyabet 5 medali emas, 6 perak dan 3 perunggu. Peringkat kedua untuk cabor ini ditempati tim Kota Pekanbaru dengan 4 emas, 6 perak dan 7 medali perunggu. Sedangkan peringkat ketiga diduduki tim Bengkalis dengan 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Kemudian posisi selanjutnya ditempati esilat Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dengan 3 emas, 1 perak dan 4 medali perunggu. Kabupaten Kampar bertengger di urutan kelima dengan perolehan 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Tim Kabupaten Inhu berada di posisi keenam dengan perolehan 2 emas dan 3 perunggu.

Sementara itu pesilat tuan rumah, Inhil harus puas berada di posisi ketujuh dengan 1 emas, 4 perak dan 7 perunggu. Disusul pesilat Kabupaten Siak berada pada urutan kedelapan dengan perolehan 1 medali emas, 1 medali perak dan 4 medali perunggu.

Selanjutnya atlet-atlet Silat Kota Dumai di tempat kesembilan dengan raihan 1 medali emas, disusul pesilat Kabupaten Pelalawan harus puas dengan perolehan 6 perunggu, serta juru kunci ditempati Kabupaten Meranti yang tidak kebagian satu medali pun.

Cabor Pencak Silat ini cepat selesai pertandingan karena memang sudah dipertandingan sebelum pembukaan Porda bersama Cabor Tae Kwon Do, Sepak Takraw dan Karate.(RTC)

Kajari Jangan Tebang Pilih Kasus

Kejaksaan Negeri Teluk Kuantan diminta untuk tidak tebang pilih kasus. Pasalnya, dari beberapa kasus yang telah dilaporkan ternyata baru kasus rumah layak huni yang telah diangkat kepermukaan, sementara kasus besar lainnya seperti catering sekolah pintar belum tersentuh sama sekali.

Permintaan untuk tidak tebang pilih tersebut dikatakan Ketua Permata Kuansing Junaidi Afandi, Jum’at (14/10) usai sholat Jum’at di Masjid Makkah Kelurahan Simpang Tiga Teluk Kuantan. “Kajari jangan tebang pilih, “ pinta Junaidi.

Junaidi menyatakan apresiasi kepada pihak kejaksaan yang telah mengangkat kasus rumah layak huni, seperti terbongkar saat Wakil Bupati Kuansing Drs.H. Zulkifli, M.Si berpidato pada acara pelantikan kepala desa di Kecamatan Kuantan Mudik.

Junaidi menambahkan, ternyata tidak hanya di Kecamatan Kuantan Mudik rumah layak huni ini yang bermasalah, tetapi juga ada di Desa Pulau Kedundung Kecamatan Kuantan Tengah.

Namun Junaidi menyayangkan Wakil Bupati Drs. H. Zulkifli, M.Si yang meminta kepada desa yang bermasalah rumah layak huninya agar menyelesaikan pekerjaan, karena nanti jika dilaksanakan audit BPKP, pekerjaan tahun 2010 yang tidak selesai itu akan bisa dikelabui.

Terkait hal tersebut, Kajari Teluk Kuantan, Maryono, SH, MH dihubungi melalui ponsel ketika berada di bandara membenarkan pihaknya telah mengangkat kasus rumah layak huni seperti yang dipidatokan Wakil Bupati Drs. H. Zulkifli, M.Si.

Kasus yang dipidatokan Zulkifli menurut Maryono tidak menyalahi karena dengan adanya kasus tersebut dan dipidatokan semacam nasehat untuk yang lainnya dimasa yang akan datang agar berhati-hati dan kesalahan itu jangan terulang lagi.

Sedangkan menanggapi terkesan tebang pilih kasus, Maryono membantahnya, karena untuk kasus yang besar masih ruwet (sulit, red), sementara yang kasus kecil seperti rumah layak huni sudah jelas. “Yang jelas-jelas ada dulu, yang lain ruwet-ruwet,” katanya. Yang jelas-jelas itu tambah Maryono sebenarnya lebih menyentuh masyarakat kecil. (noprio sandi)

Sukarmis Klaim Pembangunan Yang Telah Berhasil

Bupati Kuantan Singing H Sukarmis dihari ulang tahun kabupaten ke-12 mengklaim beberapa pembangunan yang telah berhasil. Klaim itu disampaikannya ketika berpidato dalam sidang istimewa DPRD Rabu (12/10) lalu di gedung DPRD.

Keberhasil yang telah bisa dilihat dan dinikmati tersebut menurut Sukarmis, desa/kelurahan telah dibuka belenggu isolasinya sehingga saat ini telah dapat dilalui kendaraan roda empat dan enam yang berdampak terhadap semakin mudahnya transportasi orang dan barang.

Keberhasilan lainnya, telah dibangunnya gedung serbaguna disetiap kecamatan sehingga dapat digunakan oleh masyarakat dan pemerintah kecamatan sebagai tempat acara yang bersifat massal, begitu juga kantor camat, kantor kepala desa yang lebih representative.

Telah dibangun beberapa jembatan yang menghubungkan desa-desa dipinggir sungai Kuantan seperti Lubuk Ambacang, walaupun ada beberapa yang masih belum diselesaikan seperti Cerenti dan Baserah.

Sukarmis juga mengklaim telah dibangun gedung baru sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK.

Dan terakhir tambahnya, telah menyiapkan bangunan fisik sekolah pintar, sport centre dan mesjid agung. “Mudah-mudahan ini akan menjadi kebanggaan dan icon Kuantan Singingi nantinya, sekurang-kurangnya dapat dicatat bahwa bangunan tersebut merupakan buah karya Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi,” katanya. (noprio sandi)

Kamis, 13 Oktober 2011

Pembangunan Rumah Layak Huni Menuai Masalah

Maksud pemerintah memperbaiki kehidupan masyarakat melalui program rumah layak huni ternyata tidak berjalan mulus. Pasalnya beberapa rumah di dua desa tersandung kasus tidak selesainya rumah itu, dan tengah ditangani pihak kejaksaan.

Pembangunan rumah layak huni tersebut menurut Wakil Bupati Drs. H Zulkifli, M.SI dalam sambutannya ketika melantik kepala desa di Kecamatan Kuantan Mudik, Kamis (13/10), merupakan hibah dari pemerintah daerah kepada masyarakat melalui OMS.

“Untuk desa-desa yang belum menyelesaiakn untuk tahun 2010 diharapkan segera menyelesaikan. Karena hal ini akan dipertanggungjawabkan kepada negara, khusus yang berkasus, Ibul, ada 7 rumah, kasusnya sudah diangkat di kejaksaan, sangat disayangkan, ada itikat baik membantu masyarakat miskin, kena kasus disana. Kami mohon, kerjakan, selesaikan secepatnya,” kata Zulkifli.

Camat dimintanya untuk memantau ke lapangan, karena jangan karena uang Rp 5 juta, Rp 10 juta, ada yang tersandung nantinya, karena pekerjaan itu tergolong sedikit, ada Rp 5 juta, ada yang Rp 3 juta  dan ada yang Rp 2 juta.

Meski nilainya kecil, Zulkifli menilai dalam kasus itu, bukan melihat nilainya, tetapi yang ditinjau dari segi hokum perbuatannya. “Jadi kepada kepala desa kami ingatkan, kalau yang akan datang, pemberdayaan, tolong diseriuskan, ini amanah yang harus kita jalankan, karena amanah akan diiringi dengan sangsi, jika amanah tidak kita jalankan, maka sangsi akan kita terima, “ terangnya.

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi tambahnya setelah melakukan pengecekan seandainya bisa masih dalam tahap-tahap pembinaan, akan dilakukan pembinaan dalam waktu beberapa hari ini, karena dikabarinya pihak kejaksaan telah membentuk tim juga. “Karena, mengapa kita mempersulit diri kita sendiri, karena kalau sudah masuk kasus pidana, bukan nilai lagi, tapi perbuatannya. Dan untuk seluruh kepala desa, Desa Saik, masih ada pekerjaan sedang berjalan, tolong diselesaikan. Nanti kalau dipanggil ke kejaksaan, berulang-ulang ke kejaksaan itu, biaya juga,” katanya.

Namun dalam hal ini, Zulkifli masih melihat, dari 120 rumah yang kita kerjakan di Kabupaten Kuantan Singingi ini, di Ibul tidak seratus persen tidak dikerjakan, 7 rumah yang tidak dikerjakan nilainya Rp 5 juta, Rp 3 juta, Rp 2 juta. Mudah-mudahan dalam waktu yang pendek ini, bisa dikonsultasikan dengan kabag hukum, tidak menjadi masalah pidana, sementara binaan pemerintah hanya sampai disitu.

Kalau lah masuk pidana tambah Zulkifli, tentu pihak Pemkab Kuansing tidak bisa lagi ikut campur, bukan berarti pemerintah daerah tidak melindungi. “Itu bagian dari proses hukum. Jadi termasuk Saik, karena Saik belum masuk kasus, tolong kepala desa. Tidak banyak, ada pintunya yang belum dipasang, plesternya…..ada beberapa meter yang belum diplester,” harapnya.

Keseriusan camat diharapkan dalam membina kepala desa dasn masyarakatnya, yang diharapkan jangan ada satu orangpun warga yang masuk dalam kasus-kasus pidana ini. “Anak kita korban, keluarga kita korban,” pesannya sembari mengisyaratkan kalau desa lain, dengan dana yang sama, bisa menyelesaikan mengapa dua desa tersebut bisa terjadi kasus, ini menandakan selama ini kepala desa tidak sidiq, tidak amanah dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dipercayai oleh negara kepadanya.(noprio sandi).

Wakil Bupati Lantik Tiga Kades Di Kuantan Mudik

Wakil Bupati Kuantan Singingi Drs. H. Zulkifli, M.Si melantik tiga orang kepala desa di Kecamatan Kuantan Mudik. Pelantikan itu diiringi juga pemberian ucapan selamat kepada mantan kepala desa.

Pelantikan Kamis (13/10) itu sesuai dengan surat keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor kpts.201/VIII/2011 tertanggal 25 Agustus 2011 atas Juliadi menjadi Kepala Desa Pebaun Hilir, Edi Rusdianto jadi Kepala Desa Air Buluh dan Adirus menjadi Kepala Desa Aur Duri.

Dalam sambutan tertulis Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis yang dibacakan Zulkifli disebutkan kalau dikaji proses pemberdayaan desa selama ini dibidang sosial, ekonomi maupun politik, belum sesuai dengan prinsip keadilan.

Factor dari luar yang bisa mempengaruhi kemajuan masyarakat desa diantaranya factor kebijakan pemerintah dalam memberikan bantuan pembiyaan, serta bantuan infrastruktur sampai kepada pembangunan rumah layak huni. Factor dari dalam  berupa adapt dan kebiasaan, sikap mental.

Dari factor ini, pemerintah akan merumuskan kebijakan, salah satu program strategis yang akan dilaksanakan pembangunan infrastruktur desa yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan.

Terkait pelantikan kepala desa, dikatakan, kepala desa memiliki tanggung jawab yang sangat berat, juga harus mengembangkan budaya menampung aspirasi masyarakat yang demokratis, ciptakan suasana yang sejuk dan kondusif, menjaga hubungan yang baik dengan lembaga lain ditingkat desa, maupun masyarakat, serta mengupayakan pemecahan masalah dengan pihak kecamatan. (noprio sandi)

Teks fhoto
Lantik-Wakil Bupati Kuantan Singingi Drs. H. Zulkifli, M.Si menyalami mantan kepala desa, setelah melantik kepala desa Aur Duri, Pebaun Hilir dan Air Buluh, Kamis (13/10) di halaman kantor camat Kuantan Mudik. (noprio sandi)