Rabu, 28 Desember 2011

Tak Terima Sertifikasi, Guru Merasa Diintimidasi


Adanya guru yang tidak menerima dana sertifikasi merasa dirinya telah diintimidasi oleh pihak-pihak yang kurang senang kepadanya. Ternyata tidak dibayarkannya dana sertifikasi tersebut dikarenakan pembayaran harus sesuai dengan beban kerja.

Guru yang tidak menerima dana serifikasi tersebut menimpa Dr. Yusri, S.Pd, ST, MT guru SMK Negeri Singingi Hilir dan sebelumnya pernah menjadi guru di SMK Negeri I Teluk Kuantan.

Melalui selulernya Rabu (28/12), Yusri merasa kesal, dan kisahkannya sekirat sebulan yang lalu kelengkapan administrasi pencairan dana sertifikasi telah dilengkapi, tetapi akhirnya khusus Yusril pribadi tidak cair, dan dia merasa diintimidasi.

Mengapa merasa diintimidasi, Yusri melihat periode sebelumnya Januari-Juni 2011 sekitar 5 bulan yang seharusnya sudah bisa dibayarkan, tidak juga dibayarkan oleh pihak yang membayarnya.

Ketidakkeluaranya dana itu dikatakannya  sewaktu pengurusan oleh bendahara SMK Negeri I Teluk Kuantan mengalami keterlambatan bahan sampai ke Dinas Pendidikan, jadi setelah itu dirinya menyusul sekaligus mempertanyakan kepada pihak yang berkompeten di Dinas Pendidikan Drs. Linskar.

Dan saat itu, Linskar menurut Yusri mengatakan terjadi kesalahan teknis bendahara sekolah, dan waktu itu Linskar berjanji akan akan mengusulkan pembyaran untuk periode mendatang.

Bahkan waktu itu Yusri sempat mengingatkan agar bahannya jangan sampai hilang. Dan kembali dicek sekitar tiga minggu yang lalu mengapa belum juga dibayarkan dana sertifikasi dirinya untuk periode sebelumnya, bahkan bahan itu diserahkan secara kolektif bersama guru yang lainnya dari SMK I Teluk Kuantan, ternyata tidak juga dimasukkan, sementara teman-teman Yusri yang lain telah menerima dana sertifikasi tersebut.

Merasa tidak puas, Yusri ternyata kembali mempertanyakan kepada salah seorang pejabat lagi M Yanis, mengapa dana sertifikasi dirinya tidak keluar, dan dijawab M Yanis kalau dirinya tidak pernah melihat bahan Yusri masuk, sehingga menjadi tanda tanya besar kembali bagi Yusri.

Terkait hal tersebut, Drs. Linskar dihubungi mengatakan dalam pembayaran dana sertifikasi ada Permen yang mengaturnya, walaupun seorang guru sudah menyerahkan  dokumen kepada pihaknya, tapi kalau bertentangan dengan peraturan tidak dibayarkan.

Khusus Yusri kata Linskar bukan tidak dibayarkan, kebetulan waktu pemberkasan mengalami keterlambatan, orang sudah dibayarkan Yusri baru memberkas, tidak mungkin lagi diajukan ke kas negara, maka menunggu proses selanjutnya, ada tahapan-tahapannya. “Jadi mengenai Yusri Rasul itu ada peluang untuk dibayarkan, tapi tidak seluruhnya, karena kita hitung dari bulan Januari sampai bulan lima atau bulan enam,” tegasnya.

Karena waktu itu tambah Linskar Yusri bertugas di SMK Negeri I Teluk Kuantan, setelah itu dimutasikan ke Petai (SMK Negeri Singingi Hilir, red), beban kerjanya berdasarkan dokumen tidak lengkap. “Sedang kami proses, bukan kami tidak membayarkan,” katanya lagi memberi penekanan.

Dijelaskan Linskar, walaupun guru sudah lulus sertifikasi tidak mesti dibayarkan, apabila dibayarkan harus memenuhi beban kerja. “Mengajar 24 jam tatap muka di kelas, itupun yang diajarkan sesuai..profesi yang dimiliki, kalau sertifikasi konstruksi kayu, walaupun mengajar dia 24 jam matematika, itukan tidak relevan, harus ada kaitannya dengan serifikat konstruksi kayu tadi, seperti bangunan dan segala macamnya, itu yang diakui,” imbuh Linskar. (noprio sandi)

Teratak Butuh SMA


Empat desa Kenegerian Teratak Air Hitam dan Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Benai membutuhkan SMA. Lahan seluas 3 hektar telah disiapkan. Namun pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi belum bisa membantu sebelum ada swadaya masyarakat dalam bentuk SMA kelas jauh, termasuk harus sudah ada jebolan sekolah itu minimal satu angkatan.

Keinginan memiliki SMA dan diharapkan bantuan dari Pemkab Kuantan Singingi tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kengerian Teratak Air Hitam dan Kelurahan Beringin Jaya Datuak Rajo Nan Putiah, Jum’at malam (23/12) di lapangan Tomas Teratak Air Hitam dalam acara Peringatan 1 Muharram 1433 H sekaligus syukuran atas terpilihnya pasangan Sukarmis-Zulkifli sebagai bupati dan wakil bupati.

“Dek jauh jarak cucu kemenakan kami tompek menimbo ilmu pengetahuan, makonyo kami ateh namo cucuang kemenakan, juo berharap agar bapak mambuekkan sekolah SMA. Yang lokasinya telah kami sediokan,” kata Datuak Rajo nan Putiah dengan dialek Kenegerian Teratak.

Sementara itu Camat Benai Andika Putra S.Ip menyatakan bahwa masyarakat Kenegerian Teratak Air Hitam dan Kelurahan Beringin Jaya, sangat mengharapkan berdirinya sekolah SMA. “Yang sudah disediakan tanahnya oleh masyarakat seluas lebih kurang 3 ha, yang lokasinya berada di Desa Teratak Air Hitam dan berjarak dari jalan poros Teratak Air Hitam ini lebih kurang 200 meter. Dan ini sudah kami siapkan surat tanahnya dalam bentuk Surat Keterangan Tanah,” kata Andika.

Namun demikian, Bupati Kuantan Singingi H Sukarmis dalam kesempatan tersebut menyatakan keinginan masyarakat Kengerian Teratak Air Hitam dan Kelurahan Beringin Jaya belum bisa direalisasikan.

Karena menurut Sukarmis harus terlebih dahulu telah berdiri sekolah, makanya masyarakat serta kepala desa dan lurah di Kenegerian Teratak Air Hitam dan Kelurahan Beringin Jaya disarankan untuk mengadakan musyawarah terlebih dahulu.

Kalau perlu menurut Sukarmis bangun terlebih dahulu sekolah dengan swadaya dalam bentuk sekolah pilial atau kelas jauh dari Sentajo atau Benai, dan setelah itu untuk bisa mendirikan sekolah negeri seperti dimaksud harus sudah memiliki murid dan juga telah ada keluarannya minimal satu angkatan. “Apabila itu sudah terlaksana, kita bangun SMA,” janji Sukarmis. (noprio sandi)

BPMPKB SENTIL KANTOR KADES BANYAK TIDAK BUKA


TELUK KUANTAN ( VOKAL) - Dari 209 desa dan kelurahan yang ada di
kabupaten Kuantan Singingi, ternyata banyak kantor kepala desa yang
tidak buka, dan hanya sebagian kecil saja kantor kepala desa yang
membuka kantor setiap hari, untuk memberikan pelayanan kepada
masyarakat.

Sehingga sebagian besar masih tidak membuka kantornya setiap hari
untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun hanya membuka
kantor di rumah kepala desa itu sendiri. Hal ini tentu saja sangat
disayangkan sekali, karena setiap desa saat ini, sudah memiliki kantor
desa,

" Kalau kantor desa hanya buka di rumah saja dan tidak dimanfaatkan
sesuai dengan fungsinya, bagaimana memberikan pelayanan yang baik
terhadap warga masyarakatnya," papar Kepala BPMPKB Kuansing, H.
Asaruddin, S. Sos, MM pada pembukaan Bimtek Pelaporan dan
tanggungjawab ADD tahun 2011 di Hotel Khasanah Teluk Kuantan, Jum';at
kemarin.

Oleh karena itu, katanya, kepala desa harus dapat memberdayakan
perangkat desa yang ada secara bergilir, guna memberikan pelayanan
kepada masyarakat di kantor kepala desa, karena pemerintah telah
memberikan honorkepada perangkat desa dan BPD.

" Pemerintah telah memberi honor kepada kepala desa dan BPD, kenapa
kantor kepala desa tetap tidak buka, yang seharusnya dilakukan piket
secara bergilir untuk membuka kantor kepala desa tersebut," tuturnya.

Walaupun honor  masih relative kecil, tentu perlu ada kontribusi yang
jelas dari si penerima honor terhadap tugas-tugas yang diberikan
kepadanya. Jangan hanya menerima honor saja, akan tetapi tidak mau
melaksanakan tugas-tugas yang diberikan, sebutnya.

Selain itu, tambahnya, Alokasi Dana Operasional administrasi desa dan
BPD, serta dana pembangunan Infrastruktur desa ini harus dapat
dipertanggungjawabkan penggunaannya. Ini berpedoman pada aturan-aturan
sesuai dengan ketentuan penggunaan dana pemerintah dans ecara fisyk
pelaksanaannya dapat dipertanggungjawabkan.

" Kita tidak menginginkan di belakang hari setelah dilakukan
pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang masih terdapat
pekerjaan-pekerjaan fisyk yang tidaks elesai ataupun tidak sesuai
dengan Rencana Usulan kegiatan (RUK) dan Rencana Anggaran Biaya
(RAB)," tegasnya.

Sehingga akan dapat menjadi temuan Badan Pemeriksa keuangan, dan
berharap agar dapat melaksanakan kegiatan ADD ini secara
sungguh-sungguh sesuai dengan perencanaan,s ebutnya.

Sebab, Bupati Kuansing telah mentargetkan untuk tahun 2011 dan 2012
laporan keuangan pemkab Kuansing mencapai target WTP (wajar tanpa
pengecualian), hal ini dapat tercapai apabila pengguna anggaran
pemerintah telah melaksanakan sistem pertanggungjawaban keuangan
sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan, himbaunya. (
Rep)***

TEBING LONGSOR MEMBAHAYAKAN RUMAH PENDUDUK

TELUK KUANTAN ( VOKAL) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kuantan
Singingi membuat, tebing tanah di pinggir sungai batang kuantan
setinggi 10 meter roboh.
Tebing tersebut longsor akibat tergerus air sungai batang kuantan yang
naik dan menyebabkan beberapa 6.156 rumah terendam banjir. Tanah
bercampur air menimpa beberapa rumah penduduk, milik Muradif (46) dan
dua rumah lainnya terancam.
" Waktu itu kami sekeluarga sedang berkemas-kemas mempersiapkan
peralatan rumah, karena banjir telah mulai memasuki rumah. Tiba-tiba
ada suara gemuruh, setelah tebing itu terlihat roboh, kami sekeluarga
langsung meninggalkan rumah," ujarnya saat ditemui di kediamannya,
Selasa (27/12).
Untungnya tanah longsor tersebut hanya di bagian dapur rumahnya saja,
yang berukuran sekitar 10 meter, dan ini terjadi longsor yang ketiga
kalinya, karena sewaktu banjir kemarin dan tahun lalu juga terjadi
longsor dan merusak bagian belakang rumah, sebutnya.
Sementara longsor juga terjadi di Desa Sungai Alah dan Turap Tebing
Desa Tanjung Kecamatan Hulu Kuantan. Longsor di Desa Sungai Alah
sepanjang 10 meter yang hanya tinggal sekitar 25 cm dari pinggir
jalan, Ungkap Kepala Desa Sungai Alah, M. Rizal ketika dihubungi
Harian Vokal.

Bahkan dirinya meminta perhatian Pemkab Kuansing untuk memperbaiki
tebing yang longsor tersebut, kalau tidak akan dapat membahayakan
warga sekitarnya atau pengguna jalan raya, apalagi bila berjalan di
malam hari yang tidak ada penerangan lampu jalan di tempat tersebut.

“ Kami sangat berharap adanya perhatian Pemkab Kuansing melalui Dinas
Bina Marga untuk memperbaiki tebing yang longsor akibat banjir, karena
dapat membahayakan pengguna jalan dan masyarakat setempat,” paparnya.

Sementara di Desa Tanjung juga telah terjadi longsor terhadap turap
yang baru di bangun tahun lalu, dimana turap penahan tebing dibangun
sepanjang 300 meter telah tumbang sepanjang 10 meter, Kata Camat Hulu
Kuantan, Akhyan Armofis, S. Sos ketika dihubungi Harian Vokal melalui
handphone selulernya.

“ Turap tebing yang baru di bangun tahun lalu, telah tumbang sepanjang
10 meter di Desa Tanjung Hulu Kuantan, sehingga sangat perlu perhatian
dari instansi terkait,” tuturnya.

Turap penahan tebing ini merupakan penahan tebing sungai batang
kuantan, dan sangat berharap agar dilakukan perbaikan kembali,
tukasnya. ( Rep)***

RIBUAN RUMAH DI KUANSING TERENDAM BANJIR


TELUK KUANTAN ( VOKAL) - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kuantan
Singingi sejak sabtu malam hingga minggu malam (24 s/d 25/12) sekitar
pukul 011.30 wib s/d 12.30 WIB menyebabkan Sungai Batang Kuantan dan
Sungai Singingi meluap, yang menyebabkan banjir hampir terjadi
diseluruh wilayah Kuansing hingga pada senin (26/12) dan ribuan rumah
serta puluhan desa terendam banjir.

Sehingga dengan meluapnya kedua sungai tersebut, menyebabkan warga
menjadi panic karena air begitu kencang memasuki kearah rumah
penduduk, dan beberapa warga pun berhamburan keluar rumah untuk
menyelamatkan diri dari banjir yang terjadi secara mendadak tersebut.

Menurut Asniwati (44) warga desa Kinali yang dihubungi Harian Vokal
dilapangan menyebutkan, kalau air Sungai Batang Kuantan ini sangat
kencang sekali datangnya, dan terjadi sejak siang minggu hingga senin
pagi, dan ditambah dengan hujan deras yang terus mengguyur dengan
derasnya.

Akibatnya, warga menjadi panic dan mulai berkemas-kemas mempersiapkan
seluruh peralatan rumah tangga dan barang-barang elektronik, dari
banjir yang datang secara mendadak pada tengah malam hingga subuh
hari, bahkan air sungai batang kuantan masih terus naik dengan
kencangnya hingga pukul 10.00 WIB. Bahkan hewan ternak atau binatang
peliharaan berupa kerbau, sapi dan kambing diselamatkan ke daerah yang
lebih tinggi.

" Kalau tidak demikian halnya, maka akan dapat terkena musibah banjir
yang datang secara mendadak tersebut, makanya seluruh hewan peliharaan
harus diungsikan ke daerah yang lebih tinggi agar tidak terkena
banjir," paparnya.

Menurutnya, musibah banjir yang terjadi kali ini memang dinilai cukup
dahsyat karena air sungai batang kuantan bergerak begitu cepat dan
ditambah dengan hujan deras yang terus mengguyur. Namun untungnya
masih bisa menyelamatkan diri beserta barang-barang perabotan lainnya,
termasuk juga hewan ternak.

Sebab, katanya, kalau tidak diselematkan khawatir akan terjadi atau
terkena rendaman air yang datang begitu kencang di saat warga sedang
enak tidur di pagi buta tersebut. Bahkan dirinya beserta keluarganya
tidak tidur semalaman dan beberapa warga juga banyak yang hilir mudik
untuk melihat kondisi air sungai batang kuantan.

" Banjir yang datang secara tiba-tiba tersebut mencapai sekitar 40 –
60 centimeter, dan mengenai puluhan rumah di desa kinali kecamatan
kuantan mudik, karena letak desanya berada di pinggir sungai batang
kuantan. Bahkan Sawah yang baru siap tanam telah menjadi lautan air di
hamparan padang kinali tersebut," tuturnya.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Sosial dan Tenaga
Kerja Kabupaten Kuantan Singingi, Tarmis, S.Pd, MH yang berada di
posko bencana banjir Kuansing, menyebutkan musibah banjir yang terjadi
di kuansing semalam telah mengenai ribuan rumah warga dan puluhan
desa.

Dari data yang dihimpun di Posko Bencana Banjir Kuansing, yaitu
Kecamatan Singingi Hilir sebanyak 25 rumah dari dua desa, Kecamatan
Kuantan Mudik sebanyak 635 desa rumah dari 15 desa, Kecamatan Pangean
sebanyak 512 rumah dari 8 desa, Kecamatan Kuantan Hilir sebanyak 112
rumah dari 16 desa, Kecamatan Gunung Toar sebanyak 510 desa dari 8
desa, Kecamatan Benai sebanyak 585 rumah dari 10 desa, Kecamatan Hulu
Kuantan sebanyak 10 rumah dari 2 desa, dan Kecamatan Kuantan Tengah
sebanyak 2642 rumah dan 20 desa yang terkena banjir.

" Namun data yang telah di himpun di posko bencana banjir kuansing
itu, baru data sementara yang masuk hingga pukul 15.00 WIb dan
berkemungkinan akan bertambah karena air sungai batang kuantan masih
tetap terlihat naik," tegasnya.

Dijelaskan Tarmis, pihaknya telah melakukan kunjungan dan bnahkan
telah mendirikan posko bencana banjir di ibukota kecamatan, disamping
juga mendirikan posko di seluruh kecamatan di kuansing untuk dapat
mengetahui secara langsung daerah yang terkena banjir dans ekaligus
menghimpun yang terkena banjir tersebut.

“ Begitu mendapat laporan tentang adanya banjir yang terjadi di
Kuansing, kita langsung turun dan melihat kondisi yang sebenarnya,
sedangkan berapa jumlah kerugian material yang dialami warga baik
sampai saat ini belum diketahui, karena sedang melakukan pendataan di
lapangan," ujarnya.

Sementara itu, Camat Cerenti Drs. Martono yang dihubungi Harian Vokal
via sms menyebutkan sampai saat ini belum ada rumah yang terkena
banjir di daerahnya, karena air sungai batang kuantan baru sekitar
pinggir tebing saja dan bila kondisi air merangkak naik tentu akan
dapat mengenai wilayahnya. ( Rep)***