Kamis, 19 Januari 2012

Genjot PAD Pertambangan, Kuansing Belajar Ke Bungo Jambi


Poting 4 Januari 2011
Guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) pertambangan, Kabupaten
Kuantan Singingi belajar ke Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Dengan
harapan kedepan, PAD pertambangan bisa ditingkat dan tidak menyalahi
regulasi yang ada, termasuk trik-triknya.

Usai mengunjungi Bungo, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Kuantan Singingi melalui Kabid Geologi dan Pertambangan Umum
Junaidi, ST Rabu (4/1) di ruang kerjanya membeberkan hasil yang
didapat sepulangnya dari Bungo. "Sebenarnya ketua tim Pak Sumarli dari
Dispenda, namun untuk data masalah pertambangannya memang ada disini,"
kata Junaidi.

Salah satu hasil yang diperlihatkan Junaidi, sebuah format surat
permohonan yang ditujukan kepada bupati Bungo dari perusahaan
pertambangan. "Jadi perusahaan pertambangan yang mengirim surat ke
bupati," katanya.

Dimana dalam surat tersebut diantaranya berguna untuk menyatakan
kesediaan perusahaan pertambangan untuk memberikan hibbah partisipasi
pembangunan kepada pemerintah kabupaten langsung ke rekening pemda.
"Jadi sangat kecil kemungkinan terjadi kebocoran," katanya.

Besarnya hibbah yang diberikan tambah Junaidi tergantung besarnya
jumlah produksi yang dikontrol dengan kartu kendali jika melalui
pos-pos pertambangan. "Jadi jumlahnya bisa dikontrol melalui kartu
kendali itu," katanya.

Untuk Kabupaten Kuantan Singingi sendiri menurut Junaidi sangat besar
potensi pertambangan yang ada mulai dari batu bara sampai kepada emas,
beberapa buah perusahaan pertambangan saat ini sudah ada yang memiliki
izin eksploitasi dan eksplorasi. "Namun dari sejumlah perusahaan,
tidak ada yang produksi sekarang, khusus batu bara, sehingga kita
merasa kesuilitan untuk menerapkannya di Kuansing," katanya pesimis.

Namun demikian, untuk kedepan lanjut Junaidi peluang untuk merebut PAD
dari hibbah partisipasi pembangunan itu terbuka lebar, karena beberapa
perusahaan pertambangan dalam waktu dekat ada yang akan produksi,
meski sempat terhenti beberapa waktu lalu. "Untuk target kita belum
berani berbicara," kata Junaidi. (noprio sandi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar